Rabu, 28 Oktober 2009

Makin Hijau Makin Sehat

Makin Hijau Makin Sehat
SENIN, 19 OKTOBER 2009 | 17:25 WIB

KOMPAS.com - Terbukti lagi, ruang terbuka hijau meningkatan kualitas kesehatan. Dengan makin mahalnya biaya kesehatan, mungkin bisa dipertimbangkan untuk memanfaatkan ruang terbuka hijau sebagai bagian dari upaya mencegah penyakit.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology and Community Health menunjukkan orang-orang yang tinggal dalam radius satu kilometer dari taman atau area ruang terbuka hijau lainnya lebih jarang mengalami depresi dan kecemasan.

Penelitian yang dilakukan terhadap catatan medis 345.143 orang di Holland, Belanda, ini menilai status kesehatan responden dalam 24 kondisi, termasuk kardiovaskular, pernapasan, dan penyakit saraf. Hasil penelitian itu kemudian dikaitkan dengan jarak tempat tinggal responden dengan ruang terbuka hijau dalam radius satu kilometer, tiga kilometer.

Ternyata orang yang tinggal di lingkungan urban memiliki prevelansi lebih tinggi mengalami depresi dan kecemasan dibandingkan mereka yang tinggal dekat ruang terbuka hijau.

Manfaat kesehatan lain yang didapat oleh mereka yang rumahnya dekat ruang terbuka hijau, radius 1-3 kilometer di antaranya pencernaan yang lebih sehat dan menurunnya gejala gangguan fisik yang sering tidak bisa dijelaskan secara medis.

Selain udara yang lebih segar, ruang terbuka juga memungkinkan kita lebih terekspos pada sinar matahari yang kaya vitamin D.


AN

Editor: Abd
Sumber : health24

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/10/19/17254876/makin.hijau.makin.sehat

Selasa, 27 Oktober 2009

Seks, Alkohol dan Lemak Pembunuh Terbesar Manusia

Rabu, 28/10/2009 11:10 WIB

WHO: Seks, Alkohol dan Lemak Pembunuh Terbesar Manusia

Nurul Ulfah - detikHealth


img
(Foto : bbc)
Jakarta, Badan kesehatan dunia (WHO) berusaha mengingatkan publik betapa pentingnya menjaga kesehatan. Setidaknya ada 3 penyebab kematian terbesar yang menimpa hampir 60 juta orang tiap tahunnya di dunia, diantaranya seks bebas, alkohol dan lemak.

Tak hanya 3 hal di atas yang coba diingatkan WHO, tapi masalah gizi buruk, sanitasi dan tekanan darah tinggi juga memicu kematian tinggi pada manusia, baik anak-anak maupun dewasa.

Masalah gizi dianggap sebagai masalah yang kontradiksi di beberapa negara. Sementara negara-negara miskin menderita gizi buruk, negara kaya justru menderita obesitas. Dan obesitas menyebabkan kematian yang lebih besar daripada kurang gizi. Untuk itu, WHO merasa perlu memberi peringatan kembali pada publik.

"Mengetahui faktor risiko penyakit sejak dini dan meningkatkan kesadaran publik bisa mengurangi berkembangnya penyakit, dan secara otomatis meningkatkan pendapatan negara, terutama negara-negara miskin," ujar perwakilan WHO dalam laporan Global Health Risks seperti dikutip dari Reuters, Rabu (28/10/2009).

WHO juga melaporkan bahwa meskipun beberapa risiko penyakit seperti merokok dan obesitas berhubungan dengan negara maju berpendapatan tinggi, tapi ternyata hampir 3/4 penyakit yang diakibatkan faktor tersebut justru terjadi di negara miskin dan berkembang.

"Dunia saat ini sedang disibukkan dengan usaha melawan penyakit infeksi, tapi masyarakat tidak boleh lupa dengan risiko penyakit fisik lainnya yang berhubungan dengan konsumsi makanan, alkohol dan tembakau," jelas WHO.

Organisasi kesehatan PBB yang berbasis di Geneva itu pun melaporkan setidaknya ada 6 faktor penyebab kematian terbesar di dunia, berdasarkan data dari tahun 2004 hingga kini, yaitu tekanan darah tinggi (menyumbang 13 persen kematian dunia), konsumsi tembakau (9 persen), kadar glukosa tinggi (6 persen) dan obesitas (5 persen), seks bebas dan alkohol.

