Kamis, 19 Agustus 2010

Suharto-Hanik, Penulis Alquran Braille

Suharto-Hanik, Penulis Alquran Braille


Suharto-Hanik, Penulis Alquran Braille

Liputan6.com, Surabaya: Keterbatasan fisik bukan berarti tak bisa berkarya. Hanik Indrawati-Suharto, misalnya. Sepasang suami istri penyandang tunanetra yang tinggal di Surabaya, Jawa Timur, ini tetap berkarya dengan membuat Alquran berhuruf braille khusus bagi penyandang tunanetra.

Saat ditemui SCTV di kediamannya, Rabu (18/8), dengan dibantu mesin ketik braille tua buatan Amerika Serikat, Hanik Indrawati mengetik huruf demi huruf ayat-ayat mulia Alquran. Hanik sudah sangat lancar mengetik lantaran ia sudah hapal di luar kelapa seluruh isi Alquran.

Kemampuan membuat Alquran dengan huruf braille berawal dari keinginan Hanik untuk dapat mengaji. Hanik dan Suharto memutuskan menyantri di Yayasan Pendidikan Tunanetra Islam Karunia (Yaptunik). Dari sini akhirnya keduanya dapat mengaji dan membuat Alquran braille.

Alquran braille yang mereka buat lengkap dengan harakatnya. Namun berbeda dengan Alquran biasa dari penyusunannya dan bentuk hurufnya. Alquran braille ini bukan bacaan Arab yang ditulis huruf braille latin tapi bahasa Arab yang ditulis secara braille sehingga diperlukan keahlian dan ketelitian khusus.

Alquran braile 30 juzz hasil karya Hanik dijual Rp 1,5 juta. Namun hanik juga menjual per juznya dengan harga Rp 65 ribu. Dalam sehari, Hanik mampu menyelesaikan sekitar 20 lembar. Memasuki Ramadan, mereka kebanjiran order baik itu Alquran, surat Yasin dan Tahlil, serta Asmaul Ushmah.(JUM)

http://id.news.yahoo.com/lptn/20100819/tid-suharto-hanik-penulis-alquran-braill-e390447.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar