Minggu, 06 September 2009

Momen Terbaik dalam Sehari Bekerja

Petik Momen Terbaik dalam Sehari Bekerja
Sesuaikan ritme tubuh dengan pekerjaan Anda agar hasilnya lebih maksimal.


RABU, 2 SEPTEMBER 2009 | 13:56 WIB

KOMPAS.com - Sepanjang hari, seluruh organ yang ada di dalam tubuh Anda, termasuk otak, bergerak mengikuti irama tubuh. Tubuh dipengaruhi oleh siklus hormon, pola makan, pola tidur, dan sebagainya. Makanya, ada saat-saat Anda merasa amat mengantuk, atau malah merasa sangat segar, dan mudah berkonsentrasi. Karena itu, sesuaikan jenis tugas dengan irama otak supaya Anda bisa lebih produktif dalam bekerja.

Pukul 07.00 – 09.00 – Berkorespondensi
Ini adalah waktu yang paling tepat untuk mencek e-mail yang mampir ke inbox Anda. Pasalnya, dalam kondisi kantor masih relatif sepi, kegiatan tersebut bisa menjadi semacam “pemanasan” bagi otak Anda sebelum mulai bekerja. Pasalnya, di pagi hari, kadar hormon oksitosin –yang oleh para peneliti disebut juga hormon “cinta” sedang berada dalam kadar puncak, sehingga jangan heran apabila gerak-gerik Anda masih lambat lantaran mood kerja masih dipengaruhi oleh nyamannya suasana rumah tadi pagi.

Suasana hati yang tenang juga banyak gunanya dalam menanggapi e-mail berisi teguran ataupun laporan tentang masalah yang menghadang tim Anda di tengah jalan. Singkirkan junk-mail agar Anda tidak bingung melacak surat tertentu di kemudian hari. Segera balas e-mail yang perlu mendapat tanggapan, supaya Anda tidak merasa punya “utang” di siang harinya.

Pukul 09.00 -12.00 – Adakan rapat brainstorming
Setelah mendapat cukup “pemanasan”, otak Anda kini siap diajak bekerja dan hormon stres kortisol Anda berada dalam level sedang. Hal ini akan sangat membantu Anda untuk berpikir fokus. Karena itu, manfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk mengerjakan tugas-tugas yang membutuhkan analisis dan konsentrasi, mengembangkan ide baru, serta menyusun materi presentasi.

Momen ini juga bisa Anda gunakan untuk mengadakan rapat brainstorming dengan seluruh anggota tim. Di pagi hari, otak yang terbilang masih jernih berpotensi mengeluarkan ide-ide brilian yang biasanya sulit dihasilkan ketika tubuh sudah terasa penat lantaran bekerja seharian. Anda juga bisa menggunakan waktu berharga ini untuk memberikan presentasi di depan klien atau mengerjakan tugas sulit lainnya.

Pukul 12.00 – 13.30 –Menyortir berkas di atas meja
Menjelang siang, hormon tidur bernama melatonin di otak Anda sedang menurun drastis. Kondisi puncak hormon ini sendiri adalah di malam hari. Mulai dari ketika Anda jatuh tertidur, hingga awal pagi. Karenanya, pilihlah jenis pekerjaan yang tidak terlalu menuntut Anda untuk berpikir terlalu keras.

Misalnya, menyortir berkas pekerjaan yang tergeletak di atas meja, meng-google informasi, menjawab e-mail, atau pun menelepon seseorang. Jika Anda perlu mencari informasi di internet, saat ini juga merupakan momen yang tepat. Yang paling penting, lakukan pekerjaan Anda satu demi satu agar seluruhnya dapat ditangani dengan baik.

Pukul 13.30 – 14.30 – Break dulu, yuk...
Jam makan siang yang diberlakukan oleh banyak perusahaan pada umumnya memang pukul 12.00 siang. Padahal akan lebih baik apabila Anda memilih makan siang menjelang pukul 14.00. Mengapa? Sebab penurunan suhu tubuh yang membantu menenangkan untuk tidur di malam hari akan terjadi pula pada saat ini. Akibatnya, Anda akan menjadi amat tidak produktif dalam bekerja.

