Selasa, 04 Mei 2010

Penjualan Akun Facebook Marak di Eropa dan AS

Rabu, 05/05/2010 10:40 WIB

Penjualan Akun Facebook Marak di Eropa dan AS
Rachmatunnisa,Rachmatunnisa - detikinet

ilustrasi (ist)

Jakarta - Para peneliti dari perusahaan keamanan internet VeriSign’s iDefense Labs, menemukan ada banyak akun Facebook curian dalam sebuah forum internet di Rusia bernama Carder.su.

Yang mengejutkan, akun-akun curian tersebut diperjualbelikan oleh seorang hacker. Berdasarkan data iDefense, ada 1,5 juta akun Facebook yang diperjualbelikan di Carder.su.

Di forum tersebut, hacker bernama Kirllos menawarkan data log in ribuan pengguna Facebook dengan harga bervariasi, bergantung hasil kesepakatan tawar menawar.

Sebagai contoh, 1.000 akun Facebook dengan jumlah teman 10 orang atau kurang ditawarkan dengan harga US$25. Sementara itu, akun dengan jumlah teman lebih dari 10 orang memiliki kisaran harga US$45.

"Kasus seperti ini menandakan adanya pertumbuhan pesat penjualan akun situs jejaring sosial secara ilegal. Hal ini banyak terjadi di Eropa Timur hingga Amerika Serikat," kata Direktur iDefense Rick Howard, seperti dikutip detikINET dari Daily Mail, Rabu (5/5/2010).

Para pelaku kejahatan cyber umumnya mencuri data akun milik korban dengan teknik phishing, yaitu mengelabui pengguna dengan mengirimkan tautan tertentu agar mereka memberikan password dan detail informasi lainnya.

Selanjutnya, akun tersebut dapat dengan mudah dibajak. Hacker dapat mengirimkan spam dan program bervirus, sementara informasi personal seperti tanggal lahir, alamat rumah dan nomor telepon dimanfaatkan untuk melakukan penipuan atau pembobolan akun bank atau kartu kredit. ( ash / ash )

Cara Legal Memburu Harta Karun di Indonesia

Senin, 03/05/2010 18:59 WIB
Harta Karun Indonesia
Cara Legal Memburu Harta Karun di Indonesia
Muhammad Taufiqqurahman - detikNews

AFP
Jakarta - Michael Hatcher 'Raja Kapal Tenggelam' dicekal karena aktivitas Arkeologi Bawah Airnya (ABA) di Indonesia yang ilegal. Lalu bagaimana caranya agar eksplorasi tersebut menjadi legal? Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan beberapa masukan.

Pelaksana Tugas Direktur Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Sudirman Saad menjelaskan, perusahaan yang ingin melakukan ABA harus terlebih dahulu membuat proposal ke panitia nasional Benda Berharga Asal Muatan Kapal yang Tenggelam (BMKT) untuk melakukan survei.

"Badan ini diketuai Menteri Kelautan dan Perikanan. Perusahaan harus melengkapi rekomendasi prosedur serta melakukan presentasi ijin survei," ujar Sudirman Saad di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (3/5/2010).

Jika dianggap layak, maka BMKT akan memberikan ijin selama 2 bulan bagi perusahaan untuk melakukan survei ke lokasi harta karun tersebut.

"Hasilnya akan dilaporkan ke Panitia Nasional. Ada dua hal yang akan dibicarakan, layak atau tidak survei itu dilakukan," jelasnya.

Setelah mendapat ijin, perusahaan tidak langsung turun ke lapangan. Akan tetapi, perusahaan kembali akan melakukan presentasi di depan Panitia Nasional untuk menjelaskan tata cara dan teknis pengangkatan barang di dalam air. Dalam presentasi kali ini, perusahaan wajib melengkapi ijin Security Clearance dari Kementerian Pertahanan untuk semua personil dan para penyelam, menyiapkan gudang penyimpanan BMKT.

"Jika semuanya telah disetujui, maka akan diberikan izin selama 2 tahun untuk bekerja," jelasnya.

Sudirman menambahkan, perusahaan yang bekerja tidak dilepas begitu saja. Setiap akan melakukan penyelaman akan didampingi oleh anggota dari Panitia Nasional.

"Sebagai pengawas dan mendokumentasikan setiap penemuan yang dilakukan," katanya.

Setelah BMKT semuanya terangkat, maka akan dilakukan penyimpanan ke gudang yang telah disepakati sebelumnya.

