Tampilkan postingan dengan label Cafe Rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cafe Rumah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 November 2009

Komunitas Kuliner Cooking Class di Cafe Rumah

Selasa, 30/06/2009 09:18 WIB
Komunitas Kuliner Cooking Class di Cafe Rumah
Ema Nur Arifah - detikBandung




Bandung
- Kegiatan seputar makanan memang enak buat seru-seruan. Bukan hanya makanannya yang memang enak, meraciknya pun jadi kenikmatan plus-plus bagi para pecinta kuliner.

Setelah sebelumnya mengadakan cooking class membuat pizza, Komunitas Kuliner Bandung (KKB) mengadakan cooking class keduanya di Cafe Rumah 1930 Jalan Taman Cibeunying, Sabtu (29/6/2009) lalu.

Komunitas yang dimotori mahasiswa UIN Demi Yogaswara ini menargetkan sekitar 30 peserta coking class, namun menurut Demi karena terhambat waktu liburan, peserta cooking class pun hanya sedikit sekitar 11 orang. Padahal di cooking class perdana KKB mampu menghadirkan sekitar 50-an peserta. Mereka menyampaikan informasi melalui berbagai cara termasuk jejaring pertemanan seperti facebook.

"Karena lagi liburan jadi pesertanya hanya sedikit," ujarnya.

Sedikitnya peserta tidak menghilangkan serunya acara cooking class yang dimulai sore hari hingga jelang maghrib itu. Para peserta berkumpul di salah satu saung yang ada di bagian belakang Cafe Rumah.

Acara dipimpin langsung oleh chef Cafe Rumah yaitu Chef Andri. Dengan pembawaannya yang santai dan kocak, Chef Andri mampu membuat suasana sore itu begitu hangat. Para peserta diajak berdialog sekaligus diajarkan tentang seluk beluk tema cooking class sore itu yaitu singkong.

Ya, makanan yang bahasa latinnya cassava ini oleh Chef Andri ternyata bisa masak menjadi berbagai menu makanan. Bahan sesederhana singkong bisa diracik jadi sushi, puding, singkong blackberry bahkan sampai jus singkong.

Satu per satu Chef Andri langsung mendemokan bagaimana cara membuat berbagai racikan serba singkong tersebut. Chef Andri pun menjelaskan secara detil tahap demi tahap dalam memasak setiap makanan bahkan sampai penyajian ala hotel yang membuat para peserta berdecak kagum.

Berbekal lembaran resep, para peserta dengan antusias mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang tidak dipahami. Biar lebih puas, Chef Andri pun memberikan kesempatan pada salah seorang peserta untuk mencoba memasak. Tidak ketinggalan juga para peserta diajak ke kitchennya Cafe Rumah.

Enaknya, di akhir demo, para peserta bisa icip-icip makanannya. Karena menunya cukup aneh, para peserta sangat antusias untuk mencicipi satu per satu dari menu. Bahkan ada diantaranya yang saling rebutan karena takut nggak kebagian sushi singkong yang garing atau puding singkong blackberry yang legit.

Setelah cooking class usai, para peserta tidak pulang dengan tangan hampa. Dengan biaya Rp 50 ribu, selain mendapat ilmu, mereka pun mendapat oleh-oleh menu singkong yang sudah didemokan. Cihuy!

Cooking Class Bikin Serasa di Rumah Sendiri

Selasa, 30/06/2009 11:07 WIB
Cooking Class Bikin Serasa di Rumah Sendiri
Ema Nur Arifah - detikBandung




Bandung
- Sesuai dengan namanya Cafe Rumah 1930 yang berada di Taman Cibeunying Selatan, memang ingin menawarkan suasana rumah pada para konsumennya. Salah satu program untuk membuat konsumen akrab adalah membuka acara cooking class.

Menurut Even & Promotion Wulandary ooking class adalah salah satu program untuk mendekatkan diri dengan konsumen, sekaligus ingin mengedukasi anak muda khususnya, agar tidak sekadar nongkrong di cafe, tapi mereka bisa juga mendapatkan ilmunya.

"Anak muda nggak cuma nongkrong-nongkrong aja. Dengan acara cooking class mereka nggak hanya bisa makan tapi juga bisa dapat ilmu," ujar Wulan.

Rencananya cooking class akan diadakan secara reguler satu minggu sekali. "Saat ini cooking class baru diadakan dua kali. Tapi ke depannya akan dilakukan seminggu sekali," ujar Wulan.

Dalam dua kali cooking class, tema yang diangkat adalah singkong. Namun menurut Wulan sebenarnya peserta cooking class bebas untuk meminta menu apapun yang ingin mereka pelajari. "Chef kita tinggal menyiapkan menu tersebut," ujar Wulan.

Bahkan, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan resep makanan yang ada di daftar menu Cafe Rumah pun bisa di uji coba jika peserta menginginkanya. Menurut Wulan, Cafe Rumah tidak akan pelit untuk bagi-bagi ilmu. Selain itu dia juga tidak khawatir akan dicontek, karena menurutya siapapun yang membuat pasti ada ciri khasnya.

Lagipula, kata Wulan, Cafe Rumah tak hanya mengandalkan makanan, namun juga tempatnya sendiri. Di sini konsumen bisa berkumpul, gathering atau kegiatan lainnya. "Kita jadi fasilitator untuk kegiatan mereka," tutur Wulan.

Dengan konsep ini, Wulan mengharapkan tidak akan ada akan ada jarak antara manajemen cafe dan konsumen. "Mereka bisa menganggap Cafe Rumah sebagai rumah sendiri," ujarnya.(ema/ern)