Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juni 2011

Taman Laut Terbesar di Indonesia

Taman Laut Terbesar di Indonesia


Inilah kecantikan Raja Ampat yang mulai termasyhur itu. Terdiri dari 1500 pulau dan atoll, serta empat pulau besar, Raja Ampat menyimpan terumbu karang terlengkap di dunia. Belum lagi perairannya. Dengan air sebening kaca, dari tebing dengan ketinggian 100 meter, ikan-ikan di bawahnya pun bisa terlihat jelas.

Raja Ampat pun menjadi rumah bagi berbagai spesies burung cendrawasih, maleo, nuri, kakatua serta beragam anggrek.

Menyelam adalah aktivitas favorit bagi mereka yang pergi menuju taman laut terbesar di Indonesia ini. Lihatlah foto-foto keindahan Raja Ampat di bawah ini:


Foto: Dok. True Love



Foto: Dok. True Love




Foto: Dok. True Love




Foto: Dok. True Love




Foto: Dok. True Love




Foto: Dok. True Love




Foto: Dok. True Love

Jumat, 03 Juni 2011

Indonesia Bantu Facebook Lampaui 700 Juta Pengguna

Rabu, 01/06/2011 18:38 WIB
Indonesia Bantu Facebook Lampaui 700 Juta Pengguna
Fino Yurio Kristo - detikinet

Ilustrasi (inet)

Jakarta - Makin berjubel saja pengguna Facebook. Berdasarkan data dari blog statistik Socialbakers, jumlah anggota situs jejaring terpopuler itu bakal segera menembus jumlah 700 juta.

Pertumbuhan terbesar disumbangkan Brazil, yang menambahkan lebih dari 1,9 juta user pada bulan Mei, menyumbang persentase 11%. Diikuti kemudian oleh negara kita, Indonesia, yang menyumbang lebih dari 1,5 juta pemakai Facebook baru. Berturut-turut di posisi lima besar adalah Filipina, Meksiko dan Argentina.

Amerika Serikat sebagai kandang Facebook, kurang berkontribusi besar pada pertumbuhan jumlah ini. Namun mereka masih memegang posisi sebagai negara denganFacebooker terbanyak, sejumlah sekitar 150 juta user.

Paruh pertama tahun 2011 memang menjadi berkah bagi situs yang didirkan oleh Mark Zuckerberg ini. Tercatat dalam 3 bulan pertama, sejumlah 80 juta user baru masuk ke Facebook.

Dengan jumlah pengguna sebesar itu, rasanya Facebook masih akan lama berkuasa sebagai situs jejaring yang paling digandrungi. Demikian seperti dilansir PCMag dan dikutip detikINET, Rabu (1/6/2011).

( fyk / ash )

Minggu, 27 Maret 2011

Smart TV di Indonesia Tinggal Tunggu Waktu

Minggu, 27/03/2011 07:24 WIB

Smart TV di Indonesia Tinggal Tunggu Waktu
Andrian Fauzi - detikinet


ilustrasi (hitachi)


Bandung - Teknologi televisi bergerak menuju smart tv. Fungsi televisi pun tidak hanya menangkap siaran stasiun televisi, tapi juga bisa mengakses konten-konten yang ada di internet. Teknologi smart tv ini niscaya akan segera menghampiri tanah air.

Sebelumnya, beberapa vendor telah meluncurkan inovasi canggih ini. Sebut saja LG ataupun Samsung. Di beberapa negara maju, smart tv ini sudah bisa dinikmati kecanggihannya.

Hitachi pun tak mau ketinggalan. Dalam waktu dekat, pabrikan asal Jepang yang terkenal dengan produk televisinya ini berencana akan meluncurkan smart tv ini di tanah air.

Demikian diungkapkan oleh Hiroshi Honda, Sales Manager Hitachi Asia Ltd.co saat berbincang dengan detikINET, Sabtu (26/3/2011). Honda menegaskan bahwa dalam kurun waktu 2 tahun ini pihaknya akan mempelajari pasar Indonesia sebelum meluncurkan smart tv di tanah air.

"Di Asia, khususnya di Indonesia, kita masih mempelajari dulu. Mungkin dalam waktu 2 tahun kita bisa masuk pasar sini," katanya.

Di Jepang sendiri, sambung Honda, smart tv sudah setahun lalu pasarkan. Sedangkan di Eropa dan Amerika baru saja masuk ke pasaran.

"Tak bisa dipungkiri, dalam memasarkan produk kita tergantung dari demand. Tapi kita pelajari dulu lah. Kalau ternyata bagus dan memungkinkan untuk memasarkannya, ya kita masuk," tukasnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Hendra Kurniawan, Product Manager Hitachi Modern Sales Indonesia. Menurutnya sebelum meluncurkan suatu produk, pihaknya akan mempelajari terlebih dulu pasar dan permintaan pasar.

Namun dirinya menegaskan bahwa pihaknya telah memiliki teknologinya, sehingga jika memang ternyata dalam perjalanannya dirasa bisa dipasarkan dalam waktu dekat, maka pihaknya akan segera meluncurkannya.

"Kami concern dengan teknologi ramah lingkungan. Tak hanya itu teknologi kontras yang selama ini menjadi andalan kami terus kami perbaiki dan tingkatkan. Ya, kalau memang permintaan akan smart tv sudah ada dan bagus, maka kami akan pasarkan," katanya.


( wsh / wsh )

Kamis, 28 Oktober 2010

Bahasa & Kunci Pusat Dunia Berada di Indonesia

Jumat, 22/10/2010 16:14 WIB
Indonesia Benua yang Hilang
Bahasa & Kunci Pusat Dunia Berada di Indonesia
Fitraya Ramadhanny - detikNews



Jakarta - Indonesia dan kawasan Asia Tenggara diduga menjadi pusat dunia pada akhir Zaman Es. Profesor asal Oxford, Inggris, Stephen Oppenheimer, mencoba menelusurinya lewat asal usul bahasa manusia modern.

Dalam bukunya Eden in The East setebal 814 halaman itu, Oppenheimer berteori kalau bahasa manusia modern berawal dari kawasan Asia Tenggara. Saat benua Sundaland tenggelam ketika es mencair, para penduduk Sundaland yaitu Indonesia dan sekitarnya berimigrasi ke berbagai belahan dunia.

Mereka bertebaran di muka bumi 8.000-6.000 tahun lalu. Para penduduk Sundaland membawa bahasa mereka yang kemudian berkembang menjadi bahasa-bahasa dunia yang ada sekarang.

Oppenheimer mengatakan, ada semacam anomali dalam pohon percabangan kelompok bahasa di dunia, dan itulah kelompok bahasa Austronesia. Inilah bahasanya orang Indonesia dan orang Oseania. Ada garis tegas yang membedakan bahasa mereka dengan bahasa di belahan dunia lain.

Diduga, inilah bahasa purba yang tetap lestari sampai hari ini, ilmuwan menyebutnya Paleo-Hesperonesia. Menurut ilmuwan, ada 30 bahasa di Indonesia dan juga Malaysia yang masuk keluarga ini.

Di Indonesia misalnya, ada bahasa-bahasa yang ilmuwan pun bingung memasukkan mereka ke kelompok mana. Hanya faktor geografis yang membuat mereka masuk keluarga Austronesia.

Sebut saja bahasa Gayo, Batak, Nias, Mentawai, Enggano. Ilmuwan enggan memasukkan mereka ke keluarga bahasa Melayu karena memang berbeda. Bahasa Dayak Kayan, Kenyah dan Mahakam di Kalimantan juga berbeda. Sementara di Indonesia timur ada Bajo yang juga unik di Laut Sulu, Filipina Selatan.

Mereka ini adalah para petualang. Sebut saja orang Bajo yang gemar berlayar ke Flores, sehingga ada daerah bernama Labuhan Bajo. Oppenheimer menilai, ketika bangsa-bangsa dari kawasan ini menyebar, bahasa mereka pun berubah. Namun bahasa di tempat asal mereka tetap lestari sampai hari ini.

Penelitian Oppenheimer ini tentu menguatkan penelitian Arysio Santos yang menulis Atlantis: The Lost Continent. Walaupun, Oppenheimer memiliki teori sendiri yang sama sekali berbeda. Namun dia mencapai kesimpulan yang sama soal pentingnya Indonesia di akhir Zaman Es.

Nah jika anda ingin tahu lebih lanjut penelitian Oppenheimer, buku Eden in The East akan diterbitkan oleh Ufuk Press akhir bulan Oktober. Tunggu saja.

(fay/nrl)

Indonesia dan Banjir Nabi Nuh

Senin, 25/10/2010 11:20 WIB
Indonesia Benua yang Hilang
Indonesia dan Banjir Nabi Nuh
Fitraya Ramadhanny - detikNews



Jakarta - Seorang ilmuwan dari Univeritas Oxford, Inggris, meyakini banjir Nabi Nuh adalah fakta sejarah yang terjadi di kawasan Indonesia. Kisah banjir Nuh diyakini sebagai pemicu migrasi massal dari benua Sundaland yang tenggelam.

Profesor Stephen Oppenheimer menulis buku Eden in The East: Benua yang Tenggelam di Asia Tenggara, untuk mengungkapkan penelitiannya. Pakar genetika ini juga sekaligus mendalami antropologi dan folklore yang mengkaji dongeng-dongeng dunia.

Menurut dia, satu-satunya dongeng yang menyebar luas di dunia secara merata adalah kisah banjir Nabi Nuh dengan segala versinya. Umat Islam, Kristen dan Yahudi tentu mendapatkan kisah banjir Nuh dari kitab suci masing-masing.

Namun, bagaimana dengan masyarakat pra Islam, Kristen dan Yahudi? Misalnya saja bangsa Sumeria, Babilonia, India, Yunani. Mereka pun ternyata punya kisah banjir bandang yang menenggelamkan seluruh daratan.

Buku Eden in The East setebal 814 halaman ini, separuhnya dihabiskan Oppenheimer untuk membedah dongeng-dongeng ini. Oppenheimer mencatat ada sekitar 500 kisah soal banjir di seluruh dunia. Dari India sampai Amerika, dari Australia sampai Eropa.

Tokoh utamanya pun berubah-ubah. Agama samawi menyebutnya Nuh, atau Noah. Bangsa Mesopotamia menyebut sang jagoan adalah Utanapishtim, di Babilonia kuno disebut Athrasis, orang India kuno menyebutnya Manu.

Nama boleh beda, namun inti ceritanya sama. Ada banjir besar yang menenggelamkan daratan, sang tokoh utama menyelamatkan diri dengan perahu, atau kapal besar. Dia pun tidak lupa membawa hewan-hewan. Kapalnya nanti mendarat di gunung dan sang tokoh utama bersama keluarga atau pengikutnya melanjutkan kehidupan mereka yang baru.

Oppenheimer pun mengungkapkan, kisah-kisah banjir lebih banyak lagi terdapat di Asia Tenggara. Variasinya sangat bermacam-macam pada berbagai suku pedalaman di Indonesia, Malaysia, Filipina dan pulau-pulau di Polinesia.

Tingkat keberagaman cerita banjir di kawasan ini pun membuat Oppenheimer berteori, kalau bangsa yang terpaksa berimigrasi akibat banjir besar, tinggal di Indonesia dan sekitarnya. Semua kisah banjir ini menurut Oppenheimer adalah bukti kalau banjir besar di penghujung Zaman Es ini adalah benar adanya.

Jika Anda ingin mendalami kisah Indonesia sebagai benua yang tenggelam, buku Eden in The East sudah diterbitkan oleh Ufuk Press. Anda bisa mendapatkannya di toko-toko buku terdekat.


(fay/nrl)

Selasa, 04 Mei 2010

Cara Legal Memburu Harta Karun di Indonesia

Senin, 03/05/2010 18:59 WIB
Harta Karun Indonesia
Cara Legal Memburu Harta Karun di Indonesia
Muhammad Taufiqqurahman - detikNews

AFP
Jakarta - Michael Hatcher 'Raja Kapal Tenggelam' dicekal karena aktivitas Arkeologi Bawah Airnya (ABA) di Indonesia yang ilegal. Lalu bagaimana caranya agar eksplorasi tersebut menjadi legal? Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan beberapa masukan.

Pelaksana Tugas Direktur Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Sudirman Saad menjelaskan, perusahaan yang ingin melakukan ABA harus terlebih dahulu membuat proposal ke panitia nasional Benda Berharga Asal Muatan Kapal yang Tenggelam (BMKT) untuk melakukan survei.

"Badan ini diketuai Menteri Kelautan dan Perikanan. Perusahaan harus melengkapi rekomendasi prosedur serta melakukan presentasi ijin survei," ujar Sudirman Saad di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (3/5/2010).

Jika dianggap layak, maka BMKT akan memberikan ijin selama 2 bulan bagi perusahaan untuk melakukan survei ke lokasi harta karun tersebut.

"Hasilnya akan dilaporkan ke Panitia Nasional. Ada dua hal yang akan dibicarakan, layak atau tidak survei itu dilakukan," jelasnya.

Setelah mendapat ijin, perusahaan tidak langsung turun ke lapangan. Akan tetapi, perusahaan kembali akan melakukan presentasi di depan Panitia Nasional untuk menjelaskan tata cara dan teknis pengangkatan barang di dalam air. Dalam presentasi kali ini, perusahaan wajib melengkapi ijin Security Clearance dari Kementerian Pertahanan untuk semua personil dan para penyelam, menyiapkan gudang penyimpanan BMKT.

"Jika semuanya telah disetujui, maka akan diberikan izin selama 2 tahun untuk bekerja," jelasnya.

Sudirman menambahkan, perusahaan yang bekerja tidak dilepas begitu saja. Setiap akan melakukan penyelaman akan didampingi oleh anggota dari Panitia Nasional.

"Sebagai pengawas dan mendokumentasikan setiap penemuan yang dilakukan," katanya.

Setelah BMKT semuanya terangkat, maka akan dilakukan penyimpanan ke gudang yang telah disepakati sebelumnya.

"Barangnya akan di dibawa dengan kawalan dari anggota TNI AL dan pengawas dari Panitia Nasional. Setiap wadah harus disertai dengann manifest," pungkasnya.


(fiq/rdf)

Selasa, 27 Oktober 2009

Pemburu UFO Indonesia Berkumpul di Bandung

Jumat, 04/04/2008 19:22 WIB
Juni 2008, Pemburu UFO Indonesia Berkumpul di Bandung
Baban Gandapurnama - detikBandung



Bandung
- Ternyata masalah UFO menarik perhatian masyarakat seluruh Indonesia. Pengamat astronomi, Dedy Suardi mengemukakan Juni 2008 ini pemburu UFO dari seluruh Indonesia akan berkumpul di Bandung.

Berkumpulnya para pemburu ini terkait dengan prediksi Dedy bahwa Juni sampai Agustus 2008 penampakan benda asing akan semakin sering. Pengamat luar angkasa dekaligus penulis buku Tafakur di Galaksi Luhur, Dedy Suardi mengajak siapa saja yang penasaran melihat benda asing tersebut untuk datang ke rumahnya di Ciburial.

"Juni rencananya UFO hunter sari Yogya akan datang ke rumah saya," ungkap Dedy ditemui dikediamannya di Ciburial, Jumat (4/4/2008).

Dirinya sangat percaya dengan UFO walaupun dirinya mengaku belum bertemu langsung. Namun dia memastikan suatu saat hal itu bisa terjadi dan dirinya akan mengabadikan dengan kamera dan handycam.

Dedy sangat berharap obsesinya untuk mangabadikan UFO suatu saat akan terwujud. Dia hanya menunggu makhluk tersebut datang.

"Saya akan merasa puas kalau ketemu makhluk asing ini yang kata orang-orang banyak bilang," ungkapnya.

Ketika ditanya apakah benda asing tersebut setiap harinya ada Dedy menyebutkan hal itu ada. Namun keberadaannya sulit ditemui apalagi jika ditunggu dengan sengaja.

"Bisa juga karena feeling, kalau feeling akan muncul maka suka ada yang muncul, namun cepat juga hilangnya," jelasnya.

Menurut Dedy, bentuk benda asing yang sering dilihatnya menyerupai cerutu, mangkok atau berbentuk pipih. Dari benda tersebut keluar cahaya putih atau warna oranye.

Berdasarkan pengamatannya, benda-benda melintas secara horizontal. Menurutnya, sangat tidak mungkin kalau benda tersebut adalah pesawat domestik karena benda tersebut menukik dengan cepat ke arah kanan mapun kiri.

"Ada yang berjalan lurus kemudian berhenti dan lurus lagi. Ada juga yang jalan cepat menukik ke kanan atau ke kiri," papar Dedy.
(ema/twi)