Tampilkan postingan dengan label Google. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Google. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Maret 2011

Ini Dia Majalah Online Besutan Google

Ini Dia Majalah Online Besutan Google
Google menjulukinya sebagai buku atau tool komunikasi yang unik.
KAMIS, 24 MARET 2011, 15:47 WIB
Indra Darmawan
VIVAnews - Google diam-diam baru saja meluncurkan sebuah majalah online berjudul Think Quarterly. Majalah ini memiliki misi sebagai 'tempat rehat di antara dunia yang sibuk'.

"Di Google, kita sering berfikir bahwa kecepatan adalah aplikasi pembunuh yang menjadi racikan pembeda antara pemenang dan yang biasa. Kita tahu bahwa semakin cepat kita menghadirkan hasil, layanan kita akan semakin berguna bagi orang lain. Namun, di antara dunia yang tengah berubah dengan cepat, kita tetap perlu waktu untuk melakukan refleksi," kata Matt Brittin, Managing Director Google Inggris dan Irlandia, pada kata pengantar di majalah itu.

Think Quarterly edisi pertama telah hadir dengan 68 halaman, kebanyakan membahas topik-topik seputar masalah bisnis dan teknologi, dengan gaya penulisan in-depth seperti yang biasa dijumpai di BusinessWeek atau Salon.

Dalam edisi tersebut, Google menghadirkan beberapa tulisan feature tentang CEO Vodafone Inggris Guy Laurence, Google Chief Economist Hal Varian dan psikolog terkenal Peter Kruse.

Tulisan-tulisan di edisi ini banyak ditulis oleh wartawan dari media lain, seperti Simon Rogers (editor rubrik Datablog pada The Guardian), Ulrike Reinhard (editor WE Magazine).

Think Quarterly, majalah online milik Google

Majalah yang dilengkapi dengan banyak data dan aplikasi Flash yang kaya itu disunting dan didesain oleh agensi kreatif The Church, yang berbasis di London.

Tak jelas apakah majalah online ini merupakan tanda-tanda bahwa Google tengah memasuki bisnis media atau sekadar membuat sebuah proyek untuk menghilangkan rasa keingintahuan perusahaan itu semata.

Yang jelas, Google tidak menyebut majalah online ini sebagai 'majalah' atau 'publikasi', namun di situs web dan twitternya, Google menjulukinya sebagai buku atau 'toolkomunikasi yang unik.'
• VIVAnews

Rabu, 11 Agustus 2010

Marhaban Search Engine Islami Pendamping Google

Senin, 09 Agustus 2010, 17:25 WIB

The Age
Marhaban Search Engine Islami Pendamping Google
Kerim Nu\'man, pencipta taqwa.me

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI--Setelah ImHalal.com, kini tercipta lagi mesin pencari di internet (search engine) bernuansa Islami. Karya Muslim kelahiran Australia, Kerim Nu'man, ini bernama taqwa.me. Peluncuran perdana bentuk kasar search engine ini sudah dilakukan Mei lalu. Hingga kini, taqwa.me masih terus disempurnakan.

Lewat mesin pencari buatannya, Nu'man ingin membantu 1,5 miliar Muslim di dunia untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan benar. "Selama ini, saya beberapa kali menemukan beberapa konten yang diblok oleh mesin-mesin pencari," ujar dia seperti dikutip laman harian Australia, The Age. Pengeblokan itu tidak diikuti penjelasan yang pasti.

Dari situ dia kemudian terdorong untuk menghadirkan mesin pencari yang membantu umat Islam mendapatkan informasi dengan baik. Saat ada konten yang diblok, kata dia, harus ada penjelasan yang mengungkap alasan pemblokirannya. Saat ini, taqwa.me bisa menjalankan fungsi tersebut.

