Rabu, 25 November 2009

Tas Belanja Ramah Lingkungan

Yuk "Cinta Mati" sama Tas Belanja Ramah Lingkungan!
Jangan terburu menebak kalau tas berbahan dasar goni hasil jahitan tangan ini cuma layak dibawa ke pesta. Juga, jangan cepat-cepat berkesimpulan kalau tas berpegangan asimetris dengan satu sisi panjangnya 30 cm sementara sisi lainnya 15 cm itu hanya pantas dibawa saat kuliah. Sejatinya, tas ini adalah tas belanja.
    SELASA, 24 NOVEMBER 2009 | 07:40 WIB
    Laporan wartawan KOMPAS.com Josephus Primus

    KOMPAS.com - Pada jari-jari tangan kanannya nan lentik, tas goni itu terlihat serasi. Dominasi warna coklat berpadu padan dengan baju atasan merah jambu plus celana pendek denim biru yang dikenakan perempuan foto model itu kala berjalan melenggang di atas karpet.

    Jangan terburu menebak kalau tas hasil jahitan tangan itu cuma layak dibawa ke pesta. Juga, jangan cepat-cepat berkesimpulan kalau tas berpegangan asimetris dengan satu sisi panjangnya 30 cm sementara sisi lainnya 15 cm itu hanya pantas dibawa saat kuliah. "Tas itu adalah tas belanja. Tapi, dijamin deh, bisa dipakai laki-laki dan perempuan untuk ke mana-mana," kata desainer Adjie Notonegoro beberapa waktu lalu.

    Ya, Adjie mengaku kepincut bahan goni waktu pihak Hero Supermarket mengajaknya mendesain tas belanja ramah lingkungan yang bakal disebarluaskan untuk para pelanggan mulai Oktober lalu. "Itu yang terpikir untuk menggeser tas belanja plastik," kata Adjie.

    Mengapa goni mampu merebut hati kelahiran Jakarta 18 Juli 1961 ini? Soalnya, kini, banyak orang justru melupakan karung goni. "Karung kan cuma dikenal sebagai tempat beras. Habis dipakai, cuma jadi keset," katanya.

    Tas belanja ramah lingkungan atau yang acap disebut sebagai green bag, sejatinya, makin hari makin menjadi bagian dari kehidupan banyak dari kita semua. Alasannya, penggunaan plastik makin lama bukannya makin berkurang.

    Catatan menunjukkan cara gampang untuk membungkus permukaan Bumi adalah dengan terus menerus memanfaatkan kantong plastik. Diperkirakan tiap tahun 500 juta sampai dengan satu miliar kantong plastik dipakai di seluruh dunia. Nah, dengan jumlah sebanyak itu, seluruh permukaan Bumi bisa sepuluh kali lipat terbungkus!

    Sudah begitu, plastik memang butuh waktu teramat panjang untuk terurai alami. Seribu tahun lamanya. Selama menapaki masa itu, plastik menjadi polutan signifikan.

    Goni memang menjadi salah satu alternatif yang bisa dipilih sebagai pengganti plastik. Bahan lain yang kerap dimanfaatkan adalah kain dan plastik yang bisa didaur ulang.

    Adjie, lebih lanjut menambahkan, pada tahap awal, dirinya menyeleksi berbagai bahan goni. Upaya ini untuk menepis anggapan kalau bahan goni selalu membuat kulit gatal jika dipakai.

    Tak berhenti sampai di situ saja, Adjie juga mencari bahan goni yang kuat, dalam arti tidak mudah sobek saat dijahit atau dipakai membawa barang-barang di dalamnya. Oh iya, tas unik itu ukurannya 38 cm panjang, 32 cm lebar, dan 10 cm tebal.

    Tambahan lainnya sebagai pemanis adalah aksen perempuan dan pohon yang mampu menunjukkan citra ramah lingkungan. Yang juga tak ketinggalan adalah kata “Indonesia”. Adjie mengaku selalu membubuhkan “kata sakti” itu pada setiap karya-karyanya. “Buatan dalam negeri. Supaya kita juga bangga,” katanya memberi alasan.

    Ikon

    "Tujuan jangka pendek memang untuk mengurangi volume penggunaan tas belanja plastik di gerai kami," begitu Direktur Corporate Affair Carrefour Indonesia Irawan D Kadarman menceritakan alasannya soal green bag ala peritel asal Perancis ini.

    Ketimbang Hero, Carrefour lebih awal setahun mempromosikan tas dari bahan yang bisa didaur ulang tersebut. Makanya, dalam hitung-hitungan Irawan, pihaknya sudah meluncurkan sekitar sejuta tas berwarna hijau tersebut.

    Sementara, lain lagi cerita soal tas belanja ramah lingkungan di Makro. Bermain di sektor perkulakan membuat pelanggan perusahaan di Indonesia yang sekarang dimiliki oleh Grup Lotte asal Korea Selatan ini membeli barang kebutuhan dalam jumlah besar.

    Makanya, barang belanjaan langsung dibawa memakai troli besar ke kendaraan pelanggan. "Kami tidak memakai tas belanja plastik," ujar Juru Bicara Makro Basuki Ismael sembari menambahkan kalau pihaknya, dalam kaitan ini, sudah berperilaku "hijau" sejak awal.

    Sementara, Direktur Operasional Supermarket Hero Supermarket Sugiyanto Wibawa menambahkan pilihan pada bahan bukan plastik pada green bag keluarannya adalah semacam nilai tambah. Dengan begitu, pelanggan tidak cuma membawa tas seperti itu hanya untuk berbelanja. "Ada ide lain bagi orang bisa membawa tas belanja ramah lingkungan untuk berbagai aktivitas," imbuhnya.

    "Saya ingin tas seperti ini menjadi ikon, bukan sekadar tas belanja," tutur Adjie Notonegoro menambahkan pula.

    So, kebayang kan kalau lama-kelamaan green bag bisa begitu merasuk ke banyak sisi kehidupan makin banyak orang. Tinggal dibiasakan saja. Ke mana-mana selalu membawa tas belanja ramah lingkungan. "Cinta mati" sama tas belanja ramah lingkungan ..., yuk mari!

    Editor: primus

    http://sains.kompas.com/read/xml/2009/11/24/0740001/yuk.cinta.mati.sama.tas.belanja.ramah.lingkungan.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar