Tampilkan postingan dengan label Twitter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Twitter. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Januari 2011

Seorang Profesor Kritik Keburukan Facebook & Twitter

Senin, 24/01/2011 11:38 WIB

Seorang Profesor Kritik Keburukan Facebook & Twitter
Fino Yurio Kristo - detikinet



Facebook (ist)

Massachusetts - Facebook jamak disebut sebagai situs jejaring sosial. Namun menurut profesor ini, Facebook malah berpotensi menjadikan orang anti sosial. Dia menyatakan, situs seperti Facebook atau Twitter terlalu mendominasi kehidupan, membuat manusia terisolasi dan kurang manusiawi.

Pendapat itu dikemukakan profesor Sherry Turkle, akademisi di Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat. Ia menulis buku 'Alone Together', yang mengkritik pemakaian situs jejaring sosial sebagai sebuah bentuk kegilaan di zaman modern.

Dalam bukunya, dia berargumentasi bahwa Facebook menghadirkan ilusi kemudahan melakukan komunikasi dengan lebih baik. Namun justru teknologi ini mengisolasi orang dari interaksi antar manusia yang nyata. Padahal realitas di dunia cyber adalah tiruan yang buruk dari dunia sebenarnya.

Dikutip detikINET dari DailyMail, Senin (24/1/2011), sang profesor juga menilai situs jejaring bisa membuat orang tergila-gila dan melakukan berbagai kebiasaan tidak pantas. Misalnya tetap sibuk facebookan atau ngetweetsaat upacara pemakaman.

Namun demikian, argumen sang profesor tidak diterima begitu saja. Beberapa pihak menilai Facebook maupun Twitter memiliki banyak kegunaan, di antaranya untuk merekatkan hubungan yang terpisah karena jarak. Menurut Anda?
( fyk / ash )

Kamis, 30 Desember 2010

Twitter Bisa Membelokkan Takdir Seseorang

Kamis, 30/12/2010 16:04 WIB
Kolom Telematika
Twitter Bisa Membelokkan Takdir Seseorang
Karmin Winarta - detikinet



Twitter (ilustrasi)

Jakarta - Di setiap perjumpaan dengan teman lama atau baru saya selalu menanyakan apa id Twitternya. Namun teman-teman yang mayoritas seorang digital /immigrant/ menjawab tidak punya. Alasannya, karena mereka merasa tidak perlu. Yang lain merasa tidak atau belum merasakan kenyamanan memakai salah satu media sosial yang lagi ngehit itu.

Penolakan mereka kebanyakan dikarenakan kebelumtahuan belaka. Mereka menganggap dirinya bukan artis atau seleb. Ngetwit adalah sesuatu yang aneh, untuk apa mengetahui atau memamerkan apa yang sedang dilakukan? Twitter masih dianggap yang kurang bermanfaat dan menghabiskan waktu belaka.

Seorang teman @namacontoh awalnya juga menolak untuk membuat akun di twitter. Namun setelah mengetahui teman-temannya telah mempunyai akun di aplikasi microblogging ini, terpaksa ia mendaftar. Awalnya dia hanya memposting link-link dari blognya juga dari media lain. Dengan twitter blognya makin banyak pengunjungnya. Lama-lama ia kecanduan.

Mulailah teman saya itu melakukan konversasi di medium yang hanya menyediakan 140 karakter ini. Setiap pagi ia menyapa para rainmaker, orang yang mempunyai follower banyak dan sangat berpengaruh di garis waktu (timeline). Dan tanpa sungkan berkenalan. Ia makin rajin memfollow orang-orang yang dianggapnya inspiratif. Makin hari id Twitternya makin sering berseliweran di garis waktu.

Di Twitter, kecenderungan orang yang mempunyai kesamaan hobi, visi, kebiasaan dan kesenangan yang sama membentuk kerumunan. Kadang kerumunan itu ditandai dengan tagar (tanda pagar) atau #. Beberapa di antaranya #Ngopsor #AkademiBerbagi maupun#Obsat. Dari Twitter turun ke kopdar (kopi darat). Dari situlah ia merasakan betapa besarnya manfaat Twitter. Yakni meluaskan ruang lingkup sosialnya.

Dari rainmaker, pakar atau ahli tertentu yang di follownya, ia memperoleh pengetahuan baru. Ia kini mulai memelototi garis waktunya nyaris tanpa henti. Ia memantau apa yang dibaca dan dibicarakan @nukman, @mashable atau @guykawasaki dan para ahli di bidang lain yang ia suka. Dengan aplikasi ini ia bisa berhubungan langsung tanpa sekat. Teori six degrees of separation di era web 2.0 ini menjadi basi.

Dan hal yang paling ia tak pernah duga, suatu hari ia difollow oleh @esqief, yang ternyata adalah Syaharani, seorang penyanyi jazz terkenal itu. Sebelumnya ia tak pernah berkhayal akan bisa 'berteman' dengan Syaharani. Namun dengan adanya Twitter ia kini bisa saling berkirim pesan. Ia merasa excite, Twitter yang cara memakainya cukup simpel ini membawanya ke sebuah network yang lebih luas.

Dan diam-diam ia mengirim DM (direct message) ke saya. Selain mengucapkan terima kasih karena telah dijerumuskan ke tempat yang benar, ia kini merasa bisa mengingat sesuatu, berpikir dan menulis lebih baik. Karena dengan space yang hanya 140 karakter memaksa setiap user menulis seefektif mungkin.

Dia sekarang sadar, pada jaman yang serba terhubung ini, mau tidak mau, suka atau tidak kita harus ikut arus teknologi yang terus berkembang. Kalau tidak kita akan ditinggal peradaban yang seperti berlari ini. Kita akan menjadi orang yang buta huruf teknologi. Jadi keep update teknologi.



karmin-aja100
Tentang Penulis: Karmin Winarta adalah seorang blogger. Ia bisa dihubungi di fanabis.blogdetik.com atau melalui akun @fanabis di Twitter.
( fw / fw )

Minggu, 12 September 2010

Twitter: Social Media yang Cocok Buat CEO

Senin, 30/08/2010 12:07 WIB
Kolom Fresh
Twitter: Social Media yang Cocok Buat CEO
Penulis: Catur PW - detikinet

ilustrasi (twitter)

Jakarta - Memang benar bahwa media sosial merupakan media terbaik untuk bersosialisasi dengan target market, terhubung dengan rekan kerja, karyawan, prospek bisnis, blogger dan influencer lainnya.

Media sosial yang kini keberadaannya menjadi suatu bagian dari strategi marketing membuatnya penting untuk para pebisnis terjun kedalamnya. Dan untuk terjun ke dalamnya pengorbanan waktu dan perhatian terkadang muncul menjadi penghambat utama bagi CEO untuk menggunakan media sosial.

Untuk seorang CEO, memutuskan terjun langsung di media sosial terkadang menjadi keputusan yang berat, apalagi untuk CEO pada perusahaan besar, dalam kesehariannya selalu dikelilingi dengan jadwal rutinitas perkerjaan yang padat.

Perkenalkan twitter, salah satu media sosial yg cocok bagi para CEO;

#twitter is only 140 characters
Kesibukan bisnis para CEO menguras waktu efektif sehari-harinya, Jangankan untuk bisa posting artikel blog secara rutin, untuk meng-accept new friend request pada facebook pun tidak sempat. Tetapi melalui twitter, cukup selingkan waktu sebanyak mengetik satu buah sms, bahkan kurang.

#Twitter is about what is going on that very minute

Melalui twitter CEO dapat memperoleh informasi paling update tentang perusahaan, gratitute, komplain, dan hal-hal menarik lainnya seputar perusahannya, baik dari sumber internal maupun eksternal perusahaan.

#Twitter gives us a peek into what's taking up mindshare

Salah satu manfaat media social bagi CEO adalah terbukanya inspirasi dari ratusan bahkan ribuan customer, karyawan, atau prospek baru.

#follow the right tweeps on the right conversation

CEO tidak punya banyak waktu untuk mendengarkan status 'sampah',melalui twitter CEO dapat dengan mudah follow atau unfollow orang lain yang sesuai dengan interestnya.

#twitter is great for sharing activities

Ke manapun aktivitas CEO, ketika ada mood untuk sharing, tinggal post link untuk sharing alamat web menarik, upload twitpic untuk sharing photo, di manapun.. kapanpun.

#twitter are widely mobile accessible

Rutinitas CEO membuat mereka jarang sekali stay lama di suatu tempat, apalagi sempat untuk membuka laptop dan mengakses internet. Untuk akses twitter, sekarang semakin terbuka lebar melalui mobile devices (smartphones, blackberry, etc.)

Banyak hal yg menarik dari twitter, banyak pula manfaatnya bagi para pemberi keputusan.
Let's us ask our CEO to join!

Penulis, Catur PW, adalah Social Network and Online Community Strategist. Kolom Fresh merupakan tulisan dari diskusi di komunitas FreSh!, sebuah komunitas berbagi ide yang menggelar pertemuan rutin setiap bulannya.

( wsh / wsh )

Rabu, 11 Agustus 2010

Twitter Diserbu 'Hacker', 1.000-an AccountTerbajak

Selasa, 22/06/2010 09:35 WIB

Twitter Diserbu 'Hacker', 1.000-an AccountTerbajak
Wicak Hidayat - detikinet

Screenshot (F-Secure)

Jakarta - F-Secure mengamati sebuah keganjilan pada layanan mikroblogging populer Twitter. Ada 1.000 lebihaccount yang nampak jadi korban pembobolan.

Hal itu disampaikan Mikko Hypponen, Chief Research Officer perusahaan antivirus F-Secure, dalam blog resmi F-Secure yang dikutip detikINET, Selasa (22/6/2010).

"Selama 12 jam terakhir, ada lebih dari 1000 accountTwitter yang jadi korban serangan dengan metode yang belum diketahui," tulis Mikko.

Gejala account yang kena serangan ini adalah mengirimkan tweet berbunyi 'Hacked by Turkish Hackers'. Menurut Mikko, kebanyakan yang jadi korban adalah pemilik account dari Israel.

Belum jelas apa metode yang digunakan para penyerang dalam aksi ini. Namun Mikko menduga, ada serangan Phishing bagi pengguna Twitter dalam Bahasa Ibrani.

( wsh / wsh )

Jumat, 02 Juli 2010

Farmers defend way of life with Facebook, Twitter

Farmers defend way of life with Facebook, Twitter


In this photo taken Tuesday, June 29, 2010, dairyman Ray Prock tweets with his cell phone phone  at Ray-Lin Dairy in Denair, Calif.  To increase farmeAP – In this photo taken Tuesday, June 29, 2010, dairyman Ray Prock tweets with his cell phone phone at Ray-Lin …
RELATED QUOTES
^DJUSS418.58-4.04
^IXIC2,091.79-9.57
^IXK1,058.46-2.57

DENAIR, Calif. – When a video of dairy cows being punched and prodded with pitchforks was recently released by an animal rightsgroup, it made the rounds on YouTube and generated the expected angry responses.

But it also raised a flurry of outrage from another corner of the Internet: Farmers fought back, blogging, tweeting, uploading their own videos and chatting on Facebook to defend their industry and explain the abuse did not represent their practices.

Growers aren't usually thought of as a wired, social-networking bunch. But frustration at being the targets of tech-wise environmental or animal rights groups has inspired them to get involved with social media and answer in kind.

Armed with smart phones that allow them to post status updates from a tractor seat and increasingly comfortable issuing pithy one-liners on the short-messaging site Twitter, they're going online to tell their own stories, connect to a public they feel doesn't understand them, exchange information and break the isolation they feel on the farm.

"There is so much negative publicity out there, and no one was getting our message out," said Ray Prock Jr., a second-generation Central California dairy farmer whose blog posts and tweets relay information on everything from emergency drills for handling manure spills to lactose intolerance.

Prock was among those who responded to the video, taking time out from his family vacation to vent his frustration.

"Every other farmer I know who cares for animals has at one time or another put those animals' well being ahead of their own or their families' time or needs," he wrote on his blog.

Prock's wife and two children live on the 240-acre farm, and his 9-year-old son has started helping his father, uncles and grandfather care for the family's 450 cows.

"This is where my family lives — I care for the air, and the water, the environment, the cows," Prock said, walking through the open, airy barns. "This is what I wish I could show people."

The dairy industry in particular has been the focus of undercover videotaping by animals rights groups. In one video released on YouTube, a cow too weak to walk to slaughter is run over by a forklift operator. In another video posted in October, workers at a Vermont slaughterhouse kicked day-old calves.

Animal rights advocates turned to social media because they didn't have the money to counter advertisements paid for by farm marketing groups, said Nathan Runkle, director of Mercy For Animals, the organization responsible for the video showing the cows being prodded with pitchforks. He said farmers would do better to focus their efforts on reform because without bad practices, there'd be no bad publicity to counter.

Farmers say the videos are shocking but don't represent how most of them treat their animals. They worry Americans won't realize this because they're several generations removed from life on the farm, don't know any farmers and have little idea how their food is produced. The only information about food and farming that most people get comes from the Internet, and exchanges were taking place on sites like YouTube or Twitter without any input from farmers.

"We weren't part of the conversation," Prock said. "And if we aren't telling our story, other people will, and they'll tell it the way they want to."

He now has nearly 11,000 followers on Twitter — many of them farmers empathizing about things like working in 100-plus degree heat. But he also answers questions from followers trying to make sense of the buzzwords they hear: What makes a cow "free range," or what exactly constitutes a "family farm"?

Prock and a handful of other farmers also have started the AgChat Foundation, which aims get more farmers on YouTube, MySpace, Facebook, Twitter and other sites to explain what they do on the farm and answer questions from the public.

They're holding their first social media training in August and hope to soon have grants for farmers who are interested in social media but don't have the tools — smart phones, laptops and broadband Internet connections — that would make social networking easier.

Kelly Rivard, a 20-year-old college student in Chicago, started posting on Twitter and blogging about agriculture on her site, Midwestern Gold, in part as a way to keep in touch with farming.

The interest from farmers she met online was such that next month she'll give her first crash course in Chicago on using social media for farm advocacy.

"The idea is to slowly introduce them, even if they don't use it right away," she said.

Others are finding the interactive media are just the simplest, most direct way of sharing information.

Matthew Fidelibus, a researcher and farm adviser for the University of California, Davis, started using Twitter as a way to get important information to grape growers quickly — if the risk of powdery mildew on grapevines was high for a particular region, farmers could react in time, for example.

A tool like Facebook, which allows participants to share photos or video, takes the interaction further. Farmers can post a picture of something problematic — say, a worm they can't identify — and get advice from experts like Fidelibus or each other immediately.

Social sites are ideal for this purpose — easy, fast and free, at a time when state support for university extension programs is dwindling, he said.

National marketing groups that represent farmers have also taken action. In California's Central Valley, there have been three panels over the last three months on farm uses for social media as part of various ag related conferences.

Dairy Management Inc., a group funded by dairy producers, hired a 20-something to help their members learn to navigate social Web sites.

After three webinars and two in-person trainings, Jolene Griffin has given 1,200 farmers and others involved in agriculture her basic pitch on what social media is about and how to best use it.

"We tell them you can do this from your phone in the milking parlor," she said. "There are so many applications, but we really encourage them to just pick one, dip their toes into it, get familiar with it."

___

Online:

AgChat Foundation: http://agchat.org/

Ray Prock Jr.: http://raylindairy.wordpress.com/

Midwestern Gold: http://illinois-corn.blogspot.com/

Mercy For Animals: http://www.mercyforanimals.org/

http://news.yahoo.com/s/ap/us_food_and_farm_blogging_farmers

Minggu, 25 April 2010

Yuk! Pantau Kemacetan Via Facebook dan Twitter

Yuk! Pantau Kemacetan Via Facebook dan Twitter
Sabtu, 24 April 2010 | 16:24 WIB
Kemacetan lalu lintas di Jakarta seringkali sulit diprediksi. Karena itu, sebagian besar pengendara mengandalkan sejumlah fasilitas informasi lalu lintas, salah satunya adalah info dari TMC Polda Metro Jaya. Tidak hanya melalui radio, info lalin dari TMC juga disebarluaskan melalui akun facebook dan twitter. Selain info lalu lintas, TMC Polda metro jaya akan bekerja sama dengan BMKG dan beberapa produsen telepon seluler untuk mempermudah akses informasi lalu lintas dan cuaca seputar kota Jakarta.

Rabu, 17 Februari 2010

10 Selebriti Indonesia Paling Populer di Twitter

Rabu, 17/02/2010 13:06 WIB

10 Selebriti Indonesia Paling Populer di Twitter
Dini Nur Latifah - detikinet

Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Selebriti Indonesia terbilang cukup eksis di Twitter. Mereka memanfaatkan situs mikro blogging ini untuk mendekatkan diri dengan para penggemar atau sekadar sharing informasi dengan teman sesama artis.

Mau tahu siapa yang memiliki jumlah pengikut (follower) terbanyak? Berikut menurut data twittercounter.com:
  1. Sherina Munaf 242.003 follower
  2. Luna Maya 210.210
  3. Raditya Dika 208.222
  4. Vidi Aldiano 184.638
  5. Tora Sudiro 139.668
  6. Bunga Citra Lestari 139.134
  7. Cut Tari 113.684
  8. Sandra Dewi 101.650
  9. Vincent Rompies 100.613
  10. Tika Panggabean 98.449

Hanya saja, hasil tersebut didasarkan dari hasil perhitungan berdasarkan lokasi akun di Jakarta.

Jadi bagi beberapa selebriti Tanah Air yang mungkin memiliki follower lebih banyak namun mencatat lokasi di luar Jakarta menjadi tidak terdeteksi oleh aplikasi ini sehingga tidak masuk dalam daftar 'The 1000 most popular Twitter users for Jakarta'.

