Rabu, 17 Februari 2010

Cara Mengemudi Paling Menyebalkan

Rabu, 17/02/2010 13:53 WIB

Cara Mengemudi Paling Menyebalkan

Syubhan Akib - detikOto
Gambar
Jakarta - Sebagian dari kita pasti sadar kalau jalanan merupakan sebuah medan perang yang sangat rawan kecelakaan dan bikin kesal.

Terlebih banyak sekali kebiasaan pengemudi yang tergolong berbahaya, tidak hanya untuk dirinya, tapi juga untuk para pengguna jalan lain. Tak anyal, kita pun kadang kesal oleh kelakuan para pengemudi itu, gerutuan pun tidak sengaja keluar dari mulut.

Menurut survei yang digelar lembaga ICM mewakili Kwik-Fit di Inggris seperti dilansirautoevolution, Rabu (17/2/2010), kebiasaan buruk yang paling dibenci oleh pengguna adalah mobil yang berada di belakang namun dengan jarak sangat dekat.

Karena bagi sebagian orang, menyadari bahwa ada mobil di belakang mobil mereka dengan jarak yang terlalu dekat itu tentu menuntut perhatian ekstra dan itu menyebalkan. Tidak heran bila kebiasaan buruk ini dibenci oleh 66 persen dari 1.000 pengemudi responden.

Sementara perilaku yang paling menyebalkan lainnya adalah tidak menggunakan lampu indikator seperti sein yang dibenci oleh 62 persen responden, menyalip yang berbahaya, dibenci 57 persen responden serta mengabaikan lampu lalu lintas dan terus melewatinya meskipun lampu merah.

"Banyak kecelakaan yang disebabkan oleh cara berkendara yang agresif, apakah itu mengemudi terlalu dekat dengan mobil di depan, menyalip sembarangan atau melewati lampu lalu lintas. Pengemudi harus ingat bahwa ini bukan hanya mengganggu, mereka pun menempatkan keselamatan semua pengguna jalan jadi lebih beresiko," ujar Customer Services Director Kwik-Fit, David White.

Kekesalan para pengguna jalan itu menurut White terjadi karena praktik yang
dilakukan oleh pengemudi lain secara sadar juga akan berpotensi menambah risiko mereka.

Nah inilah kebiasaan-kebiasaan buruk yang dibenci pengguna jalan.
  • Jarak mobil terlalu dekat dengan mobil belakang
  • Tidak memberikan tanda-tanda seperti sein
  • Menyalip sembarangan
  • Melewati lampu merah
  • Berada di tengah jalan ketika melintasi jalur berkelok
  • Terlambat mengerem
  • Mengemudi dengan ragu
  • Undertaking
  • Kecepatan tinggi di tikungan
  • Melambatkan mobil, padahal lampu merah masih jauh
Anda sering begitu? ( syu / ddn )

Riset Kampung di Yogyakarta Rambah Dunia Online

Rabu, 17/02/2010 15:35 WIB

Riset Kampung di Yogyakarta Rambah Dunia Online
Santi Dwi Jayanti - detikinet

Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Keefektifan dunia online disadari betul oleh suatu lembaga sosial untuk mengembangkan sebuah kampung di Yogyakarta. Mereka pun memboyong sejumlah riset dari para peneliti untuk diterbitkan di internet.

Kampung Bumen di Kotagede, Yogyakarta menjadi sasaran tembak langkah ini. Berbagai riset dari peneliti yang tergabung dalam Yayasan Pondok Rakyat (YPR) mengenai kampung tersebut sekarang sudah bisa dinikmati di internet. Sebelumnya, riset ini hanya bisa dinikmati setahun tiga kali dalam versi cetak.

Tergabung dalam situs yang beralamatkan ypr.or.id, kumpulan riset bisa diklik di kanal Warta Kampung. Menurut keterangan Mukotib selaku direktur YPR, Warta Kampung online ini ditampilkan sebagai medan studi kawasan.

Di sini pembaca diajak untuk melihat gejala-gejala sosial yang terjadi dan mereka juga dipersilakan mengirimkan komentarnya secara langsung di situ.

Dalam pengembangan Warta Kampung online, para pelaku riset dan aktivis gerakan sosial juga diajak untuk berpartisipasi dalam melengkapi konten yang ada.

"Jurnal berangkat dari riset kampung untuk dibaca dalam perspektif global," tutur Muskotib di Karta Pustaka, Bintaran, Yogyakarta, Selasa (17/2/2010).

Diharapkan, dengan hasil-hasil riset, analisa, serta editorial yang terdapat situs ini, Warta Kampung Online bisa membantu pengembangan kampung setempat.

( sha / ash )

10 Selebriti Indonesia Paling Populer di Twitter

Rabu, 17/02/2010 13:06 WIB

10 Selebriti Indonesia Paling Populer di Twitter
Dini Nur Latifah - detikinet

Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Selebriti Indonesia terbilang cukup eksis di Twitter. Mereka memanfaatkan situs mikro blogging ini untuk mendekatkan diri dengan para penggemar atau sekadar sharing informasi dengan teman sesama artis.

Mau tahu siapa yang memiliki jumlah pengikut (follower) terbanyak? Berikut menurut data twittercounter.com:
  1. Sherina Munaf 242.003 follower
  2. Luna Maya 210.210
  3. Raditya Dika 208.222
  4. Vidi Aldiano 184.638
  5. Tora Sudiro 139.668
  6. Bunga Citra Lestari 139.134
  7. Cut Tari 113.684
  8. Sandra Dewi 101.650
  9. Vincent Rompies 100.613
  10. Tika Panggabean 98.449

Hanya saja, hasil tersebut didasarkan dari hasil perhitungan berdasarkan lokasi akun di Jakarta.

Jadi bagi beberapa selebriti Tanah Air yang mungkin memiliki follower lebih banyak namun mencatat lokasi di luar Jakarta menjadi tidak terdeteksi oleh aplikasi ini sehingga tidak masuk dalam daftar 'The 1000 most popular Twitter users for Jakarta'.

Misalnya saja Desta, mantan personil band Club 80's tersebut kemungkinan belum mengupdate setting zona waktunya sehingga terbaca lokasinya berada di Hawaii. Padahal follower Desta yang berjumlah 139.515 lebih banyak dibandingkan Bunga Citra Lestari. Data tersebut dihitung pada 14 Februari 2010 pukul 20.00 WIB.

Data yang didapat dari twittercounter itu pun kemudian coba diolah dan dicek kembali dengan akun-akun selebritis Indonesia yang tidak terbaca lokasinya di Jakarta. Hasilnya peringkat 1-5 tidak berubah. Peringkat 6-10 berturut-turut ditempati oleh Desta, Bunga Citra Lestari, Ringgo, Indra Herlambang, dan Indra Bekti.

Berikut merupakan daftar 10 selebriti Indonesia dengan jumlah follower paling banyak di Twitter dengan cara mengecek satu per satu akun twitternya per 14 Februari 2010 pukul 20.00 WIB.
  1. Sherina 241.950 follower
  2. Luna Maya 210.139
  3. Raditya Dika 208.213
  4. Vidi Aldiano 187.182
  5. Tora Sudiro 140.889
  6. Desta Club 80's 139.515
  7. Bunga Citra Lestari 138.014
  8. Ringgo 129.600
  9. Indra Herlambang 128.597
  10. Indra Bekti 119.085

Cut Tari yang sebelumnya berada di peringkat 7 menurut versi twitercounter sekarang berada dalam peringkat 12 dalam daftar yang baru. Menyusul Sandra Dewi, Vincent Rompies, dan Tika Panggabean yang berturut-turut menempati peringkat 14, 15, dan 16. ( ash / ash )

Penyelenggara Internet Bisa Sadap Presiden

Rabu, 17/02/2010 17:43 WIB
RPM Konten Multimedia
Penyelenggara Internet Bisa Sadap Presiden
Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Suasana acara (rou/inet)

Jakarta - Jika nantinya Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang Konten Multimedia disahkan, maka penyelenggara jasa internet di Indonesia bisa punya wewenang untuk menyadap semua aktivitas pengguna internet, termasuk akses internet presiden.

