Tampilkan postingan dengan label Prancis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prancis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Mei 2010

Debus Getarkan Publik Prancis

Debus Getarkan Publik Prancis


Liputan6.com, London: Atraksi debus khas Banten, seperti mengiris bagian tubuh dengan golok, menancapkan paku dengan pukulan palu di bagian perut, mengupas kelapa dengan gigi dan lain-lain, mengundang decak kagum dan mengetarkan hati penonton di arena Festival Indonesia di Paris, Prancis. Pertujukan itu merupakan bagian dari Festival Indonesia yang digelar KBRI setempat di gedung KBRI Paris, Rue Cortambert 47-49 Paris.

"Para penonton yang penasaran dengan pertunjukan itu, sempat dipersilakan naik ke panggung untuk mencobanya," ujar Agus Badrul Jamal, juru bicara KBRI di Paris kepada koresponden Antara di London, Kamis (13/5).

Berbagai produk kreatif, pagelaran seni budaya, dan dekorasi rumah, ditampilkan dalam pameran itu. "Jumlah pengunjung selama dua hari penyelenggaraan festival tersebut mencapai 2.500 orang, mengalami peningkatan sekitar 800 orang dari kegiatan serupa tahun sebelumnya," kata Agus.

Penyelenggaraan Festival Indonesia 2010 disambut positif baik oleh peserta dari sejumlah usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia dan juga publik Prancis. Hal itu terlihat dari keikutsertaan UKM yang berjumlah 21 stan, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 16 UKM.

Festival bertujuan mempromosikan produk unggulan Indonesia, terutama dari pelaku ekonomi di kalangan usaha kecil dan menengah. Selain itu, memperkenalkan potensi investasi dan perdagangan, potensi wisata, dan budaya Indonesia kepada publik Prancis.

"Kesempatan ini juga bermanfaat bagi pengusaha Indonesia untuk mempelajari situasi pasar di Prancis dan juga temu muka langsung dengan pengusaha distributor di negeri tersebut," tutur Agus.(SHA)

http://id.news.yahoo.com/lptn/20100513/tpl-debus-getarkan-publik-prancis-9c562ac.html

Sabtu, 17 Oktober 2009

Delapan Negara Ikuti Festival Lintas Budaya

Delapan Negara Ikuti Festival Lintas Budaya
Karapan Sapi
    SABTU, 17 OKTOBER 2009 | 15:11 WIB

    SURABAYA, KOMPAS.com--Perwakilan dari delapan negara mengikuti festival lintas budaya (Cross Culture Festival) 2009 yang digelar di Kota Surabaya, Jawa Timur, mulai 15-18 Oktober.

    Delapan negara tersebut meliputi China, Korea Selatan, India, Prancis, Polandia, Thailand, Ekuador, dan Venezuela.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati di Surabaya, Kamis, mengatakan, delapan negara tersebut akan menampilkan kesenian dari negaranya masing-masing.

    "Masing-masing delegasi akan menampilkan tarian, musik, kesenian khas negara masing-masing," katanya pada saat pembukaan festival Lintas Budaya di Surabaya.

    Menurut dia, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan kesenian yang ada di Surabaya, serta berbagai kesenian daerah di Indonesia dan negara sahabat.

    "Melalui kegiatan ini, kita wujudkan semangat keragaman," katanya.

    Selain itu, acara tahunan bertema "Melalui Lintas Budaya (Cross Culture) Festival 2009 kita wujudkan semangat keragaman dunia" tersebut, juga diikuti oleh 14 kabupaten dan kota di Jawa Timur dan Indonesia yang akan mempertunjukan kesenian dan budaya masing-masing.

    Peserta yang ikut di antaranya meliputi Kabupaten Ponorogo, Probolinggo, Lamongan, Gresik, Jombang, Bantul, Pemalang, Langsa, Serdang Badagai, Brebes, Jembrana, Waringin Timur, Semarang dan Manokwari.

    Wiwik Widayanti mengungkapkan bahwa Festival Lintas Budaya ini mengacu pada penampilan kesenian dan kebudayaan Indonesia kepada negara lain di dunia. Festival itu juga ditujukan sebagai magnet bagi kunjungan wisatawan, khususnya di Surabaya.

    Ia menyebutkan, peningkatan kunjungan wisatawan dari 2007-2008 sangat signifikan. Jumlah kunjungan wisatawan di Surabaya, diungkapkan oleh Wiwik, pada 2007 sebanyak kurang lebih 2 juta wisatawan domestik. Sementara wisatawan mancangera (wisman) pada tahun itu hanya sekitar 100.000 orang.

    Namun pada 2008, kunjungan tersebut meningkat signifikan menjadi 7 juta orang wisatawan domestik (wisdom) dan 150.000 orang wisman. "Kami ingin dengan diadakannya festival ini, Surabaya bisa menjadi etalase kesenian dan kebudayaan yang ada di Jawa Timur, juga di Indonesia," katanya.

    Adapun kegiatan yang akan digelar kali ini di antaranya "Workshop" Kesenian digelar di gedung Cak Durasim (16/10), kerapan Sapi di Kenjeran (17/10), Penampilan Kesenian di G Walk Citra Land (17/10), Festival Remo dan Tari Yosakoi (18/10).(*)


    JY

    Editor: jodhi
    Sumber : Ant

    http://oase.kompas.com/read/xml/2009/10/17/15113257/delapan.negara.ikuti.festival.lintas.budaya