Kamis, 03 Maret 2011

Balai Arkeologi Jayapura Temukan Pemukiman Prasejarah

Balai Arkeologi Jayapura Temukan Pemukiman Prasejarah


REPUBLIKA.CO.ID,JAYAPURA - Tim peneliti Balai Arkeologi Jayapura, Papua, berhasil menemukan pemukiman prasejarah di bukit Yomokho, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Ketua penelitian, Hari Suroto, mengatakan penelitian itu telah dilakukan sejak 28 Februari hingga 2 Maret 2011 dengan menggunakan metode ekskavasi (panggilan) tanah untuk mengetahui potensi temuan arkeologi di dalam tanah.

"Dari hasil penelitian, pemukiman prasejarah ditemukan di Bukit Yomokho. Hal itu terlihat saat tim melakukan penggalian tanah sedalam 80 cm dan menemukan arang bekas perapian, gerabah, tulang manusia, tulang binatang, cangkang moluska laut, cangkang moluska danau, alat batu, dan manik-manik," katanya.

jika dilihat dari hasil temuan gerabah, bukit Yomokho diketahui dihuni manusia pada 1500 tahun yang lalu. Tradisi penggunaan gerabah diperkenalkan oleh orang Austronesia.

Berdasarkan temuan yang ada, Hari menjelaskan bahwa peneliti merekonstruksi kehidupan penghuni Bukit Yomokho pada 1500 tahun lalu itu hidup berburu dan meramu. Bahkan, makanan utama mereka adalah moluska laut dan danau yang dimasak dengan menggunakan gerabah.

Selain itu, penghuni Yomokho juga telah menggunakan manik-manik dan gerabah sebagai bekal kubur. Mereka percaya ada kehidupan lain setelah seseorang meninggal. Karena itu, ''Si Mati'' perlu diberi bekal gerabah dan manik-manik.

Sementara, temuan cangkang moluska laut membuktikan bahwa penghuni bukit Yomokho juga melakukan kontak dengan masyarakat pesisir pantai. Hari mengatakan manik-manik yang ditemukan di bukit Yomokho termasuk jenis manik-manik Indo-Pasifik. Manik-manik itu diketahui didatangkan dari luar Papua melalui serangkaian perdagangan dari barat ke timur oleh orang Austronesia.

Jika dilihat dari daerah temuannya, penghuni Yomokho saat itu bermukim di lereng bukit. Hal ini diketahui dari permukaan lereng sebelah barat terdapat batu-batu yang disusun rapi membentuk denah segi empat yang menjadi tembok pembatas tiap rumah mereka.

"Pola pemukiman ini memiliki kesamaan dengan pemukiman di Lembah Maungarao Polynesia (Pasifik). Bekas pola pemukiman menunjukkan bahwa masyarakat yang bermukim di bukit Yomokho pada masa prasejarah itu telah mendapat pengaruh budaya dari wilayah pasifik," kata Hari.

http://id.news.yahoo.com/repu/20110303/tpl-balai-arkeologi-jayapura-temukan-pem-97b2f71.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar