Tampilkan postingan dengan label Microsoft. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Microsoft. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Agustus 2010

Trik Mencuri Informasi dari Google, Microsoft, Apple dkk

Senin, 09/08/2010 16:18 WIB

Trik Mencuri Informasi dari Google, Microsoft, Apple dkk
Wicak Hidayat - detikinet

ilustrasi (cc/nasa)

Jakarta - Nama-nama besar seperti Google, BP, McAfee, Symantec, Shell, Microsoft, Oracle, Cisco, Apple dan Walmart tidaklah kebal terhadap aksi pencurian informasi. Hal itu terbukti saat semua perusahaan itu jadi sasaran sebuah kontes yang digelar para penggiat keamanan komputer dalam Defcon18 beberapa waktu lalu.

Dalam kontes itu, peserta berhasil mengekstrak informasi dari seluruh perusahaan yang jadi sasaran. Trik yang digunakan dalam kontes itu hanya satu: Social Engineering.

Lewat Social Engineering, pelaku cukup menggunakan panggilan telepon untuk mencuri informasi dari sasarannya. Trik yang gampang-gampang susah ini cukup populer di kalangan penggiat keamanan komputer seperti 'hacker legendaris' Kevin Mitnick.

Poin dalam kontes diberikan untuk beberapa kategori informasi yang diinginkan. Seperti dikutipdetikINET dari DarkReading, Senin (9/8/2010), ini termasuk nama penyedia makanan di kafetaria, tipe browser yang digunakan dan versinya, program antivirus yang digunakan hingga siapa yang menangani tempat sampah.

Poin paling besar diberikan pada peserta yang berhasil mengarahkan korbannya untuk mengklik sebuah alamat web.

Menakutkan


Tak disebutkan perusahaan mana yang paling banyak kebobolan informasi. Namun, menurut penyelenggara, terjadi kebocoran informasi pada semua perusahaan yang jadi sasaran.

"Pada semua perusahaan, selama kami berhasil berhubungan dengan manusia, trik Social Engineering selalu bisa dilakukan," tutur Chris Hadnagy, penyelenggara kontes dan manajer operasional dari Offensive-Security.com.

"Dari sudut pandang profesional di bidang keamanan, sangat menakutkan bahwa hal ini terjadi. Perusahaan-perusahaan itu adalah sampel dari industri utama di Amerika: minyak, ritel, manufaktur, telepon dan keamanan. Ini cukup mengerikan," ujar Hadnagy.

Peserta dilarang untuk meminta informasi yang cenderung ilegal seperti mendapatkan nomor kartu kredit atau nomor jaminan sosial. Selain itu, mereka juga tak boleh menyamar sebagai petugas pemerintah, penegak hukum atau entitas legal lain.

Kebanyakan peserta disebut menyamar sebagai surveyor, wartawan atau pebisnis. Apa trik yang paling jitu? Pertama, kontestan harus benar-benar percaya bahwa dirinya adalah yang disebutkan dan kedua, banyak kontestan yang berhasil dengan mengajukan permintaan tolong.

Mencegah

Jika perusahaan sekelas Google atau Microsoft saja rentan akan serangan jenis ini, bagaimana cara mencegahnya? Menurut Dave Marcus, direktur penelitan dan komunikasi di McAfee Labs, kontes ini adalah sesuatu yang berharga bagi perusahaan.

"Aksi itu memang sulit. Anda bisa melakukannya pada siapapun selama Anda punya cukup informasi soal mereka dan cukup ngotot," ujar Marcus.

Untuk mencegahnya, Marcus mengatakan, tak bisa dengan kursus singkat dan menampilkan presentasi soal Social Engineering. "Seharusnya karyawan ditaruh dalam sebuah pelatihan dengan skenario, mereka harus duduk dan menghadapi aksi ini dan mengetahui seperti apa rasanya menjadi korban," kata Marcus.

Menurut Marcus, saat ini menjalankan Social Engineering makin mudah. Seseorang bisa membuat profil, yang akan digunakan untuk melakukan Social Engineering, dengan melihat aktivitas korban di twitter, blog dan situs jejaring sosial lainnya.


( wsh / wsh )

Kamis, 22 April 2010

Facebook Bantu Microsoft Gempur Google Docs

Facebook Bantu Microsoft Gempur Google Docs
Lewat Facebook, pengguna bisa berbagi dokumen Office ke teman Facebook lainnya.
KAMIS, 22 APRIL 2010, 14:01 WIB
Indra Darmawan
Pendiri Facebook Mark Zucekerberg mengenalkan Docs.com (Silicon Alley Insider)

VIVAnews - Dalam acara f8 Developer's Conference di San Francisco, Facebook mengumumkan kerjasamanya dengan Microsoft menyediakan aplikasi online pendukung produktivitas kerja pesaingGoogle Docs.

Aplikasi Docs.com, adalah software Microsoft Office 2010 versi online, yang juga dapat terintegrasi dengan Facebook. Nantinya ke depan, setelah mengerjakan sebuah dokumen, seseorang bisa langsung berbagi dokumen dengan teman Facebook lainnya.

"Hari ini Microsoft mengumumkan Docs.com, versi online dari program Office, yang memudahkan untuk berbagi dokumen dan berkolaborasi dengan kawan Anda secara online," kata Mark Zuckerberg kepada peserta konferensi.

Pengguna bisa melakukan sign-in ke dalam Docs.com menggunakan ID Facebook mereka. Saat ingin berbagi dokumen dengan orang lain, dokumen itu akan muncul dalam list Kabar Berita (News Feed), bersama dengan beberapa detil editorial.

Atau, bila hanya ingin membagi dokumen itu ke seorang teman, ia bisa mengirimkan dokomen itu langsung ke inbox Facebooknya.

"Sekarang, saat hendak bertukar dokumen Word, PowerPoint, dan Excel, Anda bisa menggunakan Office dengan cara biasa, maupun lewat aplikasi web yang kami sediakan," kata Lili Cheng, General Manager Microsoft FUSE Labs, seperti dikutip dari situs V3.

Saat ini Docs.com memang masih pada tahap beta (percobaan), sehingga pengguna baru bisa melihat dokumen saja, dan belum bisa menikmati layanan Docs.com secara penuh.

Ini merupakan strategi cerdik dari Microsoft untuk memanfaatkan jejaring sosial nomor wahid, untuk mempopulerkan layanan barunya.

Facebook dan Microsoft memang cukup dekat, mengingat Microsoft merupakan salah satu pemegang saham Facebook, setelah raksasa Redmond itu menanamkan dana investasi ke Facebook sebesar US$ 240 juta pada 2007.

Microsoft Office 2010

Bagi Microsoft sendiri, langkah ini juga beresiko. Layanan baru Microsoft ini tentu saja bakal menyebabkan sebagian para pengguna Microsoft Office tradisional akan beralih ke Docs.com.

Padahal, menurut laporanSilicon Alley Insider, selama ini Microsoft Office adalah software penyumbang pendapatan Microsoft terbesar. Namun, mungkin hal itu masih jauh lebih baik, ketimbang para pengguna Office pindah bermigrasi ke Google Docs. (umi)

• VIVAnews