Selain itu, untuk mencerna makan siang, tubuh pun harus menarik darah dari otak ke perut. Otomatis, setelah makan siang, tubuh Anda pun berharap bisa beristirahat sejenak untuk mencerna makanan tadi. Makanya, gunakan jam istirahat semaksimal mungkin untuk beristirahat. Ada baiknya, Anda menghindari hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan sementara waktu. Lebih baik Anda membaca majalah, koran, situs internet, atau bermeditasi.

Pukul 14.30 – 17.00 – Saatnya bertemu klien
Para peneliti dari University of Michigan menyatakan bahwa kadar hormon stres kortisol pada perempuan biasanya menurun di akhir siang. Alhasil, suasana hati Anda akan terasa lebih cerah. Anda pun jadi lebih ramah dan senang bicara pada jam ini. Karenanya, gunakan waktu semaksimal mungkin untuk mengadakan pertemuan santai dengan klien atau rapat konsolidasi dengan anggota tim. Jika mungkin, hindari membahas masalah yang terlalu berat dan sisakan saja untuk rapat brainstorming di lain waktu.

Untuk menghalau rasa kantuk yang menyerang seusai makan siang, cobalah jalan cepat sejenak di sekitar ruangan Anda atau minumlah segelas air putih. Kedua cara ini sangat baik untuk membantu melancarkan aliran darah dari perut ke otak. Atau, jika memang sudah terbiasa, sah-sah pula bila Anda menikmati suntikan kafein dari secangkir kopi untuk membantu mata agar tetap terjaga.

Pukul 17.00 – 20.00 – Hangout dengan rekan kerja
Sejumlah peneliti menyebutkan bahwa saat ini produksi hormon tidur melatonin Anda berada pada titik paling rendah di sepanjang hari. Akibatnya, Anda tidak mudah merasa lelah atau mengantuk. Ini saatnya tubuh Anda memasuki masa yang disebut “stay awake” alias tetap melek.

Karenanya, gunakan waktu semaksimal mungkin untuk melakukan kegiatan yang Anda sukai, hangout dengan rekan kerja, atau berkumpul bersama para sahabat. Seusai jam kerja, Anda berhak memanjakan diri sendiri dan menikmati hidangan lezat sebagai imbalan atas jerih payah Anda berkutat di kantor sepanjang hari. Sesekali menikmati happy hour bersama klien atau rekan kerja juga besar manfaatnya bagi kemajuan karier Anda.

(Nayu Novita/CHIC)

http://perempuan.kompas.com/read/xml/2009/09/02/13562894/petik.momen.terbaik.dalam.sehari.bekerja

Meningkatkan Kompetensi di Kantor

6 Cara Meningkatkan
Kompetensi di Kantor
Menangis di depan atasan hanya akan membuat Anda dianggap tidak dewasa.
    KAMIS, 3 SEPTEMBER 2009 | 17:43 WIB

    KOMPAS.com - Karena lalai mencari tahu berapa standar gaji seorang koordinator PR dan marketing di sebuah firma hukum pada awal kariernya, Marisa (40, bukan nama sebenarnya) tidak mampu bernegosiasi mengenai gaji pertamanya. Kesalahan ini ternyata mempengaruhi kariernya pada tahun-tahun berikutnya. "Pada tahap tertentu (tidak dilakukannya negosiasi) telah membatasi jumlah penghasilan saya sekarang," ujar Marisa. "Waktu itu saya tidak berani meminta gaji lebih besar. Padahal saya tahu saya layak mendapatkan lebih."

    Kesalahan yang tidak disadari seperti ini, menurut Lois Frankel, PhD, presiden Corporate Coaching International dan penulis Nice Girls Don't Get The Corner Office, ternyata dapat merugikan wanita dalam kariernya. Sebagian alasan mengapa wanita cenderung mengalah, adalah karena wanita menganggap dunia kerja sebagai keluarga. Mereka melihat diri mereka dalam hubungan dengan orang lain, sehingga kurang nyaman mempromosikan keinginan diri mereka karena dirasa merugikan yang lain.

    Wanita juga bersedia menerima gaji yang lebih rendah daripada pria karena khawatir dianggap serakah, demikian menurut hasil riset Lisa Barron dari University of California, Irvine. Secara umum, studi tersebut menunjukkan bahwa wanita kurang nyaman mensejajarkan jumlah penghasilan dengan kelayakan diri mereka.

    Pada dasarnya, ada lima kesalahan lain yang dilakukan wanita (selain urusan gaji), yang membuat diri mereka kurang kompeten dibandingkan rekan kerja pria. Bila telah menyadarinya, semua kekurangan ini dapat Anda ubah menjadi cara untuk tetap eksis di kantor.

    Tingkatkan kemampuan negosiasi
    Masih banyak perusahaan yang menetapkan standar gaji yang berbeda antara pria dan wanita. Bila Anda memang sudah mencari tahu berapa gaji untuk jabatan tertentu di beberapa perusahaan dengan level dan reputasi yang sama, jangan ragu untuk bernegosiasi dengan atasan (atau staf pengembangan sumber daya manusia yang mewawancarai Anda). Jika Anda tidak mendapatkan gaji pertama yang fair (sesuai standar), Anda akan kehilangan sekian juta rupiah yang bisa Anda dapatkan sebelum pensiun, demikian menurut Linda Babcock dan Sara Laschever, dua ekonom dari Carnegie Mellon University yang menulis buku Women Don't Ask: Negotiating And The Gender Divide.

    Aktif saat meeting
    Wanita berbicara 20.000 kata dalam sehari, yang artinya tiga kali lipat dibandingkan pria. Namun, banyak dari kita yang mendadak jadi pendiam saat menghadiri rapat. Kebiasaan seperti ini sangat tidak disarankan. Menurut Lois Frankel, PhD, seorang pelatih karier dan penulis buku-buku untuk wanita karier, dua atau tiga orang pertama yang berbicara saat meeting akan dilihat sebagai orang yang percaya diri dan asertif.

    Sampaikan pendapat secara singkat dan jelas
    Setelah Anda memberanikan diri untuk urun pendapat saat rapat, cobalah untuk meringkas pernyataan Anda hingga 25 persen. Bila mungkin, anggaplah bahwa Anda akan diinterupsi dalam 30 detik, sehingga Anda mampu menyampaikan informasi yang paling penting saja. Maklum saja, wanita memang cenderung suka berbicara panjang-lebar, yang akhirnya malah membuatnya lupa apa sebenarnya inti pesannya.

    Asah jiwa kepemimpinan Anda
    Salah satu yang membuat seseorang diangkat menjadi manajer atau CEO adalah kemampuannya memecahkan masalah dan menghadapi bawahan. Seorang pemimpin tahu bagaimana mengangkat sebuah isu dan bagaimana harus memaparkan isu tersebut pada rekan kerjanya. Kemampuan untuk mengukur waktu yang pantas (untuk menyampaikan isu tersebut) adalah yang paling penting. Menggunakan kekuatan kata-kata seperti "kita", dan bukannya "saya", ketika menyampaikan sebuah isu adalah cara yang baik untuk menentramkan kecenderungan orang lain untuk bersikap defensif.

    Katakan "tidak" jika Anda memang tidak mampu
    Atasan mungkin akan memberikan beban pekerjaan yang cukup tinggi untuk Anda. Namun, Anda harus tahu kapan mengatakan "tidak" pada atasan. Mungkin hal ini terasa kurang pantas, atau merugikan diri sendiri, namun jika Anda diminta untuk melakukan sesuatu yang tak dapat Anda lakukan dalam target waktu, atau Anda merasa tidak nyaman melakukannya, berarti itulah saatnya Anda harus berlalu. Namun coba sampaikan keberatan Anda tersebut dengan kalimat alternatif, sehingga "tidak" bukanlah kata terakhir yang diingat oleh atasan ketika Anda meninggalkan kantor. Dengan demikian pekerjaan tersebut tetap aman di tangan Anda.