"Kami dari APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) bisa jadi superbody," kata anggota APJII Valens Riyadi dalam jumpa pers tentang penolakan RPM Konten di Hotel Akmani, Jakarta, Rabu (17/2/2010).

Menurut dia, dalam pasal 8 di RPM Konten Multimedia ada kewajiban penyelenggara internet (PJI/ISP) untuk melaporkan aktivitas pengguna internet.

"Ini artinya, semua email mulai dari masyarakat, menteri, bahkan hingga presiden berhak dilihat lalu dilaporkan setiap enam bulan sekali. Kami berhak menyadap karena ini diwajibkan," terang Valens.

Padahal menurutnya, hal tersebut justru bertentangan dengan peraturan yang ada di Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pasal 31 tentang pelarangan melakukan penyadapan.

"Jelas ini salah kaprah kalau ISP mengurusi masalah konten. Karena pada dasarnya penyelenggara internet sejatinya hanya mengurusi mengenai masalah infrastruktur jaringan internet semata saja," kata Valens.

Sebetulnya tanpa peraturan itu, lanjut dia, masyarakat bisa meminta kepada ISP untuk menyaring situs mana yang dianggap dilarang. Artinya, filterisasi adalah sebuah pilihan kepada konsumen.

"Kita bukannya tidak mendukung internet sehat, kita malah sangat setuju. Akan tetapi bukan dengan cara-cara yang represif seperti ini," tandas pendiri situs fotografer.net tersebut.


Setujukah Anda dengan RPM Konten Multimedia? Sampaikan dalam Pro-Kontra di detikINET.



( rou / ash )

Kaskus Ancam Hengkang dari Indonesia

Rabu, 17/02/2010 18:10 WIB
RPM Konten Multimedia
Kaskus Ancam Hengkang dari Indonesia
Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Danny Oei (rou/inet)

Jakarta - Dari sekian banyak elemen masyarakat internet yang menolak disahkannya Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang Konten Multimedia, salah satu yang paling lantang menyatakan resistensinya adalah forum komunitas Kaskus.

Bahkan saking geramnya dengan RPM Konten, salah satu petinggi Kaskus, Chief Marketing Officer Danny Oei sempat mengancam akan membawa seluruh perangkat penunjang forum komunitas itu hengkang ke luar Indonesia.

"Jika pemerintah tetap mengesahkan aturan konten ini, kami akan pindahkan semua server kita keluar dari Indonesia. Mungkin ke Singapura. Ini bertentangan dengan misi Kaskus tentang kebebasan bersuara dan berpendapat," ancamnya di tengah jumpa pers di Hotel Akmani, Jakarta, Rabu (17/2/2010).

Sontak, ancaman ini membuat kaget semua yang hadir. Suara tentang penolakan RPM Konten pun semakin menggema di ruang konferensi hotel tersebut.

Danny merasa kecewa. Sebab, server milik Kaskus perlahan telah dipindahkan ke Indonesia setelah sembilan tahun server mereka berada di Amerika Serikat.

"Di negeri sendiri kami merasa hak kami diinjak-injak oleh pemerintah sendiri. Lebih enak di luar negeri karena kami dihargai," ketusnya.

"Dalam kasus ini, yang rugi justru pemerintah sendiri karena mereka akan kehilangan pajak. Padahal, waktu kami memindahkan server, ini juga atas bujukan pemerintah juga, kenapa kini kami yang malah diinjak-injak," kata Danny lagi.

