Tampilkan postingan dengan label Sumur Bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumur Bandung. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 November 2009

Sumur Bandung Ambil Air Harus Pakai Doa

Selasa, 13/01/2009 12:07 WIB
Sumur Bandung
Ambil Air Harus Pakai Doa
Ema Nur Arifah - detikBandung




Bandung
- Ternyata tidak bisa sembarangan mengambil dan menggunakan air yang ada dalam situs Sumur Bandung. Harus ada tata cara lengkap dengan doa khusus yang harus dilakukan untuk melakukan pengambilan air di dalam sumur ini.

Menurut Agus Suryana (42) pengurus situs Sumur Bandung ini mengatakan salah satu yang harus dipenuhi agar bisa mengambil air tersebut yaitu harus punya wudhu. Setelah itu ketika membuka rantai yang mengelilingi situs tersebut juga harus membaca do'a. Begitupun ketika membuka tutup lubang yang menghubungkan dengan air sumur dan begitu selanjutnya.

"Doa-doa yang diucapkan juga dari Al-Qur'an seperti surat Al-Ihklas dan lain-lain dan bukan bacaan yang aneh," ujarnya. Menurut Agus, do tersebut diucapkan untuk meminta izin dan ridho Allah SWT. "Dengan do'a air teh saja bisa bikin sembuh," lanjutnya.

Jika tidak diiringi doa, Agus khawatir akan terjadi apa-apa. Karena menurutnya walau secara kasat mata tidak tampak, tapi di tempat itu terdapat sesepuh-sesepuh Bandung. Di antaranya Nyi Mas Kentring Manik, Mama Haji Cakraningrat bahkans esekali termasuk Dalem Kaum atau Raden Adipati Wiranatakusumah.

"Pernah ada yang ngambil sembarangan lalu langsung gila dan dia dimandikan lagi dengan air tersebut. Sekarang sudah normal kembali," ungkapnya.

Namun Agus mengatakan semua diniatkan ibadah kepada Allah. Jangan sampai tempat ini disalahgunakan dengan hal-hal yang berbau musyrik. Agus mencontohkan tempat ini dulu pernah disalahgunakan oleh orang-orang tertentu untuk mendapatkan wangsit dalam berjudi. Meskipun pada saat ini masih ada juga peziarah yang melakukan hal-hal mengarah pada musyrik saat berkunjung ke tempat ini.

"Maka saya menjaga agar tidak ada orang yang mencoreng situs sejarah ini dengan hal-hal yang musyrik," tutur Agus.(ema/ern)

Sumur Bandung Setahun Sempat Tak Ada Kuncen

Selasa, 13/01/2009 17:04 WIB
Setahun Sempat Tak Ada Kuncen
Ema Nur Arifah - detikBandung




Bandung
- Selama sepuluh tahun, situs Sumur Bandung dijaga oleh Kusnadi. Setelah Kusnadi meninggal selama setahun situs ini tidak memiliki kuncen. Barulah sejak setahun yang lalu, Agus Suryana (42) berani untuk mengambil langkah mengurus situs tersebut.

Agus mengakui keberaniannya tersebut karena dia mendapat wangsit langsung dari Raden Adipati Wiranatakumah. "Saya mendapatkan wangsit dari Raden Adipati melalui impian," akunya. Entah itu didatangi sosok adipati atau visual situsnya sendiri.

Namun Agus pun mengaku dirinya tidak lantas percaya bahwa wangsit tersebut berasal dari Adipati. Selama berbulan-bulan dirinya memikirkan wangsit tersebut awalnya dia tak memiliki keberanian karena untuk menjaga situs tersebut tidak bisa sembarangan.

Namun karena iba melihat para peziarah yang datang tapi tidak tahu harus bertanya kepada siapa menggerakan Agus untuk berani mengambil keputusan. Agus yang bekerja di bagian koperasi tersebut akhirnya mau menjadi pengurus.

"Kasihan orang yang mau ke sini. Sama siapa lagi kalau orang lain tidak mau," ujarnya. Agus pun mengaku tidak mendapatkan kelebihan secara materi dari para peziarah. Tapi karena merasa bertanggung jawab maka Agus tetap meneruskan pekerjaan ini.



Ngobrol asyik tempat-tempat wisata Bandung di Forumbandung, ayo gabung!(ema/ern)

Sumur Bandung Khasiat Airnya Menyedot Peziarah

Selasa, 13/01/2009 07:40 WIB
Sumur Bandung
Khasiat Airnya Menyedot Peziarah
Ema Nur Arifah - detikBandung




Bandung
- Tercatat dalam sejarah, di tempat inilah Bupati Bandung Raden Adipati Wiranatakusumah menancapkan tongkatnya ketika beristirahat di kawasan sungai Cikapundung. Namun ketika tongkat tersebut dicabut, keluarlah air dari lubang tempat menancapkan tongkat tadi.

Ketika anggota rombongan bertanya air apakah itu, Adipati menjawab, karena air tersebut adanya di Bandung maka diberi nama Sumur Bandung. Sampai saat ini, peninggalan jejak Bupati Adipati Wiranatakusumah itu masih terus ada dengan nama Sumur Bandung. Berada di lantai dasar bangunan Bale Sumur Bandung, PLN distribusi Jawa Barat, Sumur Bandung menjadi tempat ziarah yang kerap dikunjungi. Tak hanya dari Bandung tapi juga luar kota Bandung.

Airnya yang dipercaya memiliki daya magis itulah yang menyedot para peziarah untuk datang. Dituturkan oleh pengurus sumur tersebut H. Agus Suryana (42) sejak dibuka kepada umum sekitar 10 tahun yang lalu sumur ini memang banyak dikunjungi. Sebelumnya menurut Agus, orang yang datang ke sumur tersebut adalah orang-orang yang mendapat wangsit atau ilapat.

Sebagai orang yang dipercaya sebagai pengurus, pria yang disapa Pak Haji ini pun meluangkan waktu khusus untuk para peziarah. "Biasanya tiap malam Jumat kliwon para peziarah berkumpul dan melakukan tawasul bersama," tutur Agus. Agus sendirilah yang langsung memimpin acara tawasul tersebut.

Tawasulan biasa dilakukan dari mulai pukul 09.00 WIB bahkan bisa sampai pukul 03.00 dini hari. Dalam tawasulan tersebut para peziarah mendoakan para sesepuh Bandung. Setiap harinya ada saja peziarah baru yang datang di samping peziarah lama yang rutin melakukan tawasul di tempat ini. "Ada juga orang Korea yang datang ke sini karena melihat informasi dari internet," ujarnya.

Tak hanya malam Jumat kliwon, malam-malam lain pun banyak yang datang termasuk di siang hari. Tak hanya ziarah, mereka mengincar air yang ada dalam sumur. Air tersebut dipercaya berkhasiat untuk menghilangkan hati yang resah dan memberikan ketenangan batin. Air tersebut tak hanya diminum tapi bisa juga digunakan untuk mandi.

Tapi menurut Agus, walaupun banyak yang datang, keberadaan situs sejarah ini tidak dikomersilkan. Agus menyatakan dirinya tidak membebankan biaya bagi siapapun yang ingin mendapatkan air dari sumur ini. Semua diniatkannya untuk ibadah.

Ngobrol asyik tempat-tempat wisata Bandung di Forumbandung, ayo gabung!(ern/ahy)