    Kontrol emosi
    Ketika merasa terdesak, namun tidak mampu membela diri, wanita cenderung akan menangis untuk meluapkan perasaannya. Namun jangan lakukan hal ini di kantor. Menangis di hadapan rekan kerja atau atasan dapat merusak reputasi dan karier Anda. Saat itu juga Anda akan dianggap tidak mampu mengendalikan emosi, lemah, tidak dewasa, bahkan manipulatif, demikian menurut riset yang diadakan oleh Penn State University. Tentu ada perkecualian, misalnya jika Anda menerima berita buruk dari teman atau keluarga yang mengalami musibah. Namun, sebisa mungkin minimalkan perasaan ingin menangis ini.


    DIN
    Sumber : Forbes

    http://perempuan.kompas.com/read/xml/2009/09/03/17435113/6.cara.meningkatkan.kompetensi.di.kantor

    Selasa, 18 Agustus 2009

    Hasil Usaha di Tempat tinggal

    Seven Surprising Stay-Home Salaries

    by Lila Daniels

    The U.S. Bureau of Labor Statistics reports that at last count, 13.7 million Americans were telecommuting. Only one in four had a formal agreement in place with their employers. The vast majority simply arrange with a supervisor to spend a day or two a week out of the office.

    Seven Surprising Stay-Home Salaries

    In Pursuit of a Telecommute

    Highly educated workers were the most likely to telecommute, according to the BLS study. If telecommuting is your goal, career training can be a good first step. Online degree programs are also a great way to see if you've got motivation and discipline it takes to work independently.

    The BLS advises telecommuting hopefuls to seek out employers with established telework programs. Certain jobs and industries are more prone to this arrangement, and some of them pay really well. Here are seven stay-home jobs with standout salaries.

    Sales Representatives

    More than ever, big companies are farming out their sales forces. But instead of jobs going overseas, they're going to the suburbs. According to the BLS, one in five sales reps telecommute. The highest paying sales jobs usually involve technical and scientific products. These sales jobs are more likely to require a bachelor's degree. Studying marketing, business, or communications can be excellent preparation for this line of work.
    Stay-Home Salary: $68,270

    Financial Analysts

    Financial analysts help large companies and non-profit organizations figure out how, when, and where to invest their money. Often employed by investment banks, mutual funds, and insurance companies, the independent nature of the work lends itself to working from the home office. You'll need a bachelor's degree in finance, business administration, economics, or accounting to get in on the ground floor.
    Stay-Home Salary: $70,400

    Personal Financial Advisors

    This is another high finance, home-office profession. Instead of working with large endowments, personal financial advisors help individuals manage their money, protect their assets, and plan for retirement. Financial advisors work for financial services firms or investment and planning firms. A minimum of a bachelor's degree in finance, business administration, or accounting is required.
    Stay-Home Salary: $67,660

    Web Designers

    Two career paths that are particularly well suited to telecommuting are graphic design and computing. These career paths intersect for the job of Web developers, also called Web designers. These creative techies craft a Web site's look and make sure it functions. Most employers are looking for a bachelor's degree, and many schools offer programs specifically in Web site design.
    Stay-Home Salary: $47,000 to $71,500

    Software Developers

    These tech-savvy telecommuters design and develop commuter applications. Therefore, they need to be well versed in programming languages as well as operating systems. A bachelor's degree in computer science orsoftware engineering is required, but your education is likely to pay off. The BLS predicts 38 percent growth through 2016, making this one of the nation's fastest growing occupations.
    Stay-Home Salary: $83,130

    Accountant

    Accounting is all about keeping the fiscal house in order--paying taxes, reporting earnings, analyzing budgets, and guiding investments. The individual nature of the work allows many accountants to routinely work from home. Certification and a degree in accounting are typical job requirements.
    Stay-Home Salary: $57,060

    Marketing Manager

    Managers (in any department) are more likely to regularly work from home. Marketing managers may find creativity blooms with the freedom of the home office. Increasingly, a master's degree in business administration is becoming the norm for marketing managers, though a good track record and a bachelor's degree may suffice.
    Stay-Home Salary: $104,400

    The Truth Behind the Telecommute

    Technically, to be considered a telecommuter you must regularly works eight or more paid hours at home each week. Telecommuting can cut down on a killer commute or carve out more time for the kids. It can help you find a better work-life balance. But let's be clear--there are a few things telecommuting is not designed for.

