Minggu, 25 Oktober 2009

Pria Pandang Wanita 43 Menit Dalam Sehari

Jumat, 23/10/2009 17:58 WIB

Pria Pandang Wanita 43 Menit Dalam Sehari

Nurul Ulfah - detikHealth


img
(Foto : Poundingheartbeat)
London, Pria memang tak bisa lepas dari wanita, begitu juga sebaliknya. Tapi pernahkah terpikir berapa waktu yang dihabiskan pria untuk memandang wanita? Sebuah survei pun dilakukan oleh peneliti Inggris. Ternyata, pria memandang wanita 43 menit dalam sehari.

"Laki-laki memang dikenal senang memandang wanita, apalagi wanita cantik," ujar Mark Ireland dari Kodak Lens Vision Centers yang mensponsori studi tersebut, seperti dikutip dariLimelife, Jumat (23/10/2009).

"Rasanya menarik jika kita mengetahui dengan pasti berapa waktu yang dihabiskan oleh para pria untuk kegiatan 'memandang wanita' dalam hitungan sehari atau setahun," tuturnya.

Dengan menggunakan kamera tersembunyi dan sistem penghitungan digital, peneliti berhasil memergoki pria-pria yang mencoba melirik atau memandang wanita di beberapa tempat, seperti sekolah, tempat kerja, supermarket, tempat hiburan dan lainnya.

Dari hasil studi itu, ternyata rata-rata pria memandang 10 wanita tiap harinya, dengan rata-rata waktu yaitu 43 meniit dalam sehari dan jika dikonversi lagi, kira-kira sekitar 1-2 tahun dari rata-rata umur manusia (50-70 tahun) digunakan pria untuk memandang wanita.

Berbeda dengan pria, wanita justru lebih sedikit memandang pria. Dari data hasil survei, peneliti Inggris menemukan bahwa rata-rata wanita memandang sekitar 6 pria tiap harinya, dengan waktu total sekitar 20 menit dalam sehari.

Dari 3.000 partisipan yang mengikuti survei tersebut, ternyata tempat yang menjadi favorit pria untuk memandang wanita adalah supermarket. "Supermarket adalah tempat pria dan wanta saling curi-curi pandang. Tapi bagi pria, tempat itu menjadi yang terfavorit," ujar Mark.

Sedangkan untuk wanita, tempat favoritnya adalah sekolah dan bar. Meskipun terdapat perbedaan tempat favorit, namun keduanya sepakat bahwa saling berpandangan adalah hal yang menyenangkan dan membuat mereka bahagia.

Tak hanya perasaan bahagia, dalam studi lainnya pernah disebutkan bahwa pria bisa lebih sehat hanya dengan melihat apalagi berinteraksi dengan wanita. Hal itu disebabkan karena keluarnya hormon testosteron ketika seorang pria menatap wanita membuat aliran darahnya lancar dan sistem metabolisme tubuh pun lebih baik.

Sabtu, 24 Oktober 2009

Tifatul Berpesan agar "Blogger" Indonesia Berkarakter

Tifatul Berpesan agar "Blogger" Indonesia Berkarakter
321530
Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring memberikan sambutan saat membuka perhelatan akbar Pesta Blogger 2009 di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Sabtu (24/10).

    Sabtu, 24 Oktober 2009 | 13:09 WIB

    JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring berpesan agarblogger Indonesia mampu bersatu dan mengekspresikan hal apa pun dalam blog-nya dengan penuh tanggung jawab. Hal tersebut penting untuk memperkokoh karakter bangsa yang telah dibangun selama ini.

    Pesan tersebut dikatakan Menkominfo saat memberi sambutan dalam Pesta Blogger 2009 di Gedung SMESCO, Jakarta, Sabtu (24/10). Kebebasan berekspresi, menurut Tifatul, tidak harus membunuh karakter bangsa.

    "Kalau kita punya karakter, kita tidak akan mudah dipengaruhi oleh siapa pun," kata Tifatul kepada wartawan seusai memberikan sambutan.