Faktor-faktor itu adalah penyebab penyakit-penyakit kronis pembunuh manusia, yaitu jantung, diabetes, kanker yang terjadi di hampir seluruh kelompok negara (miskin, berkembang, maju). "Data itu seharusnya menjadi peringatan khusus untuk masyarakat, karena terjadi hampir di seluruh belahan dunia," papar WHO.

Namun data dari National Statistic tahun 2007, tingkat kematian manusia akibat alkohol adalah 13 persen, dan paling tinggi terjadi di negara Eropa. Sebanyak 85 persennya adalah penyebab penyakit kronis mulai dari liver hingga sirosis (pengerasan hati). Tingkat konsumsi masih lebih banyak pada pria (18,1%) dibanding wanita (8,7%).

Sementara itu, meskipun belum diketahui berapa persen jumlah pasti penyakit yang disumbangkan akibat seks bebas, namun faktor ini harus tetap diwaspadai. Karena justru lebih banyak terjadi di negara miskin dan bisa merembet pada penyakit lainnya yang juga menyebabkan kematian, seperti infeksi menular seksual, kanker hingga AIDS.

CDC memperkirakan hampir 50 jenis mikroorganisme bisa menular lewat seks, salah satunya yang paling berbahaya adalah HIV. Data CDC tahun 2007 memperkirakan ada 33,2 juta orang di dunia yang terinfeksi virus HIV, dan membunuh 2,1 juta orang tiap tahunnya, termasuk 330.000 diantaranya tergolong anak-anak. Hampir 3/4 kematiannya terjadi di Afrika.

Pemburu UFO Indonesia Berkumpul di Bandung

Jumat, 04/04/2008 19:22 WIB
Juni 2008, Pemburu UFO Indonesia Berkumpul di Bandung
Baban Gandapurnama - detikBandung



Bandung
- Ternyata masalah UFO menarik perhatian masyarakat seluruh Indonesia. Pengamat astronomi, Dedy Suardi mengemukakan Juni 2008 ini pemburu UFO dari seluruh Indonesia akan berkumpul di Bandung.

Berkumpulnya para pemburu ini terkait dengan prediksi Dedy bahwa Juni sampai Agustus 2008 penampakan benda asing akan semakin sering. Pengamat luar angkasa dekaligus penulis buku Tafakur di Galaksi Luhur, Dedy Suardi mengajak siapa saja yang penasaran melihat benda asing tersebut untuk datang ke rumahnya di Ciburial.

"Juni rencananya UFO hunter sari Yogya akan datang ke rumah saya," ungkap Dedy ditemui dikediamannya di Ciburial, Jumat (4/4/2008).

Dirinya sangat percaya dengan UFO walaupun dirinya mengaku belum bertemu langsung. Namun dia memastikan suatu saat hal itu bisa terjadi dan dirinya akan mengabadikan dengan kamera dan handycam.

Dedy sangat berharap obsesinya untuk mangabadikan UFO suatu saat akan terwujud. Dia hanya menunggu makhluk tersebut datang.

"Saya akan merasa puas kalau ketemu makhluk asing ini yang kata orang-orang banyak bilang," ungkapnya.

Ketika ditanya apakah benda asing tersebut setiap harinya ada Dedy menyebutkan hal itu ada. Namun keberadaannya sulit ditemui apalagi jika ditunggu dengan sengaja.

"Bisa juga karena feeling, kalau feeling akan muncul maka suka ada yang muncul, namun cepat juga hilangnya," jelasnya.

Menurut Dedy, bentuk benda asing yang sering dilihatnya menyerupai cerutu, mangkok atau berbentuk pipih. Dari benda tersebut keluar cahaya putih atau warna oranye.

Berdasarkan pengamatannya, benda-benda melintas secara horizontal. Menurutnya, sangat tidak mungkin kalau benda tersebut adalah pesawat domestik karena benda tersebut menukik dengan cepat ke arah kanan mapun kiri.

"Ada yang berjalan lurus kemudian berhenti dan lurus lagi. Ada juga yang jalan cepat menukik ke kanan atau ke kiri," papar Dedy.
(ema/twi)

Minggu, 25 Oktober 2009

Menangkis Lesu Akibat Sindrom Hari Senin

Senin, 19/10/2009 06:53 WIB

Menangkis Lesu Akibat Sindrom Hari Senin

Hani K - detikHealth


img
(Foto: esquire.com)
Jakarta, Memulai aktivitas kembali di hari Senin buat sebagian orang sangat berat setelah menjalani libur akhir pekan. Umumnya mayoritas pekerja menghadapi sindrom ' I Hate Monday' dan jarang sekali yang menyambut awal pekan dengan bergairah.