    1. It is not a substitute for child care. Imagine trying to hold a conference call while entertaining your two-year-old.
    2. It is not for the recluse. The key to successful telecommuting is communication, particularly with your supervisors.
    3. It is not entry-level workers. According to the BLS Occupational Outlook Quarterly, it is far more effective for employees to make a case for telecommuting after proving their value.

    Working at home can help you save on skyrocketing gas prices, but it makes financial sense for your employer, too. A study done for the Federal Reserve Bank of Dallas showed telecommuters earning $44,000 a year saved their company an average of $10,000. And, telecommuting options improve morale, productivity, and worker retention.

    http://education.yahoo.net/degrees/articles/featured_seven_surprising_stay_home_salaries.html

    Senin, 17 Agustus 2009

    Modal Puncak Karier

    Modal untuk Mencapai Puncak Karier
    Untuk mencapai puncak tertinggi, tak cukup hanya ambisi.

    KAMIS, 30 JULI 2009 | 14:14 WIB

    KOMPAS.com - Untuk mencapai puncak tertinggi, dibutuhkan banyak aspek, tak cukup hanya ambisi untuk mencapai ke sana. Dibutuhkan keterampilan dan keahlian dalam bidang-bidang tertentu. Pastikan Anda memiliki modal tersebut agar “selamat” sampai di tujuan.

    Berikut adalah 7 keterampilan dan keahlian yang menurut askmen.com bisa mengantarkan Anda ke kursi tertinggi yang sudah Anda cita-citakan.

    1. Keahlian berbicara.
    Mungkin terdengar sepele dan umum. Tetapi, tak semua orang memiliki kepercayaan diri untuk berbicara di depan umum. Tak hanya itu, ada pula sebagian orang yang tak berani berbicara dengan orang yang ia anggap lebih pandai atau lebih tua dari dirinya. Kemampuan untuk bisa berbicara dengan ragam orang di ragam situasi amatlah penting. Menjadi seorang pembicara yang andal membuat kehadiran Anda amat diingat orang lain. Berlatihlah untuk bicara dalam ragam kesempatan, seringlah mendengarkan dan menonton orang bicara di televisi.

    2. Kepercayaan diri dalam mengambil keputusan.
    Seorang pemimpin yang baik selalu mampu mengambil keputusan dan selalu memiliki perhitungan ketika akan membuat keputusan. Jika kepemimpinan Anda lumpuh karena takut melakukan keputusan yang salah, maka Anda tak akan melakukan apa pun. Banyak pemimpin hebat melakukan keputusan-keputusan berisiko tinggi dan menyadari bahwa kesalahan masih bisa dikoreksi. Kesalahan adalah pelajaran dan kesuksesan yang tertunda. Belajarlah untuk menimbang pro dan kontra sebuah permasalahan, pikirkan masak-masak, lalu buat keputusan. Jangan selalu bermain aman setiap waktu, karena Anda tak akan membuat perbedaan atau membuat Anda dikenang jika hanya melakukan hal itu-itu saja.

    3. Akuntabilitas
    Satu hal yang menjadi bagian utama kesuksesan adalah kemauan untuk mengambil tanggung jawab, baik untuk sukses dan kegagalan. Jika Anda ingin orang lain menghargai Anda, maka memang ada kesalahan yang merupakan kesalahan Anda. Akuilah, jangan mencari kambing hitam. Setiap orang melakukan kesalahan, tetapi pembelajaran tersulitnya adalah bagaimana Anda bereaksi terhadap kesalahan itu. Bagaimana Anda menyikapi kejadian yang sudah terjadi dan mengambil hikmahnya.

    4. Sikap positif
    Orang pesimis akan membawa orang-orang sekelilingnya merasa buruk dan jadi tak terlalu produktif. Jika Anda bisa mengambil sisi positif dari keadaan yang buruk, Anda akan mengajak orang lain untuk bersikap positif pula. Sikap dan cara pandang positif dikontrol oleh pikiran Anda sendiri. Jangan melihat permasalahan, tapi carilah solusinya.