Tak hanya itu, mesin pencari Islami buatan Nu'man juga memberi peluang kepada para pengunjung untuk membuat penilaian halal dan haram atas informasi yang ditemukannya. Dalam taqwa.me, pengunjung juga bisa sekaligus mendiskusikan topik-topik menarik secara mudah.

Nu'man juga mengungkapkan bahwa mesin pencari buatannya itu juga membantu umat Islam untuk mendapatkan koreksi atas penafsiran yang salah terhadap ayat-ayat Alquran. "Taqwa akan mengisi keperluan komunitas Islam untuk mendapat informasi, saling berbagi pendapat, dan bersuara," tutur dia. Lewat karyanya, Nu'man juga ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Islam juga modern dan akomodatif terhadap perkembangan teknologi.

Sepintas, tampilan mesin pencari ini mirip dengan Google. Selain terdapat fasilitas pencarian teks, dalam taqwa.me juga terdapat fasilitas pencarian foto dan video. Di halaman muka mesin pencari itu terdapat penanggalan yang didasarkan pada sistem penanggalan hijriyah.

Red: irf
Sumber: the age

Selasa, 10 Agustus 2010

Trik Mencuri Informasi dari Google, Microsoft, Apple dkk

Senin, 09/08/2010 16:18 WIB

Trik Mencuri Informasi dari Google, Microsoft, Apple dkk
Wicak Hidayat - detikinet

ilustrasi (cc/nasa)

Jakarta - Nama-nama besar seperti Google, BP, McAfee, Symantec, Shell, Microsoft, Oracle, Cisco, Apple dan Walmart tidaklah kebal terhadap aksi pencurian informasi. Hal itu terbukti saat semua perusahaan itu jadi sasaran sebuah kontes yang digelar para penggiat keamanan komputer dalam Defcon18 beberapa waktu lalu.

Dalam kontes itu, peserta berhasil mengekstrak informasi dari seluruh perusahaan yang jadi sasaran. Trik yang digunakan dalam kontes itu hanya satu: Social Engineering.

Lewat Social Engineering, pelaku cukup menggunakan panggilan telepon untuk mencuri informasi dari sasarannya. Trik yang gampang-gampang susah ini cukup populer di kalangan penggiat keamanan komputer seperti 'hacker legendaris' Kevin Mitnick.

Poin dalam kontes diberikan untuk beberapa kategori informasi yang diinginkan. Seperti dikutipdetikINET dari DarkReading, Senin (9/8/2010), ini termasuk nama penyedia makanan di kafetaria, tipe browser yang digunakan dan versinya, program antivirus yang digunakan hingga siapa yang menangani tempat sampah.

Poin paling besar diberikan pada peserta yang berhasil mengarahkan korbannya untuk mengklik sebuah alamat web.

Menakutkan


Tak disebutkan perusahaan mana yang paling banyak kebobolan informasi. Namun, menurut penyelenggara, terjadi kebocoran informasi pada semua perusahaan yang jadi sasaran.

"Pada semua perusahaan, selama kami berhasil berhubungan dengan manusia, trik Social Engineering selalu bisa dilakukan," tutur Chris Hadnagy, penyelenggara kontes dan manajer operasional dari Offensive-Security.com.

"Dari sudut pandang profesional di bidang keamanan, sangat menakutkan bahwa hal ini terjadi. Perusahaan-perusahaan itu adalah sampel dari industri utama di Amerika: minyak, ritel, manufaktur, telepon dan keamanan. Ini cukup mengerikan," ujar Hadnagy.

Peserta dilarang untuk meminta informasi yang cenderung ilegal seperti mendapatkan nomor kartu kredit atau nomor jaminan sosial. Selain itu, mereka juga tak boleh menyamar sebagai petugas pemerintah, penegak hukum atau entitas legal lain.

Kebanyakan peserta disebut menyamar sebagai surveyor, wartawan atau pebisnis. Apa trik yang paling jitu? Pertama, kontestan harus benar-benar percaya bahwa dirinya adalah yang disebutkan dan kedua, banyak kontestan yang berhasil dengan mengajukan permintaan tolong.

Mencegah

Jika perusahaan sekelas Google atau Microsoft saja rentan akan serangan jenis ini, bagaimana cara mencegahnya? Menurut Dave Marcus, direktur penelitan dan komunikasi di McAfee Labs, kontes ini adalah sesuatu yang berharga bagi perusahaan.

"Aksi itu memang sulit. Anda bisa melakukannya pada siapapun selama Anda punya cukup informasi soal mereka dan cukup ngotot," ujar Marcus.

Untuk mencegahnya, Marcus mengatakan, tak bisa dengan kursus singkat dan menampilkan presentasi soal Social Engineering. "Seharusnya karyawan ditaruh dalam sebuah pelatihan dengan skenario, mereka harus duduk dan menghadapi aksi ini dan mengetahui seperti apa rasanya menjadi korban," kata Marcus.

Menurut Marcus, saat ini menjalankan Social Engineering makin mudah. Seseorang bisa membuat profil, yang akan digunakan untuk melakukan Social Engineering, dengan melihat aktivitas korban di twitter, blog dan situs jejaring sosial lainnya.


( wsh / wsh )

Jumat, 07 Mei 2010

Google Ungkap Daftar Wanita Terpopuler di Internet

Jumat, 07/05/2010 14:22 WIB

Google Ungkap Daftar Wanita Terpopuler di Internet
Fino Yurio Kristo - detikinet

Jakarta - Dari hasil pencarian di Google, sebuah majalah bernama CoedMagazine coba mengkompilasi daftar 50 besar wanita yang paling populer di dunia maya. Tentu saja nama yang terpampang di sini terdiri dari para pesohor seperti artis film atau para penyanyi.

Berada di posisi paling top adalah Lady Gaga. Penyanyi yang gemar tampil dengan dandanan super heboh ini dicari di Google sebanyak 85.900.000 kali sehingga ia mengangkangi banyak nama tenar lain.

Namun ada keanehan dalam daftar ini. Entah apa sebabnya, nama Justin Bieber yang notabene adalah lelaki, turut nangkring di posisi 7. Ia menjadi satu-satunya lelaki yang ada di dalam daftar.

Berikut urutan 20 besar dalam daftar 50 wanita paling populer di dunia maya berdasarkan jumlah pencarian di Google, seperti dikutip detikINET dari AbcNews, Jumat (7/5/2010):

20. Lindsay Lohan
19. Jessica Simpson
18. Sarah Palin
17. Mariah Carey
16. Jennifer Lopez
15. Megan Fox
14. Oprah Winfrey
13. Angelina Jolie
12. Taylor Swift
11. Shakira
10. Avril Lavigne
9. Paris Hilton
8. Miley Cyrus
7. Justin Bieber
6. Britney Spears
5. Rihanna
4. Beyonce
3. Madonna
2. Kesha
1. Lady GaGa
( fyk / eno )

Sabtu, 27 Maret 2010

Google Hambat Terbentuknya Komunitas Online

Rabu, 24/02/2010 18:02 WIB
Comic 6
Google Hambat Terbentuknya Komunitas Online
Andrian Fauzi - detikinet

ilustrasi (ist.)

Bandung - Jumlah pengguna wordpress sangat banyak dan cukup mudah untuk membuat komunitas. Tapi para pegiat Wordpress di tanah air belum terpikirkan untuk membuat komunitas. Lho kenapa ?

Ternyata alasannya adalah lebih mudah googlingketimbang buat komunitas. Semua kebutuhan dapat terpenuhi dengan googling. Google dianggap bisa memberikan solusi dari masalah dengan cepat tanpa perlu menunggu waktu lama.

Yah, dalam sesi Comic (Community of Multimedia and ICT) #6 hal itu terungkap. Acara yang digelar di ruang Sekar Telkom, Kantor Telkom Divre III, Jalan Supratman, Selasa (23/2/2010) malam itu mengambil tema 'Komunitas IT di Bandung'.

"Sulit membentuk komunitas Wordpress. Karena apa yang dicari itu lebih mudah searching di google daripada tanya sama orang di forum," ujar Setyagus Sucipto, salah seorang pegiat Wordpress di Bandung saat berbincang dengan detikINET usai acara.

Agus, demikian pria ini akrab dipanggil menambahkan bahwa sebenarnya mudah saja untuk membuat komunitas-komunitas lokal untuk Wordpress. Acara tahunan Wordcamp bisa menjadi pendorong untuk terbentuknya komunitas lokal. Tapi karena alasan efektifitas serta lebih cepat mendapatkan informasi dari google, Agus mengaku belum terpikirkan untuk membentuk komunitas wordpress.

"Ya biar lah kita ikut saja apa yang ada. Toh selama ini apa yang dibutuhkan oleh kawan-kawan dapat terakomodir dengan baik saat mencarinya di google," katanya.

Comic merupakan media berbagi ilmu pengetahuan yang diselenggarakan atas dasar partisipasi komunitas dalam bentuk pertemuan bersama. Rencananya kegiatan tersebut rutin tiap bulan dilaksanakan.


( afz / wsh )

Dongkel Google, Facebook Ukir Sejarah

Rabu, 17/03/2010 13:57 WIB

Dongkel Google, Facebook Ukir Sejarah
Fino Yurio Kristo - detikinet

Facebook (dailymail)

Jakarta - Facebook mencatat prestasi penting. Untuk pertama kalinya, situs bikinan Mark Zuckerberg ini mendongkel Google sebagai situs nomor satu di Amerika Serikat dalam waktu seminggu penuh.

Menurut perusahaan pengawas trafik internet, Hitwise, Facebook jadi situs yang paling banyak diakses pada minggu yang berakhir pada 13 Maret. Meski Google akhirnya kembali ke posisi puncak, pencapaian itu dianggap sebagai tonggak penting bagi Facebook.

Dalam minggu yang cukup bersejarah itu, Facebook meraup 7,07 persen dari total akses, melampaui Google yang diakses 7,03 pengguna internet di negeri Paman Sam. Berada di posisi berikutnya berurutan adalah Yahoo Mail, Yahoo, dan YouTube.

Dominasi Google sebagai situs terfavorit di AS memang sudah sangat lama tidak pernah tergoyahkan. Praktis sejak akhir 2007 ketika Google menggulingkan MySpace di posisi pertama, mesin cari ini secara konsisten duduk di posisi pertama.

Karena itulah, pencapaian Facebook dianggap sebagai prestasi signifikan, yang membuktikan kian populernya situs jejaring ini.

DetikINET kutip dari ComputerWorld, Rabu (17/3/2010), Facebook sudah beberapa kali menggusur Google sebelumnya, misalnya pada saat Natal tahun 2009. Namun inilah pertama kali Facebook berkuasa 1 minggu penuh. ( fyk / faw )

Google Mulai Tinggalkan China

Selasa, 23/03/2010 06:25 WIB

Google Mulai Tinggalkan China
Wicak Hidayat - detikinet

Screenshot Google.com.hk

Jakarta - Google agaknya mulai mewujudkan ancamannya untuk meninggalkan China. Situs utama Google di China, yang beralamat di Google.cn, kini tak lagi tersedia.

Mulai 'hengkang'-nya Google dari China diumumkan oleh David Drummond, SVP, Corporate Development dan Chief Legal Officer Google dalam blog resmi Google seperti dikutip detikINET, Selasa (23/3/2010).

"Kami telah menghentikan sensor di layanan searchkami, termasuk Google Search, Google News dan Google Images yang ada di Google.cn," ujar Drummond.

Nah, dari China daratan, kini situs Google.cn pun tak bisa diakses. Pengguna yang mencoba membuka situs itu akan diarahkan pada Google.com.hk, yaitu yang menggunakan server di Hong Kong.

"Kami sangat berharap pemerintah China menghormati keputusan kami, walau kami sadar bahwa mereka bisa kapan saja memblokir akses pada layanan kami," tulis Drummond.

Benar saja, di halaman khusus Google yang memonitor ketersediaan layanan di China, beberapa layanan Google nampak telah diblokir. Layanan yang telah diblokir adalah:
  • YouTube
  • Google Sites
  • Blogger

Sedangkan layanan yang diblokir sebagian adalah:
  • Google Docs
  • Picasa
  • Google Groups

Drummond mengatakan Google akan mempertahankan tim riset-nya di China. Tim penjualan Google juga masih akan bekerja di China selama Google.com.hk masih bisa diakses.

( wsh / wsh )

Rabu, 13 Januari 2010

Google Tampilkan Hasil Pencarian Real Time

Selasa, 08/12/2009 08:35 WIB

Google Tampilkan Hasil Pencarian Real Time
Wicak Hidayat - detikinet

ilustrasi (inet)

Jakarta - Google mulai menampilkan hasil pencarian dengan data 'detik ini juga' alias real time. Dampak kerjasamanya dengan Twitter?

Google, seperti dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (8/12/2009), mulai memungkinkan hasil pencariannya di-refresh dengan data real time. Hal ini dilakukannya kurang lebih dua bulan sejak menjalin kerjasama untuk menampilkan data dari Twitter.

Twitter belakangan memang sedang menanjak popularitasnya. Di balik popularitas itu adalah data 'detik ini juga' alias real time yang ditumpahkan pengguna Twitter.

Data itu yang agaknya membangkitkan air liur pembesar-pembesar situs internet. Buktinya, selain Google, Facebook dan Microsoft juga sudah mengumumkan kerjasama mereka dengan Twitter.

"Saya berpendapat, pencarian real time adalah evolusi alamiah dari pencarian secara umum," ujar Marissa Mayer, VP Search Products & User Experiences dari Google.

Selain data real-time, Google dalam waktu dekat juga berencana menambahkan kemampuan mencari data dari status Facebook dan MySpace.

( wsh / wsh )

Google Boyong Game ke YouTube?

Kamis, 31/12/2009 15:40 WIB

Google Boyong Game ke YouTube?
Santi Dwi Jayanti - detikinet

YouTube (Ist)

Jakarta - Google sepertinya akan membuat situs YouTube yang dimilikinya menjadi lebih seru. Sebab diprediksi, Google akan menyajikan game-game komputer interaktif dalam layanannya.

Prediksi ini muncul setelah Google mendaftarkan paten aplikasi bernama "Sistem Berbasis Web untuk Generasi Game Interaktif pada Video Digital". Paten ini didaftarkan pada Februari 2009 dan dipublikasikan pada bulan ini.

Google membicarakan tentang teknologi dalam layanannya, seperti text box annotations. Anotasi sendiri sebenarnya sempat tersedia di video YouTube namun tidak berkembang dan tidak didukung komponen interaktif.

Namun kini anotasi tersebut telah dipermak dan difokuskan pada aspek game. "Anotasi semacam ini bisa dipakai untuk menciptakan game melalui video, seperti sebuah game di mana ketika di-click pada lokasi yang berbeda, ia akan menghasilkan sesuatu yang berbeda pula."

Jika hal ini terealisasi, maka para user yang kreatif akan diberi kesempatan untuk menciptakan sesuatu yang menarik, sebuah permainan interaktif, hanya dengan menggunakan video dan tools yang disediakan YouTube.

Dilansir detikINET dari DigitalSpy, Selasa (31/12/2009), Google sendiri masih belum berkomentar tentang paten ini. ( sha / faw )