Tidak sedikit karyawan yang tidak masuk di hari Senin dengan berbagai alasan karena tidak memiliki semangat di hari Senin. Coba ingat-ingat kapan terakhir Anda merasa sangat senang menyambut Senin alias 'I Love Monday'.

Jika tidak ingat, Anda tidak sendirian karena sindrom benci hari Senin atau 'I Hate Monday' memang sudah biasa.Tapi ada beberapa tips yang dapat dicoba untuk mengurangi sindrom 'I Hate Monday' seperti dilansir dari psychologytoday.com, Senin (19/10/2009):

1. Gunakan akhir pekan dengan bijaksana dan jangan terlalu banyak tidur saat weekend.
Sebagian besar orang menggunakan weekend untuk membayar utang tidur dengan bangun siang dan lebih banyak tidur. Padahal tubuh perlu waktu untuk menyesuaikan diri ke jadwal normal sehingga kita merasa malas bangun pagi di hari Senin dan merasa mengantuk lebih lama.

2. Coba ciptakan sesuatu yang menarik di hari Senin.
Misalnya, makan malam dengan sahabat lama atau hanya sekedar berjanji ngobrol melalui telepon di hari Senin sore.

3. Beri waktu yang seimbang antara kerja, keluarga, dan diri sendiri.
Memberikan waktu untuk keluarga dan diri sendiri saat weekend sangat penting sebagai upaya mengisi kembali (re-charging) kebersamaan yang hilang, sehingga waktu kerja sehari-hari bisa maksimal.

3. Cintai pekerjaan Anda dan cobalah tersenyum di pagi hari.
Jika anda berhasil mencintai pekerjaan Anda, hari Senin bukan masalah lagi tetapi jika Anda tidak bisa mencintainya, tersenyumlah! Seyum akan membantu untuk mengusir perasaan negatif dan suasana hati (mood) yang kurang baik.

4. Bersyukurlah.
Tidak akan ada hari Jumat tanpa diawali dengan hari Senin. Bersyukurlah akan pekerjaan yang anda punya sehingga efek positif akan terpancar dari diri Anda.

Poligami Memperpanjang Umur Pria 12 Persen

Selasa, 20/10/2009 12:50 WIB

Poligami Memperpanjang Umur Pria 12 Persen

Nurul Ulfah - detikHealth


img
(Foto : Telegraph)
Jakarta, Ekspansi klub poligami asal Malaysia di Bandung cukup menghebohkan. Sebuah studi terkini di Inggris mengatakan bahwa poligami bisa memperpanjang umur hingga 12 persen. Tapi studi lain menyebutkan bahwa istri yang dipoligami cenderung lebih stres.

Setelah melakukan analisis terhadap praktek poligami di hampir 140 negara, Virpi Lummaa, seorang ekolog dari University of Sheffield, Inggris menyebutkan bahwa pria yang melakukan poligami cenderung lebih panjang umur hingga 12 persen daripada pria yang monogami.

Tidak hanya pria, wanita yang dipoligami pun ternyata lebih panjang umur. Sebuah fenomena yang disebut para peneliti sebagai efek nenek bisa menjelaskan mengapa wanita yang dipoligami punya umur lebih panjang, terutama setelah melewati masa menopause.

Lumma mengatakan bahwa setiap 10 menit seorang wanita berhasil melewati masa menopause, kebahagiaanya akan bertambah 2 kali lipat. Peneliti mengatakan bahwa banyaknya cucu dan perhatian dari anak-anaknya membuat ia lebih bahagia dan ingin hidup lebih lama.

Sementara itu, pria yang mmelakukan poligami disebut peneliti masih memiliki alat reproduksi yang bagus hingga umur 60, 70, bahkan 80 tahun. "Hal itulah yang yang kemungkinan memperpanjang hidupnya," ujar Lumma seperti dikutip dari Redorbit, Selasa (20/10/2009).

Lumma dan timnya membandingkan negara-negara yang melakukan praktik poligami dengan negara yang monogami, dan hasilnya ternyata mereka yang melakukan praktik poligami memang lebih sehat dan memiliki nutrisi yang lebih baik ketimbang mereka yang monogami.

Peneliti mengatakan bahwa rahasia dari manfaat poligami berasal dari istri. Suami yang memiliki istri banyak, yang bisa mengurus dirinya dengan baik sudah tentu akan memiliki kesehatan yang lebih baik. Mereka juga akan lebih bahagia karena memiliki banyak anak dan kehidupan seksnya terpenuhi terus.

"Kebutuhan seks yang terpenuhi membuat kesuburan tetap bertahan meski sudah memasuki usia abu-abu. Dan kesuburan seseorang sangat berpengaruh terhadap fungsi hormon yang mengatur metabolisme tubuh. Semakin baik kesuburannya, semakin baik pula kinerja hormon dan itu membuat seseorang tetap sehat," jelas Lumma.

Manfaat poligami lainnya yang disebut peneliti yakni adanya dorongan dan motivasi untuk terus menghidupi dan memberi nafkah untuk anak dan istrinya. Menurut antropolog Chris Wilson dari Cornell University in Ithaca, New York, hipotesis tersebut sangat masuk akal.

Bagi pria, poligami memang akan membawa manfaat yang baik untuk kesehatan, namun bagi wanita sepertinya tidak. Meskipun beberapa studi menyebutkan bahwa poligami membawa efek baik untuk sang istri, tapi lebih banyak studi yang menunjukkan bahwa istri yang dipoligami cenderung lebih stres.

Profesor Martha Bailey dan Bita Amani dari Queen's University menyebutkan bahwa istri dan anak akan menjadi korban dalam rumah tangga kerika seorang suami memilih untuk melakukan poligami.

"Mereka lebih banyak mengalami depresi dan stres karena perasaan cemburu. Mereka juga cenderung menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga," ujar Bailey. Sementara suami yang melakukan poligami mendapat pemenuhan seks yang baik, istri yang dipoligami justru menderita karena harus menghadapi kenyataan suaminya berbagi seks dengan wanita lain dan kemungkinan penyakit menular seksual.

Ketika seorang wanita depresi, pola pengasuhan anaknya pun menjadi kacau. Dan itu akan memberi dampak negatif bagi anak. Anak juga berisiko mengalami trauma dan dikucilkan oleh teman-temannya. Perilaku mereka pun menurut peneliti lebih sulit terkontrol karena peran ayah menjadi berkurang.

Namun yang paling penting dalam poligami adalah perhatian suami terhadap semua istri dan anak-anaknya. "Suami yang melakukan poligami akan lebih panjang umur hanya jika ia bisa memperhatikan dan memperlakukan semua istri dan anak-anaknya dengan adil," ujar Wilson.

Rabu Simbol Hari Malas?

Rabu, 21/10/2009 08:10 WIB

Rabu Simbol Hari Malas?

Nurul Ulfah - detikHealth


img
(Foto: z.about)
New York, Banyak yang bilang Senin adalah hari paling malas untuk beraktivitas. Tapi para peneliti dari University of Vermont, New York mengatakan Rabu adalah hari yang lebih malas, jenuh dan depresi.

Seperti dilansir dariLimelife, Rabu (21/10/2009), para ahli matematika di universitas tersebut melakukan survei terhadap dua juta blog orang selama empat tahun. Mereka menganalisis dan menghitung berapa banyak kata atau kalimat negatif yang muncul setiap harinya, dan pada hari apa kata itu lebih sering muncul.

Sistem skor pun dilakukan untuk bisa melihat perbedaannya secara signifikan. Kata-kata seperti 'Saya merasa' atau 'Saya sedang merasa' dan lainnya akan diberi skor dengan skala 1-10. Kata-kata negatif seperti 'bunuh diri' atau 'trauma' diberi skor paling rendah, sedangkan kata-kata seperti 'surga' dan 'cinta' memiliki skor tinggi.

Dan hasil survei tersebut, peneliti menemukan bahwa hari Rabu adalah hari yang paling tidak bahagia. Sementara itu, hari minggu adalah hari yang paling bahagia dan menyenangkan.

Para peneliti berasumsi bahwa ketika sudah memasuki hari Rabu, seseorang akan mulai merasa jenuh dengan segala aktivitas rutinnya. Dibanding hari Senin, pada hari Rabu biasanya semangat seseorang akan menurun dan hal itu memicu stres dan depresi.

Keadaan statis dan pekerjaan yang belum terselesaikan umumnya menumpuk di hari Rabu. Tidak heran jika semangat di hari itu akan berkurang. Rasa malas pun akhirnya muncul dan membuat seseorang kehilangan arah bahkan stres dan depresi.

Jadi jangan heran di kalangan anak muda Rabu malam dijadikan hari untuk dugem, seperti yang dilakukan di beberapa kota di negara barat yang mengkhususkan Rabu sebagai hari kongkow.

Namun apapun harinya, isilah hari dengan melakukan hal-hal menarik dan memvariasikan kegiatan. Semangat!

Tren Suntik Vitamin C

Jumat, 23/10/2009 10:10 WIB

Maraknya Tren Suntik Vitamin C

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: dailymail)
Jakarta, Suntik vitamin C boleh jadi sudah menjadi tren baru di masyarakat. Pria, wanita, tua, muda kini banyak yang melakukannya dengan alasan agar stamina dan kulit tetap terjaga. Suntik vitamin C juga lebih disukai ketimbang konsumsi obat karena hasilnya lebih cepat.

Jadi jangan heran, kalau banyak yang melakukan suntik vitamin C mulai dari orang biasa, artis hingga pejabat. Biayanya pun bervariasi mulai dari Rp 85.000 hingga 300 ribu tergantung konsumen ingin vitamin C yang jenis apa.

Konsumen yang sudah mencoba suntik vitamin C seperti dikatakan Maria (40 tahun) badannya menjadi lebih segar dan kulitnya lebih cerah. Maria hanya perlu waktu sebulan sekali untuk suntik vitamin C. "Saya suntik vitamin c yang ada kolagennya, jadi kulit kita tidak kusam," katanya.

Manfaat suntik vitamin C memang untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta membantu mencerahkan kulit karena proses generasi sel-sel lebih cepat dengan bantuan suntikan vitamin C.

Orang-orang yang memiliki jam kerja padat atau sering berada di luar ruangan memilih suplemen vitamin C ini sebagai alternatif, karena khasiat vitamin C akan lebih cepat terasa bagi tubuh.

Suntik vitamin C ini dilakukan dengan cara memasukkan vitamin C melalui pembuluh darah sehingga mengurangi kemungkinan hilangnya kadar vitamin C. Untuk itu, pemberian vitamin ini harus dilakukan oleh orang yang benar-benar ahli agar tidak terjadi kesalahan penyuntikkan.

Tapi ingat tidak semua orang cocok dengan suntik vitamin C. Seperti dijelaskan dr Diah Syarifah, orang yang ingin suntik vitamin C ini harus memiliki fungsi hati dan ginjal yang bagus.

"Karena nantinya akan mempengaruhi penyerapan dari vitamin itu sendiri serta sebaiknya orang yang memiliki kadar gula darah tinggi tidak melakukan suntik vitamin C," ujar dr. Diah Syarifah saat dihubungaidetikHealth, Jumat (23/10/2009).

Diah menambahkan orang yang melakukan suntik vitamin C sebaiknya mengonsumsi air putih yang lebih banyak. Secara normal orang mengonsumsi air putih 2 liter selama 24 jam, namun bagi orang yang melakukan suntik vitamin C sebaiknya mengonsumsi air putih 3 liter selama 24 jam. Hal ini karena vitamin C itu bersifat mudah mengendap di ginjal, jadi jika tidak dibarengi oleh minum air yang banyak akan berbahaya bagi ginjal itu sendiri salah satunya adalah menimbulkan batu ginjal.

Jangka waktu suntik vitamin C ini bervariasi dan tergantung dari kondisi orang itu sendiri, ada yang 1 bulan sampai 3 bulan sekali namun ada juga yang sebulan dua kali. "Sebaiknya berhenti dulu melakukan penyuntikan jika sudah 6 sampai 8 kali suntik, ini berguna untuk mengistirahatkan ginjal kita," ungkapnya.

Diah menyarankan konsumen yang ingin melakukan suntik vitamin C datang ke dokter yang memang sudah kompeten agar pemberian dosisnya tepat. Karena jika dosis yang diberikan tidak sesuai bisa berbahaya bagi ginjal. Dosis yang diberikan berbeda bagi setiap orang, ini tergantung dari berapa berat badan yang dimiliki oleh orang tersebut.

"Sebelum memutuskan untuk melakukan suntik vitamin C, sebaiknya periksakan dulu kesehatan hati, ginjal dan kadar gula darahnya. Sebaiknya suntik vitamin C ini dilakukan bagi orang yang berusia di atas 20 tahun karena metabolismenya sudah sempurna," ujar dokter lulusan Universitas Sriwijaya ini.

Satu hal yang harus diperhatikan bahwa suntik vitamin C ini tidak akan menghasilkan kulit yang cerah selamanya, untuk itu tetap diperlukan mengonsumsi buah dan sayur-sayuran serta menjaga kontak kulit dengan matahari.