    5. Presentasi diri
    Pandai membawa dan menempatkan diri dengan segala atribut adalah hal yang penting. Baik itu cara Anda berpakaian, potongan rambut, cara Anda mendandani diri berbicara lebih banyak tentang diri Anda sebelum Anda bicara. Jangan lupa, bahwa dandanan dan penampilan Anda juga mendorong bagaimana Anda membawakan diri Anda.

    6. Atur waktu
    Nah, ini juga adalah hal yang penting. Dandanan rapi, pandai bicara, tetapi tak bisa mengatur apa pun, sama juga bohong. Ketidakteraturan berarti Anda akan selalu mencoba menyelesaikan apa yang seharusnya menjadi pekerjaan Anda. Ketergesa-gesaan menyelesaikan pekerjaan memberikan kesempatan untuk kemungkinan terjadinya kesalahan. Belajarlah untuk menyimpan agenda yang mencatat tenggat waktu dan mengatur jadual untuk pekerjaan Anda. Kemampuan untuk bisa tepat waktu, bahkan lebih cepat dari waktu yang ditentukan bisa membuat Anda dihormati. Karena ini berarti Anda adalah tipe orang yang bisa menset gol yang menantang, dan bisa menggunakan waktu yang dimiliki secara efisien.

    7. Pandai menemukan solusi
    Ada masalah di kantor? Ketidakefisienan pekerjaan pegawai, atau pemborosan keuangan, atau apa pun itu. Jika Anda menemukan sebuah solusi, jalankan dan usahakan. Mereka yang memiliki solusi dan membantu perusahaan ke arah yang lebih baik, pasti akan menemukan jalan untuk menjadi yang teratas. Jangan hanya berpangku tangan dan menunggu perintah. Inisiatif untuk menjadi seorang pemecah masalah pasti selalu dihargai.

    Selama Anda masih memiliki impian, langit adalah batasannya. Ingatlah, bahwa untuk menjadi yang terbaik diperlukan pengetahuan yang luas, jangan hanya berfokus pada satu area saja. Perluas kemampuan dan keahlian Anda sebagai modal untuk lebih maju.


    NAD
    Sumber : askmen

    http://properti.kompas.com/read/xml/2009/07/30/14145214/modal.untuk.mencapai.puncak.karier

    Rahasia Bayaran Termahal

    Rahasia Perempuan dengan Bayaran Termahal
    Rachael Ray (baju merah), celebrity chef termahal.

    KAMIS, 30 JULI 2009 | 16:12 WIB

    KOMPAS.com - Ada banyak hal yang diperlukan untuk mencapai posisi atau gaji yang diinginkan. Contohnya, kemampuan kerja, kecerdasan, atau keahlian berbicara. Namun bagi lima wanita yang memiliki gaji atau bayaran termahal ini, ada hal-hal sederhana yang juga diperlukan. Apa sajakah itu?

    1. Jadilah diri sendiri
    Indra Krishnamurthy Nooyi, CEO PepsiCo kelahiran India, adalah CEO wanita dengan gaji tertinggi di Amerika. Saat menghadapi beberapa wawancara kerja pada awal karirnya, Nooyi dengan pede mengenakan pakaian tradisional negaranya, sari. Hingga sekarang, Nooyi masih memakai pakaian tersebut untuk menghadiri acara-acara korporat.

    2. Nama Anda adalah merek Anda, jadi jagalah sebaik-baiknya
    "Saya sangat berhati-hati dengan merek itu sendiri. Vas bunga yang ada nama saya itu, saya desain sendiri," kata Rachael Ray, host talk show "Rachael Ray" yang juga celebrity chef dengan bayaran termahal di Amerika.

    3. Jangan menghabiskan energi melawan pembenci Anda
    "Saya enggak bisa berharap semua orang menyukai apa pun yang saya lakukan," ujar Beyoncé Knowles, penyanyi, penulis lagu, produser rekaman, aktris, dan desainer pakaian untuk label miliknya, House of Dereon.

    4. Pastikan pasangan mendukung Anda
    "Saya biasa pulang ke rumah setelah menghadiri meeting, dan saya hanya bilang, 'Sori, aku terlambat', dan suami saya cuma geleng-geleng kepala. Suami saya memang baik sekali," ujar Sallie Krawcheck, mantan Chief Financial Officer dan Head of Strategy Citigroup yang juga peraih Most Powerful Women in Business dari majalah Forbes.