Misalnya saja Desta, mantan personil band Club 80's tersebut kemungkinan belum mengupdate setting zona waktunya sehingga terbaca lokasinya berada di Hawaii. Padahal follower Desta yang berjumlah 139.515 lebih banyak dibandingkan Bunga Citra Lestari. Data tersebut dihitung pada 14 Februari 2010 pukul 20.00 WIB.

Data yang didapat dari twittercounter itu pun kemudian coba diolah dan dicek kembali dengan akun-akun selebritis Indonesia yang tidak terbaca lokasinya di Jakarta. Hasilnya peringkat 1-5 tidak berubah. Peringkat 6-10 berturut-turut ditempati oleh Desta, Bunga Citra Lestari, Ringgo, Indra Herlambang, dan Indra Bekti.

Berikut merupakan daftar 10 selebriti Indonesia dengan jumlah follower paling banyak di Twitter dengan cara mengecek satu per satu akun twitternya per 14 Februari 2010 pukul 20.00 WIB.
  1. Sherina 241.950 follower
  2. Luna Maya 210.139
  3. Raditya Dika 208.213
  4. Vidi Aldiano 187.182
  5. Tora Sudiro 140.889
  6. Desta Club 80's 139.515
  7. Bunga Citra Lestari 138.014
  8. Ringgo 129.600
  9. Indra Herlambang 128.597
  10. Indra Bekti 119.085

Cut Tari yang sebelumnya berada di peringkat 7 menurut versi twitercounter sekarang berada dalam peringkat 12 dalam daftar yang baru. Menyusul Sandra Dewi, Vincent Rompies, dan Tika Panggabean yang berturut-turut menempati peringkat 14, 15, dan 16. ( ash / ash )

Jumat, 12 Februari 2010

Gmail Bakal Adopsi Facebook dan Twitter

Selasa, 09/02/2010 14:07 WIB

Gmail Bakal Adopsi Facebook dan Twitter
Santi Dwi Jayanti - detikinet

ilustrasi (inet)

California - Google akan menyuntikkan layanan sosial ke dalam layanan email populernya, Gmail. Akibatnya, Gmail bakal mengadopsi layanan seperti yang dimiliki Facebook dan Twitter seperti berbagi status, foto hingga video.

Google mengharapkan, nantinya pengguna Gmail tak perlu membuka Facebook atau Twitter untuk sekadar melihat atau melakukan update status. Selain itu, Google juga berencana mengintegrasikan konten YouTube dan Picasa untuk bisa dilihat di Gmail.

Dilansir detikINET dari Wired, Selasa (9/2/2010), Google ingin menjadikan Gmail sebagai pusat pengguna internet berkirim pesan, bukan hanya email. Sejauh ini, pengguna Gmail telah bisa chatting, video call dan mengirim SMS.

Belum ada rincian lebih lanjut soal perubahan pada Gmail ini. Namun Google dikabarkan akan segera melakukan pengumuman soal ini.

( sha / wsh )

Rabu, 10 Februari 2010

Google Buzz Siap Hadapi Facebook dan Twitter

Situs Jejaring Sosial
Google Buzz Siap Hadapi Facebook dan Twitter
Layanan baru itu membuat pengguna Gmail bisa melakukan berbagai aktivitas jejaring sosial.
RABU, 10 FEBRUARI 2010, 19:05 WIB
Muhammad Firman, Harriska Farida Adiati
Google Buzz (google.com)

VIVAnews - Raksasa mesin pencari Google mengumumkan bahwa produk Gmail mereka akan memiliki tampilan jaringan sosial. Tampilan baru tersebut diciptakan agar Gmail dan Gchat mampu berkompetisi dengan Facebook dan Twitter.

Hadir dengan nama Google Buzz, layanan baru tersebut akan membuat pengguna Gmail bisa berbagi pesan, link situs internet, dan foto, dengan teman dan kolega langsung dari akun Gmail.

Seperti dikutip dari Inquirer, 10 Februari 2010, Google juga merilis beberapa produk yang dirancang agar tampilan situs sosialnya bisa diakses di perangkat mobile. Menurut Inquirer, fitur baru dari Google tersebut tampak sama saja dengan Facebook dan muncul di saat demam jejaring sosial mulai mereda.

Ini merupakan terobosan kedua Google dalam wilayah jaringan sosial. Sebelum ini, Google telah membuat jejaring sosial sendiri yakni Orkut yang berhasil berkembang di Brazil. Sayangnya Orkut gagal menarik minat pengguna penutur Bahasa Inggris seperti Facebook dan Myspace di Amerika.

Dengan Buzz, Google mengikuti jejak Yahoo yang juga membangun fungsi jejaring sosial ke dalam produk email mereka untuk bisa terhubung dengan Facebook.

• VIVAnews