Saat ini Kaskus telah mempunyai total 40 server yang di-hosting melalui BizNet, dan setiap bulannya Kaskus telah menambah sekitar satu sampai dua server setiap bulannya.

"Kita sebagai penyelenggara konten lokal tidak pernah diajak duduk bareng bicara dengan pemerintah. Padahal seharusnya kita difasilitasi," tandasnya.

Kaskus, menurut Danny, setiap harinya menerima postingan 100 ribu artikel dari 1,2 juta anggotanya. Dengan adanya aturan tentang konten, ia merasa sulit untuk melakukan pengawasan.

"Meski telah kami awasi, pasti ada. saja konten yang tidak diinginkan bisa lolos. Ini situs user generated content, jika pemerintah mau mengawasi, silakan saja pekerjakan 1,2 juta orang untuk mengawasi setiap postingan yang masuk di thread kami," pungkasnya.

( rou / ash )

Jumat, 12 Februari 2010

Gmail Bakal Adopsi Facebook dan Twitter

Selasa, 09/02/2010 14:07 WIB

Gmail Bakal Adopsi Facebook dan Twitter
Santi Dwi Jayanti - detikinet

ilustrasi (inet)

California - Google akan menyuntikkan layanan sosial ke dalam layanan email populernya, Gmail. Akibatnya, Gmail bakal mengadopsi layanan seperti yang dimiliki Facebook dan Twitter seperti berbagi status, foto hingga video.

Google mengharapkan, nantinya pengguna Gmail tak perlu membuka Facebook atau Twitter untuk sekadar melihat atau melakukan update status. Selain itu, Google juga berencana mengintegrasikan konten YouTube dan Picasa untuk bisa dilihat di Gmail.

Dilansir detikINET dari Wired, Selasa (9/2/2010), Google ingin menjadikan Gmail sebagai pusat pengguna internet berkirim pesan, bukan hanya email. Sejauh ini, pengguna Gmail telah bisa chatting, video call dan mengirim SMS.

Belum ada rincian lebih lanjut soal perubahan pada Gmail ini. Namun Google dikabarkan akan segera melakukan pengumuman soal ini.

( sha / wsh )

Rabu, 10 Februari 2010

Google Buzz Siap Hadapi Facebook dan Twitter

Situs Jejaring Sosial
Google Buzz Siap Hadapi Facebook dan Twitter
Layanan baru itu membuat pengguna Gmail bisa melakukan berbagai aktivitas jejaring sosial.
RABU, 10 FEBRUARI 2010, 19:05 WIB
Muhammad Firman, Harriska Farida Adiati
Google Buzz (google.com)

VIVAnews - Raksasa mesin pencari Google mengumumkan bahwa produk Gmail mereka akan memiliki tampilan jaringan sosial. Tampilan baru tersebut diciptakan agar Gmail dan Gchat mampu berkompetisi dengan Facebook dan Twitter.

Hadir dengan nama Google Buzz, layanan baru tersebut akan membuat pengguna Gmail bisa berbagi pesan, link situs internet, dan foto, dengan teman dan kolega langsung dari akun Gmail.

Seperti dikutip dari Inquirer, 10 Februari 2010, Google juga merilis beberapa produk yang dirancang agar tampilan situs sosialnya bisa diakses di perangkat mobile. Menurut Inquirer, fitur baru dari Google tersebut tampak sama saja dengan Facebook dan muncul di saat demam jejaring sosial mulai mereda.

Ini merupakan terobosan kedua Google dalam wilayah jaringan sosial. Sebelum ini, Google telah membuat jejaring sosial sendiri yakni Orkut yang berhasil berkembang di Brazil. Sayangnya Orkut gagal menarik minat pengguna penutur Bahasa Inggris seperti Facebook dan Myspace di Amerika.

Dengan Buzz, Google mengikuti jejak Yahoo yang juga membangun fungsi jejaring sosial ke dalam produk email mereka untuk bisa terhubung dengan Facebook.

• VIVAnews