"Barangnya akan di dibawa dengan kawalan dari anggota TNI AL dan pengawas dari Panitia Nasional. Setiap wadah harus disertai dengann manifest," pungkasnya.


(fiq/rdf)

Senin, 03 Mei 2010

Hacker Penjebol Email Palin Dibui 20 Tahun

Hacker Penjebol Email Palin Dibui 20 Tahun
David divonis lakukan pelanggaran terhadap keadilan dan mengakses komputer tanpa hak.
SENIN, 3 MEI 2010, 13:08 WIB
Indra Darmawan
David Kernell, pembobol email Sarah Palin ( AP)

VIVAnews - Hacker pembobol email Sarah Palin akhirnya divonis bersalah oleh pengadilan federal AS, dan dihukum penjara 20 tahun.

David Kernell, pembobol email Palin, saat ini baru berusia 22 tahun. Pada 2008, ia berhasil menjebol email Yahoo Sarah dan mempublikasikan isi beberapa surat elektronik yang ada di akun email tersebut.

Pengacara Kernell, mengatakan bahwa kliennya melakukan hal itu sekadar untuk membuat lelucon kampus. Namun, jaksa penuntut mengatakan bahwa perbuatan Kernell adalah upaya untuk mempengaruhi pemilu nasional dengan cara yang ilegal.

Kernell yang merupakan mahasiswa University of Tennessee adalah anak dari politisi Partai Demokrat Tennessee Mike Kernell, yang merupakan lawan politik Sarah yang merupakan kandidat wakil presiden pilihan Partai Republik.

Seperti dikutip dari Sidney Morning Herald,Kernell dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran terhadap keadilan (pelanggaran yang agak berat), dan akses komputer tanpa hak (pelanggaran ringan).

Hakim membebaskan Kernell atas tuduhan penyadapan elektronik, dan juri tidak mengabulkan tuduhan pencurian identitas yang diajukan oleh penuntut.

Kernell enggan menanggapi keputusan pengadilan. Sementara itu, dalam laman Facebooknya, Sarah berterima kasih kepada pengadilan sekaligus mengomentari aksi Kernell.

"Melanggar hukum, atau menginvasi hak pribadi orang demi keuntungan politis, merupakan hal yang mengotori nilai-nilai keadilan. Sebagaimana apa yang diajarkan oleh kasus Watergate, kita harus menolak cara-cara ilegal untuk menyadap sarana komunikasi pribadi kandidat, hanya demi intrik politis untuk mempengaruhi hasil pemilu," tuturnya. (art)

• VIVAnews

Minggu, 02 Mei 2010

Ilmuwan Saudi Buka Program Studi Ilmu Mimpi

Ilmuwan Saudi Buka Program Studi Ilmu Mimpi
Mengartikan mimpi merupakan topik yang populer diperbincangkan di kalangan umat Muslim
SENIN, 3 MEI 2010, 08:36 WIB
Renne R.A Kawilarang
Tidur Siang (corbis.com)

VIVAnews - Mimpi sebentar lagi tidak hanya jadi bahan perbincangan di waktu senggang, namun juga bisa diteliti sekaligus menjadi modal untuk mendapat gelar akademik. Itulah yang tengah dirintis seorang ilmuwan di Arab Saudi, Yousouf Al Harthi.

Dia berencana membuka program gelar sarjana, master, hingga doktor yang khusus mempelajari mimpi dan penglihatan. Harian Al Hayat mengungkapkan bahwa Al Harthi sudah mulai merintis program itu dengan merekrut sejumlah mahasiswa, yang bisa mengikuti ajarannya lewat internet, termasuk lewat laman jejaring sosial Facebook.

"Mengartikan mimpi itu mirip dengan konseling," kata Al Harthi yang dikutip oleh lamanGulfnews.com, Senin 3 Mei 2010. Dia menambahkan bahwa menjelaskan mimpi juga salah satu aspek dalam Syariah dan dapat diajarkan.

Mengartikan mimpi merupakan topik yang populer diperbincangkan di kalangan umat Muslim dan juga disebutkan di dalam al-Quran, terutama di Surat Yusuf.

Menurut Gulfnews, seorang cendekia bernama Mohammad Bin Sirin pada abad ke-7 pernah menulis kajian mengenai mimpi. Lebih dari 700 tahun kemudian, pemikian Bin Sirin masih menjadi referensi di dunia Arab. (hs)

• VIVAnews

Jangan Reset Password Facebook!

Awas, Jangan Reset Password Facebook!
Ada virus ‘Facebook’ baru, W32/Oficla.FA yang mirip dengan Bredolab atau Pendex.
SENIN, 3 MEI 2010, 09:33 WIB
Muhammad Firman
(VIVAnews)

VIVAnews - Di mana ada gula, di situ ada semut. Pepatah lama ini terbukti berlaku sampai hari ini. Perkembangan jejaring sosial seperti Facebook yang sangat luar biasa membuat ‘semut-semut jahat’ bermunculan sejak pertengahan tahun 2009.

Bredolab atau Pendex, Koobface, dan virus-virus lain silih berganti menyerang pengguna jejaring sosial tersebut. Kini ada yang baru, W32/Oficla.FA yang mirip dengan Bredolab atau Pendex.

Kabar buruknya, walau varian awal sudah terdeteksi oleh antivirus di akhir 2009, virus ini punya kemampuan mengupdate dirinya setiap dideteksi oleh antivirus. Dan setiap kali menginfeksi ia akan mendownload virus baru di situs yang telah disiapkan.

“Banyak fitur yang memudahkan pengguna, salah satu yang umum yaitu ‘Forgot your password?’ yang sangat bermanfaat bagi pengguna yang kehilangan atau lupa password akun mereka,” kata Adi Saputra, pakar keamanan dari Vaksincom, pada katerangannya, 3 Mei 2010.

“Fitur ini disalahgunakan oleh pembuat virus Oficla dengan mengirimkan email tetapi berisi attachment berformat Zip ukuran 48KB untuk me-reset password,” kata Adi. “Jika seperti itu, maka anda harap berhati-hati karena bisa jadi anda telah menjadi sasaran serangan virus Facebook,” ucapnya.

Jika Anda menerima virus ini, kata Adi, bukan cuma scam (email bohong) yang Anda terima, tetapi email mengandung virus yang akan menginstalasikan program jahat dengan isi yang direkayasa sedemikian rupa sehingga sangat meyakinkan.

Adi menyebutkan, akibat yang ditimbulkan virus ini sangat merepotkan. “Bukan hanya password Facebook Anda yang bisa hilang, tetapi dengan menjalankan virus ini, Anda sudah memberikan akses pada semua kredensial (username dan password) di komputer Anda,” kata Adi.

Data kartu kredit dan data keuangan lain yang pernah atau akan Anda gunakan untuk transaksi online, akan jadi milik si pembuat virus.

“Karena itu, salah satu cara yang terbaik untuk terhindar dari virus ini adalah jangan mudah mempercayai apa yang datang di email karena semuanya bisa dipalsukan,” kata Adi. “Jangankan pesan, gambar atau background yang bisa dibuat semirip mungkin dengan situs Facebook, pengirim (from) juga dapat dipalsukan seakan-akan dari administrator Facebook,” ucapnya.

Anda yang menerima email seperti ini, sebaiknya langsung hapus saja untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Bagi yang sudah terlanjur mengklik attachment pada email dari ‘Facebook’ tersebut, salah satu cara pembersihan virus tersebut ada di sini.

Ada baiknya jika Anda terus menerus melakukan update terhadap program antivirus yang Anda miliki. (hs)

• VIVAnews

Sabtu, 01 Mei 2010

Your Office Chair Is Killing You

Your Office Chair Is Killing You

Office worker leaning back in chair (Getty Images)

If you're reading this article sitting down -- the position we all hold more than any other, for an average of 8.9 hours a day -- stop and take stock of how your body feels. Is there an ache in your lower back? A light numbness in your rear and lower thigh? Are you feeling a little down?

These symptoms are all normal, and they're not good. They may well be caused by doing precisely what you're doing -- sitting. New research in the diverse fields of epidemiology,molecular biology, biomechanics, and physiology is converging toward a startling conclusion: Sitting is a public-health risk. And exercising doesn't offset it. "People need to understand that the qualitative mechanisms of sitting are completely different from walking or exercising," says University of Missouri microbiologist Marc Hamilton. "Sitting too much is not the same as exercising too little. They do completely different things to the body."

In a 2005 article in Science magazine, James A. Levine, an obesity specialist at the Mayo Clinic, pinpointed why, despite similar diets, some people are fat and others aren't. "We found that people with obesity have a natural predisposition to be attracted to the chair, and that's true even after obese people lose weight," he says. "What fascinates me is that humans evolved over 1.5 million years entirely on the ability to walk and move. And literally 150 years ago, 90% of human endeavor was still agricultural. In a tiny speck of time we've become chair-sentenced," Levine says.

Hamilton, like many sitting researchers, doesn't own an office chair. "If you're standing around and puttering, you recruit specialized muscles designed for postural support that never tire," he says. "They're unique in that the nervous system recruits them for low-intensity activity and they're very rich in enzymes." One enzyme, lipoprotein lipase, grabs fat and cholesterol from the blood, burning the fat into energy while shifting the cholesterol from LDL (the bad kind) to HDL (the healthy kind). When you sit, the muscles are relaxed, and enzyme activity drops by 90% to 95%, leaving fat to camp out in the bloodstream. Within a couple hours of sitting, healthy cholesterol plummets by 20%.

The data back him up. Older people who move around have half the mortality rate of their peers. Frequent TV and Web surfers (sitters) have higher rates of hypertension, obesity, high blood triglycerides, low HDL cholesterol, and high blood sugar, regardless of weight. Lean people, on average, stand for two hours longer than their counterparts.

The chair you're sitting in now is likely contributing to the problem. "Short of sitting on a spike, you can't do much worse than a standard office chair," says Galen Cranz, a professor at the University of California at Berkeley. She explains that the spine wasn't meant to stay for long periods in a seated position. Generally speaking, the slight S shape of the spine serves us well. "If you think about a heavy weight on a C or S, which is going to collapse more easily? The C," she says. But when you sit, the lower lumbar curve collapses, turning the spine's natural S-shape into a C, hampering the abdominal and back musculature that support the body. The body is left to slouch, and the lateral and oblique muscles grow weak and unable to support it.

This, in turn, causes problems with other parts of the body. "When you're standing, you're bearing weight through the hips, knees, and ankles," says Dr. Andrew C, Hecht, co-chief of spinal surgery at Mount Sinai Medical Center. "When you're sitting, you're bearing all that weight through the pelvis and spine, and it puts the highest pressure on your back discs. Looking at MRIs, even sitting with perfect posture causes serious pressure on your back."

Much of the perception about what makes for healthy and comfortable sitting has come from the chair industry, which in the 1960s and '70s started to address widespread complaints of back pain from workers. A chief cause of the problem, companies publicized, was a lack of lumbar support. But lumbar support doesn't actually help your spine. "You cannot design your way around this problem," says Cranz. "But the idea of lumbar support has become so embedded in people's conception of comfort, not their actual experience on chairs. We are, in a sense, locked into it."

In the past three decades the U.S. swivel chair has tripled into a more than $3 billion market served by more than 100 companies. Unsurprisingly, America's best-selling chair has made a fetish of lumbar support. The basic Aeron, by Herman Miller, costs around $700, and many office workers swear by them. There are also researchers who doubt them. "The Aeron is far too low," says Dr. A.C. Mandal, a Danish doctor who was among the first to raise flags about sitting 50 years ago. "I visited Herman Miller a few years ago, and they did understand. It should have much more height adjustment, and you should be able to move more. But as long as they sell enormous numbers, they don't want to change it." Don Chadwick, the co-designer of the Aeron, says he wasn't hired to design the ideal product for an eight-hour-workday; he was hired to update Herman Miller's previous best-seller. "We were given a brief and basically told to design the next-generation office chair," he says.

The best sitting alternative is perching -- a half-standing position at barstool height that keeps weight on the legs and leaves the S-curve intact. Chair alternatives include the Swopper, a hybrid stool seat and the funky, high HAG Capisco chair. Standing desks and chaise longues are good options. Ball chairs, which bounce your spine into a C-shape, are not. The biggest obstacle to healthy sitting may be ourselves. Says Jackie Maze, the vice-president for marketing at Keilhauer: "Most customers still want chairs that look like chairs."

Recently Levine talked to Best Buy (NYSE:BBY - News), Wal-Mart (NYSE:WMT - News), and Salo accounting about letting him design their offices and keep people walking and working as much as possible. Levine jerry-rigged an old 1- to 2-mph treadmill to stand under a desk and put a handful of them in conference rooms. Those who wanted could have walking desks in their offices, and he partnered with Steelcase to manufacture a $4,500 version of the machine. "Within two weeks, people basically get addicted to walking and working," says Levine. "You just need to give them the chance."

