Tampilkan postingan dengan label Hong Kong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hong Kong. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Maret 2011

World's highest hotel opens in Hong Kong

World's highest hotel opens in Hong Kong


World's highest hotel opens in Hong KongAFP – A general view shows a restaurant of the Ritz-Carlton hotel inside the International Commerce Centre …

HONG KONG (AFP) – The world's highest hotel opened its doors in Hong Kong on Tuesday, housed in the city's tallest skyscraper and offering unrivalled panoramic views of the world famous Victoria Harbour.

Towering some 490 metres (1,600 feet) above the bustling, chaotic streets of the Southern Chinese city, the Ritz-Carlton Hotel is making a grand comeback after temporarily closing in 2008.

Visitors peered out of the floor-to-ceiling windows of the 118th floor of the International Commerce Centre, which houses the hotel, for a 360 degree view of the glitzy financial hub and the South China Sea.

"We're opening an iconic hotel which took us about 10 years to build," president and chief operations officer Herve Humler told reporters.

"We are taking luxury to new heights in every sense," he added.

The Ritz-Carlton however will likely lose the world's highest hotel title in 2014, according to media reports, when the J-Hotel opens near the top of the over 600-metre Shanghai Tower in mainland China.

"People compete all around the world about everything -- I'm sure someone somewhere is building an even taller building as we speak," Humler said. "We emphasise service."

The Ritz-Carlton Hong Kong also will be one of the most expensive places to stay in a city already packed with luxury hotels, with the rack rate starting at HK$ 6,000 (US$770) a night for a deluxe room.

A presidential suite is going for HK$100,000.

Inside, the Ritz-Carlton Hong Kong exudes a chic, modern vibe in the restaurants and lobby areas, with a lot of sparkling decor and chandeliers, the main colour themes being black, brown and beige.

Visitors can expect to find facilities that include the highest bar in the world, and a top-floor pool that will feature a 19-metre ceiling-mounted LCD screen which swimmers can watch while enjoying the warmth of the heated water.

With 312 guest rooms, the hotel also has one of the largest ballrooms in the city at 930 square metres.

Humler said mainland Chinese customers account for about 35 percent of the hotel group's market, up from just three to four percent 14 years ago.

"This number is expected to rise. Mainland China is a key market for us. Asia as a region has bounced back significantly in the past year, with business going up about 20 percent in 2010," said Humler.

"In China, everything that is created has to have the "wow" factor to attract the top echelons of society. They want quality service and efficiency," the president added.

Humler said occupancy rates at Ritz-Carlton Tokyo had plunged from 80 to 15 percent since the Japan nuclear crisis began but he expected it to have little impact on the Hong Kong hotel.

http://news.yahoo.com/s/afp/20110329/ts_afp/hongkongtourismhotel

Minggu, 04 Juli 2010

Megatrends, Ledakan Konten dan Cloud

Sabtu, 03/07/2010 12:05 WIB
Catatan dari Hong Kong
Megatrends, Ledakan Konten dan Cloud
Nurul Hidayati - detikinet

Ilustrasi (nrl/inet)

Jakarta
- Masih ada 'oleh-oleh' menarik dari gelaran Hewlett-Packard (HP) di Hong Kong penghujung Juni lalu yang sayang dilewatkan. Salah satunya adalah soal Megatrends. Istilah ini dipopulerkan oleh futurolog John Naisbitt pada dekade 1980-an. Kala itu Naisbitt meramalkan 'information economy.'

Executive Vice President Imaging and Printing Group (IPG) Hewlett-Packard (HP) Vyomesh Joshi (VJ) mengadopsi istilah Megatrends dalam paparannya di depan seratusan wartawan teknologi se-Asia Pasifik bertempat di Shaw Studio milik rakasasa film Shaw Brothers.

VJ memaparkan bahwa salah satu 'Megatrends' adalah ledakan konten. "700 miliar gigabyte dihasilkan konsumen. Dalam 3 tahun ke depan, akan ada 7.000 miliar gigabyte atau 10 kali lipat konten," ujarnya.

Menurut pria keturunan India ini, jaringan sosial adalah tren kunci yang pertama, contohnya seperti Facebook, Viralspace, Orkut, QQ, lebih banyak waktu yang dihabiskan di sini dibandingkan dari gabungan Yahoo dan Google sekalipun.