    Kepada para blogger, Tifatul berjanji sebagai Menkominfo yang baru terpilih ia akan menjamin kebebasan berekspresi bagi para blogger di Tanah Air. Kontan pernyataan tersebut disambut para blogger dengan antusias. Bahkan di sela-sela acara, banyak peserta yang tak tahan untuk tidak foto bersama sang menteri.

    Tifatul juga merasa tak asing dekat para blogger dan komunitas di dunia maya. Ia sendiri mengaku sebagai seorangblogger, bahkan punya akun Twitter.

    Laksono Hari Wiwoho

    http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/10/24/13090620/tifatul.berpesan.agar.blogger.indonesia.berkarakter

    Blog Jadi Pemersatu Bangsa

    Blog Jadi Pemersatu Bangsa
    321519
    Ketua Panitia Pesta Blogger 2009, Iman Brotoseno bersama panitia memberikan penjelasan singkat tentang penyelenggaraan Pesta Blogger Nasional di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Sabtu (24/10).

      Sabtu, 24 Oktober 2009 | 12:41 WIB

      JAKARTA, KOMPAS.com — Para blogger Indonesia berpesta. Dari rakyat jelata sampai artis ternama, semua menyatu tanpa batasan strata sosial. Semuanya satu, satu semangat, satu bangsa. Tema "One Spirit One Nation" itulah yang diusung dalam Pesta Blogger 2009 yang diadakan di Gedung SMESCO di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (24/10).

      "Ini untuk mengingatkan kita dan para bloggers, khususnya, untuk tetap bersatu sebagai bangsa, terlepas dari perbedaan yang kita miliki. Blog dan social media lainnya mampu melampaui batas-batas fisik, religius, maupun kultural untuk membawa kita bersatu sebagai satu bangsa, dalam satu semangat," kata Iman Brotoseno, Ketua Panitia Pesta Blogger 2009.

      Ini adalah acara kopi darat (kopdar) tahunan ketiga dan diklaim sebagai Pesta Blogger yang terbesar dari jumlah peserta di Indonesia. Konon jumlah peserta kali ini mencapai 1.200 orang, termasuk musisi sekaligus pemain biola, Maylaffayza, yang tampak berbaur dengan blogger lain.

      Sejak pagi, ratusan pengelana jagat maya itu sudah memadati pintu masuk tempat acara. Tak hanya peserta dari Jakarta, dari Yogyakarta, Banjarmasin, Makassar, bahkan tamu undangan dari Amerika Serikat pun datang ke acara ini. Seperti pada acara-acara kopdar lainnya, mereka memanfaatkan temu offline ini untuk saling melepas kangen. Apalagi yang dilakukan selain foto-foto bersama kawan-kawannya. Narsistis, begitulah istilahnya.

      Setelah beberapa lama ha-ha-hi-hi, mereka dengan antusias memasuki ruangan yang telah disediakan. Apalagi kalau bukan menyaksikan secara langsung Menteri Komunikasi dan Informasi yang baru, Tifatul Sembiring, membuka acara tersebut.

      Laksono Hari Wiwoho

      http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/10/24/12412031/Blog.Jadi.Pemersatu.Bangsa

      Sabtu, 17 Oktober 2009

      Indonesia Library dan Publisher Expo 2009

      Indonesia Library dan Publisher Expo 2009 Targetkan Rp2 Miliar
        SABTU, 17 OKTOBER 2009 | 13:35 WIB

        JAKARTA, KOMPAS.com--Pihak Panitia Indonesia Library & Publisher Expo 2009, menargetkan dapat meraup omset sebesar Rp 2 miliar dan 100.000 orang pengunjung selama delapan hari masa pameran.

        "Kalau dirata-ratakan setiap stan mendapat Rp 2- 3 juta perhari, omset selama pameran bisa mencapai Rp 2 miliar," ujar ketua panitia Indonesia Library & Publisher Expo 2009 Robinson Rusdi, di Istora Senayan, Sabtu (17/10).

        Pameran hasil kerja sama anatar Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) dengan Perpustakaan Nasional bertajuk Tingkatkan Budaya Baca, Profesionalisme Perpustakaan dan Penerbitan.