http://news.yahoo.com/s/bw/1019b4177071221162

Warga Malang Jualan Nasi Goreng di Belanda

Laporan dari Belanda
Warga Malang Jualan Nasi Goreng di Belanda
Salah satu pelanggannya John de Mol, salah satu orang terkaya di Belanda,
SABTU, 1 MEI 2010, 08:10 WIB
Suwarjono
Penjual nasi goreng di Belanda (Arfi Bambani Amri)


Ternyata bukan. Anda sedang berada di warung Indonesia di sebuah jalan bernama Laarderweg di kota kecil bernama Bussum di Belanda Utara. Nama resmi warungnya "Sinar Djaya: Indonesische Afhaalcentrum" alias warung take away ala Indonesia.
VIVAnews
- Rendang daging sapi. Ayam kari. Sayur buncis. Orek tempe. Telur balado. Telur opor. Tumis toge. Ikan goreng balado. Rempeyek. Kerupuk. Emping. Apakah ini menu rumah makan di Jakarta?


"Warung ini sudah buka sejak 1986," kata Hira Lal, pemilik warung, saat ditemui Arfi Bambani Amri, jurnalis VIVAnews yang tengah mengikuti kursus singkat multimedia di Amsterdam, akhir April 2010. Namun Hira hanyalah pelanjut warung dari pemilik sebelumnya sejak tahun 2001.

Hira berasal dari Malang, Jawa Timur. Setamat sekolah menengah pertama di Malang, pria kelahiran tahun 1965 ini melanjutkan sekolah menengah atas di Belanda mengikuti kedua orang tuanya yang bermigrasi ke negeri kincir angin ini. Hira kemudian berkuliah di jurusan ekonomi Universitas Erasmus Rotterdam.

"Setelah lulus, awalnya saya bekerja di bursa saham," kata Hira dengan Bahasa Indonesia logat Jawa Timur yang kental. Namun Hira mengaku tak tahan bekerja di bidang saham karena alasan keyakinan.

"Duitnya tak jelas," kata Hira. "Lebih baik jualan warung begini," kata Hira, "Jelas halal."

Percakapan kami terinterupsi. Seorang pria kulit putih berambut pirang masuk ke warung di pinggir jalan itu. Dia lalu memesan nasi goreng rames. Hira pun bergegas mengemasnya, disertai sejumlah lauk seperti daging rendang dan sayur buncis. Sebelum diangsurkan ke pembeli, nasi goreng rames itu pun terlebih dulu dipanaskan.

"Favorit saya nasi goreng rames," kata pria yang diketahui bernama Henk itu. "Hampir setiap minggu saya ke sini," katanya kepada VIVAnews. "Lekker!"

Nasi goreng rames yang dimaksud adalah nasi goreng yang disertai aneka lauk dan sayur. Menu ini, kata Hira, memang menjadi favorit utama warga Belanda.

Karena itu pula, Hira menjamin semua makanan yang dijualnya halal. Meski demikian, pelanggan Hira justru kebanyakan adalah warga asli Belanda.

"Salah satu pelanggan saya itu John de Mol," katanya. "Kamu tahu siapa dia? Dia itu salah satu orang terkaya di Belanda, pemilik stasiun televisi nomor satu di sini," katanya.

Bussum, kota kecil di pinggiran Amsterdam ini, memang menjadi kawasan tempat tinggal orang-orang kaya Belanda. John de Mol adalah salah satu warga kota kecil yang berpenduduk 30.000 ribu lebih itu.

Dan selang beberapa menit kemudian, perbincangan kami kembali terinterupsi, telepon berdering. Hira mengangkatnya. Rupanya Hira melayani pesan antar ke alamat melalui telepon dan e-mail. Untuk e-mail, pembeli bisa membuka www.sinardjaya.nl.

Berapa omzet Hira dalam sebulan? "Cukuplah," kata Hira yang telah menikah dengan warga Belanda bernama Brigita itu. Hira menolak menyebut rinciannya.

"Begini, taoge itu satu kilogram harganya satu euro. Setelah diolah nanti, bisa jadi enam belas euro," katanya memberi perumpamaan penghasilannya. Dan sayur taoge adalah salah satu favorit di warung ini.

Kemudian hal lain, ayah tiga anak itu memiliki dua karyawan. Satu orang membantunya di dapur memasak dan satu lagi membantu mengantar pesanan. Sementara Hira sendiri juga turun langsung melayani pembeli.

Hira juga memiliki dua mobil di rumahnya. Salah satu mobilnya berfungsi sebagai pengantar bahan makanan karena Sinar Djaya juga meladeni katering. (jon)

• VIVAnews