    5. Posisikan diri Anda untuk pekerjaan yang Anda inginkan
    "Ketika saya masih meniti karier menuju puncak di dunia tenis, saya tidak pernah mengatakan ingin menjadi nomor dua. Saya katakan, saya ingin menjadi nomer satu," demikian dikatakan mantan petenis nomer satu dunia dan peraih tiga gelar Grand Slam, Maria Sharapova.


    DIN
    Sumber : Marie Claire

    http://properti.kompas.com/read/xml/2009/07/30/16123295/rahasia.perempuan.dengan.bayaran.termahal

    Semangat! Semangat!

    Wake Me Up!
    Berdandan di waktu senggang di kantor selain membuat tampilan lebih segar, juga membuat Anda lebih bersemangat.


    SENIN, 3 AGUSTUS 2009 | 17:41 WIB

    KOMPAS.com - Sering merasa bosan di kantor? Besar kemungkinan mood Anda sedang turun. Tingkatkan semangat dengan cara-cara berikut.

    Smile, Ladies
    Tidak butuh waktu lama untuk menyapa rekan kerja dan memberi senyum termanis Anda. Hanya beberapa detik, namun memiliki efek yang luar biasa. Bisa dibilang efek dari memberi senyum kepada orang lain seperti cash back yang bisa kita rasakan manfaatnya saat itu juga. Bukti-bukti ilmiah kini makin menguatkan bahwa ekspresi wajah memengaruhi suasana hati. Ketika ekspresi wajah negatif, semua sistem tubuh kacau. Sebaliknya, ketika Anda tersenyum, detak jantung melambat, tekanan darah menurun, dan sistem tubuh pun rileks. Ketika tubuh rileks, maka otak pun bisa diajak bekerja maksimal.

    Touch Up
    Entah belum sempat merias wajah di rumah ataupun riasan wajah Anda yang mulai menipis karena perjalanan dari rumah ke kantor yang cukup lama, ada baiknya ritual ini juga menjadi perhatian Anda sebelum mulai bekerja. Sebab -percaya tidak percaya- ketika kita merasa cantik, kita akan merasa happy pada diri sendiri. Ketika kita sedang bahagia, apa pun yang kita kerjakan akan berjalan lancar. Bukankah semesta akan berpihak pada orang-orang yang merasa bahagia seperti Anda? Jadi, pergilah ke kamar kecil sebentar, perhatikan apa yang harus dibenahi dari penampilan Anda.

    Rapikan Meja Kerja
    Salah satu faktor yang dapat membuat kerja Anda lebih efektif dan efisien adalah kerapian meja kerja. Bayangkan bila Anda harus bekerja di tengah tumpukan kertas dan berbagai macam barang di meja Anda. Selain akan kesulitan menemukan dokumen penting, bekerja di tengah barang-barang yang tak beraturan akan membuat kepala pening. Karena itu, sebelum mulai bekerja coba siapkan sedikit waktu untuk merapikan meja kerja, dan memilah berkas-berkas mana yang penting dan tidak. Sehingga tak perlu banyak waktu terbuang dan meja kerja terlihat lebih lega dan menyenangkan untuk bekerja.

    Sarapan Pagi
    Bagi sebagian orang, sarapan sering dianggap bukan hal penting. Padahal, sarapan adalah amunisi Anda untuk beraktivitas sepanjang hari. Sudah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa sarapan bisa membuat kita lebih berkonsentrasi, fokus, dan bersemangat. Bila Anda tak terbiasa memulai hari dengan makanan besar, pilihlah setangkup roti atau segelas susu sebagai menu sarapan.

    Buat Secangkir Teh atau Kopi
    Sebelum mulai bekerja, seduhlah secangkir kopi untuk menemani waktu kerja Anda. Wangi aroma kopi atau teh yang mengandung kafein biasanya dapat membantu membangkitkan semangat Anda di pagi hari, lho. Eits, jangan lupa tawarkan teman sebelah Anda, ya.

    Cek E-mail dan Facebook
    Awali dengan mencek e-mail, siapa tahu ada tugas baru yang dikirim lewat e-mail oleh atasan Anda atau justru e-mail lucu dari sahabat. Ini tentu akan membangkitkan rasa senang Anda. Selain e-mail, account Facebook Anda tentu juga berpotensi membangkitkan rasa bahagia. Siapa yang tak senang melihat comment atau sapaan dari incaran. Namun batasi waktunya, ya. Jangan sampai saking bahagianya Anda malah kebablasan lupa mengerjakan tugas kantor.

    (Bestari Kumala Dewi/CHIC)

    http://properti.kompas.com/read/xml/2009/08/03/17414559/wake.me.up

    Blogging dan Karier

    "Blogging" Bisa Membantu Mendorong Karier
    Kemampuan blogging bisa memberikan nilai tambah pada diri Anda secara profesional jika dilakukan secara profesional.

    SELASA, 4 AGUSTUS 2009 | 15:23 WIB

    KOMPAS.com — Ke mana pun Anda melihat, setidaknya akan ada orang yang memegang BlackBerry atau ponsel yang bisa berinternet. Tak heran, aplikasi-aplikasi jejaring sosial di internet sangat banyak pengikutnya. Belum lagi penyedia lahan blog yang menjadi tempat curahan hati dan sebagai tempat unjuk kebolehan yang gratis.

    Blog memiliki kegunaan yang sangat beragam. Fungsinya sebagai diary maya, tempat menunjukkan hasil jepretan, menunjukkan kreasi seni, berbagi informasi, bahkan berkenalan dengan orang lain. Apakah Anda sudah memiliki blog? Jika belum, kemungkinan terbesar Anda melewatkan satu hal yang bisa menjadi kesempatan untuk melejitkan karier Anda.

    Mengapa blog?

    Blog merupakan sarana yang amat bagus untuk seseorang yang sedang mencari pekerjaan, termasuk para fresh graduate. Pasalnya, blog menjadi tempat Anda untuk mencurahkan dan menyimpan hasil karya dalam bentuk digital. Misal, tempat Anda menyimpan hasil tulisan, hasil jepretan, bahkan hasil karya di sana. Selain Anda bisa menunjukkan kemampuan Anda, menyimpan hasil karya juga sebagai pembuktian bahwa Anda tidak gaptek. Dua hal yang amat diperlukan untuk bisa bersaing di dunia teknologi masa sekarang. Namun, perlu dipikirkan dan dipastikan bahwa blog yang Anda tampilkan mencerminkan hasil yang profesional, bukan blog yang sangat pribadi dan isinya seputar hobi dan kata-kata yang tidak sopan.

    Bagaimana menyampaikan kepada calon pemberi kerja?

    Salah satu hal yang ingin diketahui oleh perusahaan sebelum memberikan pekerjaan kepada pencari kerja adalah apa yang unik dari diri Anda? Jika Anda sudah memiliki blog yang banyak dikunjungi dan dibaca orang, hal ini bisa jadi nilai kunci Anda. Anda bisa mengedepankan hal ini saat wawancara kerja, misal, “Blog yang sudah saya kembangkan secara pribadi ini berisi tentang pandangan saya seputar ekonomi, dan bagaimana keluar dari situasi rumit keuangan. Saat ini ada lebih dari 700 pembaca yang selalu membaca blog saya.”

    Atau cara yang lebih mudah adalah dengan mencantumkan alamat blog Anda di resume, dengan penjabaran singkat isi blog tersebut. Anda tak perlu menjadi seseorang yang sangat ahli untuk bisa menulis di blog, jangan berusaha, dan jangan berpura-pura menjadi seorang yang sangat ahli karena ini bisa berbahaya. Direkomendasikan, blog untuk mencurahkan isi pikiran Anda yang tak menyinggung SARA ataupun orang lain. Anda bisa memulai untuk menulis tentang sesuatu yang Anda sukai atau yang berkaitan dengan karier Anda.


    NAD
    Sumber : careerbuilder

    http://properti.kompas.com/read/xml/2009/08/04/15233949/blogging.bisa.membantu.mendorong.karier