Tren kunci kedua adalah mobilitas di dunia. Dia menyebut, penetrasi internet di AS mencapai 76 persen, China 20 persen dan India 7 persen.

"45 persen dari pengguna Internet berada di Asia dan itu sedang tumbuh. Mobile web akan menjadi fenomena di Asia. Bagaimana konsumen memakai pirantinya untuk produktivitas dan berbagi konten?" ujarnya.

Tren ketiga adalah semuanya berubah menjadi digital. "10 Tahun lalu, semua kamera analog. Namun sekarang, tak seorang pun memiliki kamera analog, semuanya digital," kata mantan eksekutif Yahoo ini.

Tiga tren kunci inilah yang akan mendorong ledakan konten dan melahirkan ide bagaimana konsumen mengkreasi konten, berbagai konten dan mencetak konten itu. Dan mulailah VJ 'menjual' revolusi teknologi printernya yang berbasis web.

"Dunia lama (mencetak) membutuhkan PC, printer dan driver. Dunia baru adalah tentang smartphone, tentang tablet, tentang iPhone, iPod, iPad, iTunes dan tentang cloud," ujarnya.

HP telah menjajal printer yang juga berisi aplikasi konten pihak ketiga ini seperti American Idol, Nickelodeon, BBC, dsb itu tahun lalu. Dari situ ditarik kesimpulan bahwa 70% konsumen mendownload aplikasi itu.

"Nickelodeon secara mengejutkan menjadi aplikasi nomor satu kami. Mengapa? Karena dia selalu memiliki konten segar. Konsumen harus selalu mendapatkan konten baru," ujarnya. Selain itu, navigasi yang memudahkan konten dikonsumsi juga penting. "Konten sangat penting seperti halnya navigasi," tukas VJ.

Aplikasi pihak ketiga itu, menurut dia, seperti 'ditarik' dari situs aslinya untuk dibenamkan di printer tersebut. Untuk itu, HP perlu memiliki infrastruktur tempatnya bisa 'tekan' dan 'tarik'. "Kami butuh infrastruktur cloud untuk mengelola semua ini secara efektif," ungkapnya.

VJ menekankan web adalah fenomena besar di Asia. "Bagian penting dari arsitektur ini adalahcloud, cloud adalah pusat untuk membuat semuanya sangat mudah," ujarnya.

Printer berbasis web memberikan pengalaman ngeprint yang berbeda dan penuh gaya. Selain memberikan perintah lewat email, konsumen bisa 'bermain-main' dengan puluhan aplikasi konten di layar printer bagaikan memencet-mencet smartphone-nya yang penuh aplikasi konten informatif dan menghibur.

"Ini adalah alat yang sangat berbeda, ini bukan printer tapi piranti konten," ujar Joshi. Bicara soal aplikasi ini, tiap negara akan memiliki fasilitas berbeda disesuaikan dengan kebutuhan setempat (dilokalisasi). Di negeri asalnya, HP telah menginjeksi 50-an aplikasi konten yang bisa diprint oleh konsumennya setelah melewati proses kustomisasi.

Misalnya saja tokoh-tokoh animasi dari Dreamworks yang bisa diprint hitam putih lalu diwarnai oleh anak-anak balita kita (kertas bergambar), berita-berita terkini dari BBC atau pun kupon diskon belanja dari OK Cashbag.

Lalu bagaimana penerapan aplikasi dari partner pada printer mutakhir ini di Indonesia? Dalam gelaran di Hong Kong, HP tidak membicarannya secara rinci per negara. Namun mengimajinasikannya sah-sah saja bukan? Bayangkan di layar Touchsmart
printer tersebut telah terpasang aplikasi detikfood.com yang penuh dengan resep masakan.

Dan dengan sedikit sentuhan, resep yang Anda inginkan bisa Anda pilah lalu voila... dalam hitungan detik resep pilihan itu telah tercetak di depan mata. Tak ayal, syahdan ada juga pengguna rumahan yang menempatkan piranti ini di dapur, khusus
untuk memanfaatkan aplikasi "icip-icip"-nya!

( nrl / ash )