        Pameran tersebut digelar sejak 17 sampai 25 Oktober 2009 di Istana Olah Raya (Istora) Senayan. Robinson merasa optimis dengan target tersebut, pasalnya para peserta memberikan diskon hingg 70 persen.

        Selain itu berbagai kegiatan seperti bedah buku, seminar dan lomba mendongeng dapat menarik perhatian pengunjung. Pantauan kompas.com, pada hari pertamanya pameran tampak sepi.

        Belum banyak pengunjung yang mendatangani Indonesia Library & Publisher Expo 2009. Menurut Robinson sepinya pengunjung pada hari pertama adalah hal yang wajar. Diperkirakan pada hari kedua (18/10) dan akhir pekan depan pengunjung mulai membludak. "Hari pertama biasanya seperti ini, belum masyarakat yang mengetahui pameran ini. Tapi hari minggu dan akhir pekan besok pasti ramai," harapnya. (RDI)


        RDI

        Editor: jodhi

        http://oase.kompas.com/read/xml/2009/10/17/13351388/indonesia.library.dan.publisher.expo.2009.targetkan.rp2.miliar

        Helarfest 2009, Pesta Kreatif Warga Bandung

        Helarfest 2009, Pesta Kreatif Warga Bandung
          JUMAT, 16 OKTOBER 2009 | 20:47 WIB

          BANDUNG, KOMPAS.com--Helar Festival (Helarfest) akan kembali dimulai, Sabtu (17/10). Perhelatan kreatif ini tidak hanya menjadi ajang pesta warga, khususnya komunitas kreatif. Melainkan, juga pertaruhan reputasi Bandung sebagai kota kreatif.

          Helarfest 2009 yang akan kick off hari ini menampilkan 64 kegiatan ( event) hingga Desember 2009. Tidak tanggung-tanggung, komunitas yang meramaikan event ini mencapai 30 buah. Dibandingkan event serupa tahun sebelumnya, kuantitas kegiatan dan partisipasi peserta melonjak dua kali lipat.

          Saya berani katakan, festival semacam ini adalah yang terbesar di Asia. Setidaknya, dalam hal kuantitas, tutur Ketua Bandung Creative City Forum (BCCF) Ridwan Kamil di sela-sela jumpa pers kegiatan Helarfest, Jumat (16/10) di RM Bumbu Desa.

          Bandung, melalui Helarfest yang dirintis tahun 2008 lalu oleh BCCF, telah menjadi rujukan bagi kota-kota dunia di Asia macam Filipina dan Taiwan di dalam menyelenggarakan festival serupa.

          Mereka belajar dari kita bagaimana mengorganisasikan komunitas dan potensi demikian banyak, tutur arsitek yang kerap diundang The British Council ke berbagai negara untuk membagi pengalaman mengorganisasi komunitas kreatif ini.

          Melalui Helarfest ini pula, oleh The British Council, Bandung mendapat predikat sebagai salah satu kota kreatif bertaraf dunia. Diharapkan, dengan ajang Helarfest, kota kita ini bisa lebih dikenal di dunia. Membuat orang-orang dari luar tertarik berkunjung ke Bandung, tutur Sekretaris Daerah Kota Bandung Edi Siswadi.

          Bandung memang memiliki potensi yang luar biasa besar untuk tumbuh dan berkembang berbasiskan industri kreatif. Merujuk kepada pengalaman suksesnya Silicon Valley di San Jose, Florida, AS sebagai salah satu rujukan kota kreatif dunia, Bandung memiliki kemiripan meskipun di dalam skala berbeda.

          Kemiripan itu adalah terkait rumusan Three T (Tiga T) yaitu talenta, teknologi dan toleransi. Di Indonesia pun, sebenarnya kita memiliki ini. Terutama di koridor Bandung-Cilegon, tutur Emil kemudian.

          Namun, kunci yang menentukan mengapa baru Bandung-kota di Indonesia, yang bisa melakukan helaran kreatif terbesar di Asia ini tidak lain adalah karena kekompakan, kolaborasi dan solidaritas pelaku serta komunitas kreatif di kota ini.

          Pengorbanan komunitas

          Tahun 2009, lebih banyak lagi komunitas yang terlibat langsung. Beberapa di antaranya mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung dan Komunitas Fotografi Bandung. Tidak ingin ketinggalan, kelompok musisi underground , guru hingga biker juga turut meramaikan acara.

          Menurut Fiki Satari, Koordinator Program BCCF, keberhasilan diadakannya Helarfest 2009 tidak terlepas dari pengorbanan para pelakunya demi tujuan bersama, yaitu membangun Bandung sebagai kota kreatif.

          Pengorbanan ini terlihat dari fakta bahwa di Helarfest 2008 lalu, panitia ternyata merugi hingga ratus an juta rupiah. Kegiatan Helarfest sebetulnya bukan bertujuan ekonomi. Melainkan, lebih untuk menguji kebersamaan serta mengajak masyarakat untuk membangun kreativitas berdasarkan kolaborasi, tutur Emil kemudian.

          Ia percaya, kreativitas tidak hanya dimiliki oleh kaum intelektual. Melainkan, juga para ibu rumah tangga, bahkan tukang becak sekalipun. Tinggal, yang diperlukan, bagaimana membangun suasana kondusif untuk merangsang kreativitas itu.

          Seperti yang pernah dituturkan David Pecaut, penggagas Luminato Festival-salah satu festival seni dan kreatif yang terbesar di Kanada, diyakini, pada dasarnya setiap manusia terlahir kreatif. Dalam perjalanan hidupnya, jiwa kreatif ini bisa saja hilang.

          Festival kreatif yang notabene adalah potret kehidupan masyarakat kota adalah upaya menularkan dan merevitalisasi jiwa kreatif ini. Jadi, mari kita sambut Helarfest 2009 ini dengan semangat kreativitas warga kota!

          JON


          Editor: jodhi
          Sumber : Kompas Cetak

          http://oase.kompas.com/read/xml/2009/10/16/20473223/helarfest.2009.pesta.kreatif.warga.bandung..

          Delapan Negara Ikuti Festival Lintas Budaya

          Delapan Negara Ikuti Festival Lintas Budaya
          Karapan Sapi
            SABTU, 17 OKTOBER 2009 | 15:11 WIB

            SURABAYA, KOMPAS.com--Perwakilan dari delapan negara mengikuti festival lintas budaya (Cross Culture Festival) 2009 yang digelar di Kota Surabaya, Jawa Timur, mulai 15-18 Oktober.

            Delapan negara tersebut meliputi China, Korea Selatan, India, Prancis, Polandia, Thailand, Ekuador, dan Venezuela.

            Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati di Surabaya, Kamis, mengatakan, delapan negara tersebut akan menampilkan kesenian dari negaranya masing-masing.

            "Masing-masing delegasi akan menampilkan tarian, musik, kesenian khas negara masing-masing," katanya pada saat pembukaan festival Lintas Budaya di Surabaya.

            Menurut dia, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan kesenian yang ada di Surabaya, serta berbagai kesenian daerah di Indonesia dan negara sahabat.

            "Melalui kegiatan ini, kita wujudkan semangat keragaman," katanya.

            Selain itu, acara tahunan bertema "Melalui Lintas Budaya (Cross Culture) Festival 2009 kita wujudkan semangat keragaman dunia" tersebut, juga diikuti oleh 14 kabupaten dan kota di Jawa Timur dan Indonesia yang akan mempertunjukan kesenian dan budaya masing-masing.

            Peserta yang ikut di antaranya meliputi Kabupaten Ponorogo, Probolinggo, Lamongan, Gresik, Jombang, Bantul, Pemalang, Langsa, Serdang Badagai, Brebes, Jembrana, Waringin Timur, Semarang dan Manokwari.

            Wiwik Widayanti mengungkapkan bahwa Festival Lintas Budaya ini mengacu pada penampilan kesenian dan kebudayaan Indonesia kepada negara lain di dunia. Festival itu juga ditujukan sebagai magnet bagi kunjungan wisatawan, khususnya di Surabaya.

            Ia menyebutkan, peningkatan kunjungan wisatawan dari 2007-2008 sangat signifikan. Jumlah kunjungan wisatawan di Surabaya, diungkapkan oleh Wiwik, pada 2007 sebanyak kurang lebih 2 juta wisatawan domestik. Sementara wisatawan mancangera (wisman) pada tahun itu hanya sekitar 100.000 orang.

            Namun pada 2008, kunjungan tersebut meningkat signifikan menjadi 7 juta orang wisatawan domestik (wisdom) dan 150.000 orang wisman. "Kami ingin dengan diadakannya festival ini, Surabaya bisa menjadi etalase kesenian dan kebudayaan yang ada di Jawa Timur, juga di Indonesia," katanya.

            Adapun kegiatan yang akan digelar kali ini di antaranya "Workshop" Kesenian digelar di gedung Cak Durasim (16/10), kerapan Sapi di Kenjeran (17/10), Penampilan Kesenian di G Walk Citra Land (17/10), Festival Remo dan Tari Yosakoi (18/10).(*)


            JY

            Editor: jodhi
            Sumber : Ant

            http://oase.kompas.com/read/xml/2009/10/17/15113257/delapan.negara.ikuti.festival.lintas.budaya

            Sebelum Dibunuh Macan Tutul Itu Berhasil Diselamatkan

            Sebelum Dibunuh Macan Tutul Itu Berhasil Diselamatkan
            Macan tutul (Panthera pardus)

              SELASA, 13 OKTOBER 2009 | 09:38 WIB

              GARUT, KOMPAS.com - Seekor macan tutul liar (panthera pardus) hasil tangkapan petugas Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Ciamis, dititipkan di taman satwa Cikembulan, kecamatan Kadungora Garut.

              Manager taman satwa tersebut Rudy Arifin mengemukakan, Selasa (13/10), satwa itu tiba pukul 22.30 WIB diantar langsung Kepala Bidang KSDA Wilayah III Ciamis, Panji Yudistira KS bersama stafnya.

              Satwa liar yang nyaris mengganggu ternak penduduk ini, ditangkap di desa Cikupa kecamatan Lumbung kabupaten Ciamis, setelah sebelumnya dilakukan berbagai upaya untuk menjaringnya.

              "Karena jika dibiarkan, dipastikan akan dibunuh warga setempat yang khawatir ternak milik mereka diterkam hewan buas tersebut," katanya.

              Sebelumnya, koleksi taman satwa itu telah bertambah dengan seekor burung kasuari, elang ular, kera jenis surili, burung hantu serta lima ekor burung merak.

              Satwa tambahan tersebut merupakan titipan dari BKSDA setempat, yang diperoleh dari penyerahan milik seorang pengusaha pertambangan.

              Wakil Bupati Garut R. Dicky Candra saat dihubungi terpisah menyatakan, keberadaan taman satwa pertama di provinsi Jawa Barat saat ini, menambah ikon unggulan di daerahnya.

              "Taman itu merupkan ikon unggulan setelah selama ini dikenal luas antara lain dengan jeruk, dodol serta batik Garut-nya," kata Wakil Bupati setempat R. Diki Candra saat dihubungi terpisah.

              Taman satwa Cikembulan, memiliki koleksi sekurangnya 159 satwa dengan 40 spesies di antaranya kelompok mamalia seperti rusa, babi hutan, reptilia antara lain buaya, aves yakni burung termasuk burung garuda serta kelompok primata (kera).

              Bahkan kini tengah menunggu kehadiran harimau Sumatera, yang semula diagendakan tiba beberapa pekan lalu namun akibat gempa di Padang Sumatera, para petugas BKSDA Sumatera ditugaskan dahulu ke Padang sehingga kedatangan harimau Sumatera tersebut paling lambat akhir Oktober ini.

              "Selain memiliki potensi wisata. Di taman ini juga tersedia beragam produk kuliner, sarana bermalam bahkan pendopo untuk pertemuan berkapasitas 100 orang," katanya.


              BNJ

              Editor: bnj
              Sumber : ANT

              http://sains.kompas.com/read/xml/2009/10/13/09384677/sebelum.dibunuh.macan.tutul.itu.berhasil.diselamatkan